Apakah Boleh Memanfaatkan Bunga Bank? Misalnya Untuk Membayar Biaya Admin Bank?

Apakah Boleh Memanfaatkan Bunga Bank? Misalnya Untuk Membayar Biaya Admin Bank?

Apakah Boleh Memanfaatkan Bunga Bank? Misalnya Untuk Membayar Biaya Admin Bank?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang berpegang teguh dengan sunnah berikut kami sajikan pembahasan tentang apakah boleh memanfaatkan bunga bank? misalnya untuk membayar biaya admin bank?
selamat membaca.


Bunga bank secara khusus tidak dikenal dalam permasalahan hukum para ulama terdahulu, karenanya kita tidak mendapatkan pembahasannya dalam kitab (buku) fiqih klasik.
Oleh karena itu, pembahasan ini masuk ranah fiqih modern atau dikenal dengan masalah fikih kekinian (kontemporer), sehingga ulama di masa kini berusaha membahas dan mencari titik benang merahnya dengan menggunakan kaidah-kaidah ulama terdahulu di dalam menghukumi sebuah kasus di masa sekarang, seperti kasus bunga bank ini.

Bunga Bank Adalah Riba, Namun Apakah Boleh Dimanfaatkan?

Para ahli ilmu setelah pengkajian yang dalam sepakat bahwa bunga bank sejatinya adalah riba. Hanya saja mereka berbeda pendapat tentang hukum memanfaatkan bunga tabungan (riba) di bank, apakah boleh ataukah terlarang?

Sejatinya bunga bank yang ada di rekening nasabah, sama sekali bukan harta si nasabah. Karena itu, bagi setiap nasabah tidak dibenarkan menggunakan uang bunga tersebut, untuk setiap kepentingan yang manfaatnya kembali kepada dirinya, apapun bentuknya.

Contohnya : bunga bank yang ada di rekening tabungan nasabah, diambil untuk membayar pajak yang dibebankan Negara, atau potongan biaya admin di bank yang bersangkutan, atau potongan biaya transfer antar rekening, dan biaya lainnya yang manfaat dan keuntungannya kembali kepada nasabah. Ini tidak boleh dan terlarang.

Untuk Membangun Sarana Umum, Apakah Boleh?

Bagaimana jika bunga bank ini dimanfaatkan untuk kepentingan umum, misalkan pembuatan jembatan, jalan umum, WC atau toilet Umum atau diberikan kepada Faqir miskin dan lain-lain yang bukan kepentingan pribadi. Apakah dibolehkan?

Ulama berbeda pendapat dalam masalah ini, yang paling kuat menurut hemat kami (Wallahu Ta’ala A’lam) adalah pendapat yang membolehkannya, ingat sekedar boleh saja dan bukan sebuah keutamaan.
Karena dalil yang bersifat umum, sebagaimana firman Allah Ta’ala :

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ وَذَرُواْ مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut).”
(QS. Al Baqarah: 278).

Maksudnya adalah tinggalkan sisa riba tersebut. Ayat ini juga menjelaskan siapa saja yang telah melakukan amalan ribawi, lalu dia tidak mengambil riba (misalkan, bunga bank) tersebut, maka dia wajib meninggalkan riba tersebut kemudian bertaubat pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Dibolehkannya memanfaatkan bunga bank ini karena ada alasan yang jelas dan mu’tabar (diakui) yang memalingkan dari hukum asal pada kondisi tertentu.

Bunga Bank Untuk Bangun Masjid, Bolehkah?

Kalau begitu, apakah boleh bunga bank itu untuk pembangunan masjid atau kegiatan keagamaan? Bukankah membangun masjid adalah juga untuk kepentingan umum kaum muslimin!?
Jawabannya : untuk bangun masjid dengan menggunakan bunga bank tidak boleh. Karena mendirikan masjid harus bersumber dari harta yang suci.
Sebagaimana yang pernah dilakukan juga oleh kaum Quraisy terdahulu ketika hendak membangun ka’bah, mereka mengharuskan sumber dananya dari harta yang halal saja. Dan Islam menguatkan hal ini.

Kemudian juga bunga bank pada dasarnya adalah harta haram, yang didapat dengan cara kezhaliman. Pendapat ini juga dikuatkan oleh Lajnah Daimah (Komite tetap untuk fatwa dan penelitian) Arab Saudi. Sebagaimana dinyatakan dalam fatwa no. 16576, berikut isi fatwanya, yang diterjemahkan secara bebas:

Pertanyaan

Al-Lajnah Ad-Daa-imah Lil Buhuuts Al-Ilmiyah Wal Ifta ditanya :
Saya memiliki sejumlah dana di salah satu bank negara ( di mana saya bermukim). Bank ini memberi bunga bulanan kepada saya. Dan setelah mengikuti jawaban yang anda berikan terhadap beberapa pertanyaan serupa, saya mendapatkan bahwa hal tersebut adalah riba.
Lalu apa yang harus saya lakukan terhadap bunga yang saya peroleh dari uang yang saya tabungkan tersebut?
Saya berharap anda mau menjelaskan kepada kami subtansi riba tersebut. Mudah-mudahan Allah Ta’ala memberikan balasan kebaikan.

Jawaban

Bunga yang anda telah ambil sebelum mengetahui pengharamannya, maka kami berharap Allah memberikan ampunan kepada anda.
Dan setelah mengetahui hukum haramnya, maka anda wajib menyelamatkan diri darinya serta menginfakkannya di jalan kebaikan, seperti misalnya menyedekahkannya kepada fakir miskin dan para mujahid di jalan Allah (yang tidak punya bekal), serta betaubat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dari mu’amalah dengan riba setelah mengetahuinya. Hal itu didasarkan pada firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala :

وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا ۚ فَمَنْ جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَانْتَهَىٰ فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَمَنْ عَادَ فَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Dan Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Rabbnya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan) ; dan urusannya (terserah) kepada Allah.
Adapun orang-orang yang mengulangi (mengambil riba) maka orang itu adalah penghuni-penghuni Neraka ; mereka kekal didalamnya”
(QS. Al-Baqarah : 275)

Wabillaahit Taufiq. Dan mudah-mudahan Allah senantiasa melimpahkan kesejahteraan dan keselamatan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, keluarga dan para sahabatnya.
(lihat Al-Lajnah Ad-Daa-imah Lil Buhuuts Al-Ilmiyah Wal Ifta, Fatwa Nomor 16576)., edisi Indonesia diterjemahkan dengan ‘Fatwa-Fatwa Jual Beli’, Pengumpul dan Penyusun Ahmad bin Abdurrazzaq Ad-Duwaisy, Terbitan Pustaka Imam Asy-Syafi’I Jakarta)

Kenapa Untuk Sarana Umum Boleh, Tapi Bangun Masjid Tidak Boleh?

Adapun di antara alasan kebolehan menyalurkan bunga bank (riba) untuk kepentingan umum yang tidak bersifat keagamaan, sebagaimana telah maklum :
harta ini jika tidak diambil, kemungkinan akan digunakan atau dimanfaatkan kembali  untuk menghasilkan keuntungan dari jalan yang tidak halal ( uang riba lagi bagi bank), dan kembali menzhalimi orang lain, bahkan kadang kala akan dimanfaatkan untuk membangun tempat ibadah non muslim (pemilik utama hampir semua bank di dunia adalah non muslim), menyokong misi kekafiran, dan menghalangi dakwah islam, dan sebaginya.
Dan perlu diingat hukum menyalurkannya bukan sebagai sedekah, tapi sebagai sebuah amalan mubah, karena Allah Yang Maha Berbuat Baik hanya akan menerima dari yang baik (thayyib) saja.

Semoga Allah Ta’ala menunjukkan hidayah dan memberikan taufiq kepada semuanya.
Wallahu Ta’ala A’lam.

 

Disusun oleh:
Ustadz Fadly Gugul حفظه الله
(Dewan Konsultasi Bimbinganislam.com)



Ustadz Fadly Gugul حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam

Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Fadly Gugul حفظه الله تعالى klik disini

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )