Syirik Tanpa Sadar dan Tidak Tahu, Apakah Berdosa? 

Syirik Tanpa Sadar dan Tidak Tahu, Apakah Berdosa?

Syirik Tanpa Sadar dan Tidak Tahu, Apakah Berdosa? 

Para pembaca Bimbinganislam.com yang mencintai Allah ta’ala berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang syirik tanpa sadar dan tidak tahu, apakah berdosa?
selamat membaca.

Pertanyaan :

بسم اللّه الرحمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Semoga Allah senantiasa memberikan keberkahan ilmu kepada ustadz. Aamiin

Bagaimana hukumnya jika seseorang melakukan kesyirikan tapi orang tersebut tidak mengetahui itu kesyirikan. Apakah orang tersebut jatuh kepada kemusyrikan Ustadz?

Jazakallohu khayran

(Disampaikan fulanah, Sahabat BiAS T08-G35)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Imam Muhammad Al-Qasimy membawakan perkataan imam ibnul ‘araby dalam tafsirnya, beliau berkata:

فالجاهل والمخطئ من هذه الأمة، ولو عمل من الكفر والشرك ما يكون صاحبه مشركا أو كافرا، فإنه يعذر بالجهل والخطأ، حتى تتبين له الحجة، الذي يكفر تاركها، بيانا واضحا ما يلتبس على مثله. وينكر ما هو معلوم بالضرورة من دين الإسلام مما أجمعوا عليه إجماعا جليّا قطعيا. يعرفه كل من المسلمين من غير نظر وتأمل.

“Orang yang tidak tahu (bodoh) atau salah (tidak sengaja) dari kalangan umat ini (kaum muslimin), walaupun mereka mengerjakan kekufuran atau kesyirikan, maka pelakunya tidak serta merta menjadi kafir atau musyrik.
Karena dia dimaafkan karena ketidaktahuannya ataupun ketidaksengajaannya, sampai jelas baginya hujjah yang dia dikafirkan apabila meninggalkan hujjah tersebut, sampai tidak ada lagi pada dirinya keraguan.
Dan (dia dikafirkan) apabila dia mengingkari perkara agama yang sudah langsung diketahui dalam islam yang umat sepakati, semua orang islam mengetahuinya (berilmu maupun awwam) tanpa harus mendalami masalah tersebut.
(Mahasinut takwil : 3/161).

Satu kaedah yang harus diingat adalah : tidak semua orang yang melakukan kesyirikan dihukumi musyrik atau kafir, karena bisa jadi ada penghalang yang menghalangi jatuhnya hukum tersebut, seperti ketidaktahuan dan ketidaksengajaan sebagaimana yang telah kita jelaskan tadi.

Seperti seseorang melakukan sebuah kesyirikan namun dia mengira hal tersebut bukan kesyrikan karena seperti itulah “ajaran islam” yang tersebar didaerahnya, maka orang seperti ini tidak bisa kita katakan musyrik.

Berbeda halnya dengan perkara yang telah maklum hukumnya dikalangan kaum muslimin (orang berilmu dan awwam) akan kesyirikannya , maka orang yang mengerjakannya langsung dihukumi musyrik dan tidak perlu ditegakkan hujjah.

Wallahu a’lam
Wabillahittaufiq

 

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله
Jum’at, 08 Shafar 1441 H/ 07 Oktober 2019 M



Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى 
klik disini

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )