Tidak Jadi Menikah, Bisakah Dikumpulkan Di Surga Bersama yang Dicintai bimbingan islam
Tidak Jadi Menikah, Bisakah Dikumpulkan Di Surga Bersama yang Dicintai bimbingan islam

Tidak Jadi Menikah, Bisakah Dikumpulkan Di Surga Bersama yang Dicintai?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang mencintai Allah ta’ala berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang tidak jadi menikah, bisakah dikumpulkan di surga bersama yang dicintai?
selamat membaca.

Pertanyaan :

بسم اللّه الرحمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ahsanallāhu ilaikum, ustadz.
mohon izin bertanya bersangkutan dengan hadits yang menjelaskan kita akan berkumpul di akhirat dengan orang yang kita cintai.

Ada seorang ikhwan (laki-laki) yang mencintai seorang akhwat (wanita) dan ingin menikahinya, namun belakangan ketahuan jika si akhwat masih suka berbuat maksiat sehingga si ikhwan beberapa kali menasehati si akhwat agar segera hijrah.
Setelah beberapa kali dinasihati, si akhwat masih berbuat maksiat dan malah menyuruh si ikhwan untuk tidak usah repot-repot memikirkan dia.
Karena masih cinta, si ikhwan terus berdoa memohon kepada Allah agar si ikhwan diberi hidayah dan segera hijrah. sekarang hubungan mereka sudah putus sama sekali.

pertanyaannya:
jika tanpa sepengetahuan si ikhwan, ternyata si akhwat ini pada akhirnya hijrah dan istiqomah hingga akhir, apakah mereka akan dipertemukan kembali di akhirat seperti hadits yang dimaksud?

(Disampaikan oleh Fulan – Grup WA Sahabat BiAS)

Baca:  Bagaimana Hukum Oral Seks

Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du

Berikut kami nukilkan riwayat tentang pernyataan bahwa seseorang akan dibangkitan bersama dengan orang yang ia cintai,

أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ السَّاعَةِ ، فَقَالَ : مَتَى السَّاعَةُ ؟ قَالَ : وَمَاذَا أَعْدَدْتَ لَهَا ؟ قَالَ : لاَ شَيْءَ ، إِلَّا أَنِّي أُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَقَالَ : أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ . قَالَ أَنَسٌ : فَمَا فَرِحْنَا بِشَيْءٍ فَرَحَنَا بِقَوْلِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ

“Bahwa seorang lelaki bertanya kepada Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam tentang hari kiamat dan berkata Kapan hari kiamat?

Beliau lalu berkata ; Apa yang engkau siapkan untuk menghadapinya?
Lelaki tadi menjawab ; Tidak ada, hanya saja aku mencintai Allah dan Rasul-Nya shalallahu ‘alaihi wa sallam.
Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam berkata ; Engkau akan bersama dengan yang engkau cintai

Anas bin Malik radhiyallahu anhu berkata ; Tidaklah kami lebih berbahagia melebihi bahagianya kami dengan ucapan Nabi, engkau bersama dengan yang engkau cintai.
(HR Bukhari : 3688, Muslim : 2639).

Baca:  4 Kriteria Calon Suami Agar hidup berkah

Apa Makna Hadits Dikumpulkan Bersama yang Dicintai ini?

Adapun makna dari hadits ini sebagaimana dinyatakan oleh Imam Ibnu Bathal rahimahullahu ta’ala, beliau berkata ;

بيان هذا المعنى أنه لما كان المحب للصالحين إنما أحبهم من أجل طاعتهم لله ، وكانت المحبة عملا من أعمال القلوب ، واعتقادًا لها ، أثاب الله معتقد ذلك ثواب الصالحين ، إذ النية هي الأصل ، والعمل تابع لها ، والله يؤتي فضله من يشاء

“Penjelasan akan makna hadits ini ; tatkala seseorang mencintai orang-orang yang shalih, maka ia mencintai mereka karena ketaatan mereka terhadap Allah ta’ala. Dan cinta ini merupakan salah satu dari amalan hati, serta keyakinan hati yang Allah akan memberikan pahala sebagaimana pahala orang-orang shalih.
Karena niat merupakan asal, dan amalan mengikutinya. Dan Allah memberikan keutamaan terhadap siapa saja yang dikehendakiNya.”
(Syarah Shahih Bukhari Libni Bathal : 9/333).

Maka seseorang akan dibangkitkan bersama dengan orang-rang shalih karena ia mencintai mereka karena ketaatan mereka terhadap Allah ta’ala.

Adapun orang yang menjalin hubungan terlarang dengan wanita yang tidak halal baginya, maka ini adalah sebuah kemaksiatan. Rasa cinta seorang lelaki terhadap wanita yang tidak halal baginya, sering berkomunikasi denganya meski dengan alasan dakwah adalah salah satu diantara sekian banyak perangkap syaithan untuk menjerumuskan manusia agar melakukan zina dengan berbagai jenis dan tingkatanya.
Disebutkan dalam salah satu redaksi fatwa :

فعشق الأجنبية حرام وهو -والعياذ بالله- باب عظيم لفساد القلب وصده عن ذكر الله وعن الصلاة، بل إن قلوب العشاق هي أبعد القلوب من الله جل وعلا

“Mabuk cinta terhadap orang asing (bukan mahramnya) adalah perbuatan haram -naudzubillah min dzalik-, dan perbuatan ini merupakan pintu besar bagi rusaknya hati dan menghalau hati dari berdzikir kepada Allah dan menghalangi dari shalat.
Dan sesungguhnya hati orang yang sedang tertimpa ‘Isyq (mabuk cinta) adalah hati yang paling jauh dari Allah ta’ala.”
(Fatawa Islamweb no. 117632).

Baca:  Qadha Puasa Ramadhan Ratusan Hari dengan Puasa Setiap Hari

Pelakunya harus bertaubat kepada Allah ta’ala. Syaithan ini masuk membujuk manusia dan menjerumuskan manusia dengan cara-cara halus yang terkadang tidak di sadari oleh manusia itu sendiri. Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam :

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

“Aku tidak meninggalkan satu fitnah pun yang lebih membahayakan para lelaki selain fitnah wanita.”
(HR Bukhari : 5096, Muslim : 2740)

Wallahu a’lam
Wabillahittaufiq

 

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Abul Aswad Al Bayati حفظه الله
Selasa, 24 Jumadal Awwal 1441 H/ 20 Januari 2020 M



Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, BA.
Dewan konsultasi Bimbingan Islam (BIAS), alumni MEDIU, dai asal klaten
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Abul Aswad Al-Bayati حفظه الله  
klik disini