Aqidahhot

Mengaitkan Kepribadian dengan Zodiak atau Golongan Darah Tertentu

Mengaitkan Kepribadian dengan Zodiak atau Golongan Darah Tertentu

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan artikel tentang mengaitkan kepribadian dengan zodiak atau golongan darah tertentu. Selamat membaca.


Pertanyaan:

Bagaimana hukumnya mengaitkan kepribadian dengan zodiak atau golongan darah tertentu?


Jawaban:

Kepribadian Manusia

Kepribadian ataupun sifat mendasar bagi seorang manusia ada (2) dua jenisnya:

(1) Pertama, kepribadian yang sudah Allah tanamkan pada diri seseorang, sehingga dia memiliki sebuah karakter bawaan tanpa harus dipelajari.

(2) Kedua, kepribadian atau karakter yang dipelajari seseorang seiring perjalanan hidupnya.

Pembagian tersebut dijelaskan dalam sebuah hadits Rasulullah kepada Asyaj Abdul Qais:

إن فيك خلتين يحبهما الله، الحلم والأناة» قال: يا رسول الله أنا أتخلق بهما أم الله جبلني عليهما؟ قال: «بل الله جبلك عليهما» قال: الحمد لله الذي جبلني على خلتين يحبهما الله ورسوله

Sesungguhnya dirimu memiliki dua sifat yang dicintai oleh Allah, tenang dan tidak tergesa-gesa.”

Mendengar hadits tersebut Asyaj bertanya kepada Rasulullah :

يا رسول الله أنا أتخلق بهما أم الله جبلني عليهما؟

“Duhai Rasulullah, apakah kedua sifat tersebut merupakan usahaku atau sebuah watak yang telah Allah tanamkan pada diriku?

Rasulullah menjawab:

بل الله جبلك عليهما

Watak yang sudah Allah tanamkan pada dirimu”

Asyaj berkata:

الحمد لله الذي جبلني على خلتين يحبهما الله ورسوله

Segala pujian milik Allah yang telah menanamkan pada diriku watak yang dicintai olehNya dan rasulNya.” (HR. Abu Dawud no. 5225).

Jadi, ada sifat yang sudah tertanam pada diri seseorang ada juga sifat yang didapatkan dan dipelajari dari lingkungan dan pengalaman. Walaupun semuanya tetap kembali kepada kehendak Allah dalam penetapan karakter seseorang.

Syaikh Utsaimin berkata:

فالخلق الحسن يكون طبيعيًا بمعنى أن الإنسان يمنّ الله عليه من الأصل بخلق حسن. ويكون بالكسب بمعنى أن الإنسان يمرّن نفسه على الخلق الحسن حتى يكون ذا خلق حسن.

Akhlak yang baik terkadang berupa watak yang Allah karuniakan kepada diri seseorang semenjak awal, dan terkadang akhlak yang baik bisa diperoleh dengan usaha di mana dia melatih dirinya untuk berakhlak baik sampai dia bisa memiliki akhlak tersebut.” (Syarh Arbain Nawawi hal. 197).

Hukum Mengaitkan Kepribadian dengan Zodiak dan Golongan Darah

Bagaimana hukum mengaitkan kepribadian dengan zodiak dan golongan darah?

Para ulama menetapkan sebuah kaidah:

جعل ما ليس بسبب سببا شرك أصغر

menganggap sesuatu sebagai sebab padahal asalnya bukan sebab, termasuk syirik kecil

Oleh karenanya, dalam sebuah hadits qudsy Allah berfirman:

أصْبَحَ مِن عِبادِي مُؤْمِنٌ بِي وكافِرٌ، فَأمّا مَن قالَ: مُطِرْنا بِفَضْلِ اللَّهِ ورَحْمَتِهِ، فَذَلِكَ مُؤْمِنٌ بِي وكافِرٌ بِالكَوْكَبِ، وأمّا مَن قالَ: بِنَوْءِ كَذا وكَذا، فَذَلِكَ كافِرٌ بِي ومُؤْمِنٌ بِالكَوْكَبِ

Di antara hambaKu ada yang memasuki waktu pagi dalam keadaan beriman ada juga yang kafir, siapa yang berkata: hujan turun kepada kami karena keutamaan dan rahmat Allah, dia beriman kepadaKu dan tidak beriman kepada bintang. Dan siapa yang berkata: hujan turun kepada kami disebabkan bintang ini dan itu, maka dia kafir kepadaKu dan beriman kepada bintang.” (HR. Bukhari no. 1038).

Pada hadits tersebut dijelaskan bahwa menghubungkan antara hujan dan bintang merupakan sebuah kekufuran, karena tidak ada hubungan pergerakan bintang dan turunnya hujan, sehingga termasuk ke syirik kecil.

Namun, jika dia meyakini bintanglah yang menurunkan hujan dan meniadakan peran Allah di situ, ini masuk ke dalam syirik besar yang dapat mengeluarkan pelakunya dari Islam.

Syaikh Abdurrahman Assa’dy berkata:

Ilmu perbintangan ada dua:

Jenis pertama dinamakan ilmu ta’tsir (astrologi), yaitu: menggunakan rasi-rasi bintang sebagai petunjuk kejadian di alam semesta. Ini merupakan kebatilan dan sebuah klaim menyaingi Allah dalam mengetahui ilmu ghaib yang merupakan kekhususanNya.

Begitu pula membenarkan orang yang mengklaim mengetahui ilmu tersebut. Ini bisa menghilangkan tauhid karena di dalamnya terdapat klaim yang bathil dan ketergantungan kepada selain Allah.

Jenis kedua adalah ilmu tasyir, yaitu menggunakan pergerakan matahari, bulan dan bintang sebagai petunjuk kiblat, waktu dan arah. Ilmu ini tidak bermasalah, bahkan bisa jadi bermanfaat yang dianjurkan oleh syariat. (Al Qaulus sadid hal. 108).

Begitu pula dengan perkataan bahwa golongan darah mempengaruhi kepribadian, hal ini juga belum terbukti secara ilmiyah dan kenyataan. Banyak penelitian yang membantah pernyataan tersebut, begitu pula dengan fakta dari dahulu, banyak orang yang memiliki golongan darah yang sama tapi berbeda secara karakter.

Sehingga pembentukan watak kembali kepada dua hal yang sudah dijelaskan oleh Rasulullah pada hadist yang kita bawakan di awal pembahasan: watak yang sudah Allah ciptakan pada masing-masing orang sedari awal, ada juga watak yang Allah adakan pada diri seseorang dengan cara dipelajari dan diusahakan.

Wallahu a’lam

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله
Senin, 23 Jumadil Awwal 1443 H/ 27 Desember 2021 M


Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى klik disini

Baca Juga :  Hukum Membuat/Share Status Foto Kucing

Ustadz Muhammad Ihsan, S.Ag., M.HI.

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2011 – 2015, S2 Universitas Muhammadiyah Surakarta Hukum Islam 2016 – 2021 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Dauroh Syaikh Sulaiman & Syaikh Sholih As-Sindy di Malang 2018, Beberapa dars pada dauroh Syaikh Sholih Al-’Ushoimy di Masjid Nabawi, Dauroh Masyayikh Yaman tahun 2019, Belajar dengan Syaikh Labib tahun 2019 – sekarang | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Kegiatan bimbingan islam

Related Articles

Back to top button