Dosakah Mengancam Muslim Karena Suatu Kesalahannya

Dosakah Mengancam Muslim Karena Suatu Kesalahannya

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Ustad kemarin saya sedang ada kasus sama teman saya, ceritanya seperti ini ; Dia meng-upload foto sodara saya yang maaf “gila”. Kemudian saya bilang ke dia “kalo kamu menghina keluarga saya, saya akan bacok kamu”.

Kemudian dia menghapus foto itu dan kemudian minta maaf. Apakah perbuatan saya sudah termasuk dosa. Dan sebaiknya saya harus bagaimana ustadz mohon penjelasannya?

(Dari Turi Di Cilegon Anggota Grup WA Bimbingan Islam).

Jawaban :

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Tidak boleh kita mengancam orang islam, dan haram hukumnya mengancam orang islam. Ancaman atau Tahdid definisinya ialah :

كل فعل من شأنه بث الرعب أو الخوف في نفس شخص آخر من خطر يُراد إيقاعه بشخصه أو بماله أو بشخص يعرفه أو يعنيه أمره

“Setiap perbuatan yang bertujuan untuk menebarkan rasa takut atau khawatir kedalam jiwa orang lain dikarenakan suatu bahaya yang ditargetkan kepada dia atau kepada hartanya atau kepada kerabatnya atau urusannya”.

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لا يحل لمسلم أن يروع مسلما

“Tidak halal bagi seorang muslim untuk menakut-nakuti muslim yang lain”. (Shahih Sunan Abu Dawud : 5004).

Dalam riwayat lain nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لاَ يُشِيْرُ أَحَدُكُمْ إِلَى أَخِيْهِ بِالسِّلاَحِ فَإِنَّهُ لاَ يَدْرِى أَحَدُكُمْ لَعَلَّ الشَّيْطَانَ يَنْزِعُ فِي يَدِهِ فَيَقَعُ فِي حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ

Janganlah seseorang diantara kalian mengacungkan senjata kepada saudaranya karena sesungguhnya kalian tidak tahu bisa jadi setan merenggut (nyawanya) melalui tangannya sehingga mengakibatkannya masuk ke lubang api neraka. (HR. Bukhari : 7072).

Langkah yang selayaknya ditempuh adalah mengingatkan dengan secara sembunyi-sembunyi bahwa tindakannya meng-upload foto itu tidak benar dan menyebabkan orang sakit hati. Tidak langsung diancam bacok dan jenis ancaman-ancaman lainnya. Ketika sudah terlanjur seperti itu cobalah meminta maaf atas kekasaran yang kita lakukan pada saudara kita ini. Seorang yang berada pada kondisi lemah meminta maaf itu biasa. Namun yang luar biasa adalah kita berada di atas posisi yang kuat, tapi itu tidak menghalangi kita dari meminta maaf atas kesalahan kita. Wallahu a’lam.

Referensi :

Shahih Sunan Abu Dawud oleh Al-Imam Al-Albani
Shahih Bukari oleh Imam Bukhari

Konsultasi Bimbingan Islam
Ustadz Abul Aswad Al Bayati
Reviewed by USB.

CATEGORIES
Share This

COMMENTS