Renungan Tentang Musuh

Renungan Tentang Musuh

Renungan Tentang Musuh

Detik berganti menit, menit berganti jam, waktu terus berputar. Ia tidak akan berhenti sampai Allah Ta’ala menentukan akhir masanya. Semua kesempatan ini tidak terlepas dari karunia dan rahmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada kita agar menggunakan waktu tersebut dengan sebaik-baiknya.

Ada baiknnya  kita merenung, melihat  sebentar hari-hari yang telah berlalu dari umur kita, waktu yang terus berjalan, berlari tak kenal  lelah. apakah pada masa itu amal sholehkah  yang  berbicara untuk mendambakan kebahagan sejati di Akhirat kelak, ataukah sebaliknya kemaksiatan yang merajalela menunggu kebinasaannya dengan penyesalan mendalam tiada terkira.
Jawabannya ada pada diri anda masing-masing.

Sungguh indah kata seorang ahli bijak “waktu tidak akan pernah kembali lagi”. Tapi ingatlah wahai saudaraku waktu yang sedang kita jalani ini akan sampai ke titik jemu dan pasti akan berhenti sesuai dengan izin-Nya dan hanya Dialah Yang Maha Tahu kapan terjadinnya (kiamat kubro). Kini saatnya kita bangun dari mimpi dan  kembali ke realitas.

Kenyataan Yang Harus Dihadapi

Ingatlah baik-baik ketika Iblis  bersumpah kepada Allah Ta’ala untuk menyesatkan anak cucu Adam ‘alaihissalam. Allah Ta’ala berfirman,

قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ

artinya : “Iblis berkata: ‘demi kekuasaan-Mu aku akan  menyesatkan mereka semuannya”
(QS. Shaad : 82).

Maka tak perlu ragu lagi bahwa pekerjaan utama Iblis adalah untuk menyesatkan manusia agar  dia masuk neraka. Oleh karena itu, ia bekerja keras siang dan malam, bagaimana supaya banyak manusia yang masuk neraka. Untuk memenuhi cita-citanya ini Iblis pernah berjanji  kepada Allah Ta’ala.
Allah ‘Azza Wa Jalla mengisahkan kisah ini dalam firman-Nya,

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ

artinya : “Iblis berkata: ‘karena engkau telah menghukum saya tersesat , saya benar-benar akan menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus.’
(QS. Al-A’raf : 16).

Iblis sungguh telah melaksanakan sumpahnya bahkan mungkin kita termasuk korbannya kalau tidak mau dikatakan pasti. Maka masih adakah yang mau menyangkal?!

Musuh  Nyata Yang  Terlupakan

Seorang sahabat yang baik selalu berusaha mengingatkan saudaranya  sesama  muslim ketika ia lupa, menyadarkannya ketika ia lalai, dan membangunkannya ketika ia tertidur. Semua itu merupakan konsekuensi kecintaan kita kepadanya dan tanda kepedulian sejati pada seorang muslim.
Dari Abu Hamzah Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, khadim (pembantu) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwasanya Beliau pernah bersabda,

لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

“Tidaklah seseorang dari kalian sempurna imannya, sampai ia mencintai untuk saudaranya sesuatu yang ia cintai untuk dirinya.”
(HR. Bukhari, no. 13, & Muslim, no. 45).

Dalam kehidupan sehari-hari hawa nafsu sering kali menguasai kita. Ketika ia telah memanggil, jiwa ini sering menurutinnya. Tidak sedikit yang sudah menjadi budak hawa nafsunya sendiri. Semua itu tidak lain dan tidak bukan adalah ulah musuh nyata kita yang sering terlupakan.  Allah Ta’ala  telah memperingatkan hal ini dalam firmanNya;

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا ۚ إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ

artinya : “ sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh (mu), karena sesungguhnya setan – setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni Neraka yang menyala-nyala.”
(QS. Fathir : 6).

Jadi, setan adalah musuh nyata manusia. Maka jadikanlah ia benar-benar musuh yang nyata bagimu. Jangan pernah sekali-kali berpikir bahwa setan hanya ada dalam khayalan atau mungkin dongeng – dongeng orang terdahulu untuk menakut-nakuti manusia.
Tapi apa mau dikata, musuh yang satu ini banyak dilupakan. Hanya kepada Allah Ta’ala jua lah kita mengadu dan  memohon pertolongan dari segala tipu daya Setan, baik dari golongan Jin maupun dari kalangan manusia itu sendiri.

Wallahu Ta’ala A’lam.

 

Disusun oleh:
Ustadz Fadly Gugul حفظه الله
(Dewan Konsultasi Bimbinganislam.com)



Ustadz Fadly Gugul حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam

Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Fadly Gugul حفظه الله تعالى klik disini

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS