Antara Mempelajari Al Qur’an Sampai Bersanad Dan Majelis Ilmu

Antara Mempelajari Al Qur’an Sampai Bersanad Dan Majelis Ilmu

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Ustadz, manakah yang lebih utama antara mempelajari alqur’an sampai mendapatkan sanad dengan mendatangi majelis ilmu atau kajian-kajian islam?

(Dari Hamba Alloh Anggota Grup WA Bimbingan Islam)

Jawaban :

وعليكم السلام ورحمة الله وبر كاته

Keutamaan suatu ilmu dinilai dari banyak faktor, di antaranya seperti:
1-Urgensinya bagi diri sendiri dan masyarakat.
2-Masih sedikitnya orang yang menguasai ilmu tersebut.
3-Eratnya kaitan ilmu tersebut dengan bertambahnya amal dan iman kita.
4-Kemampuan kita untuk mempelajarinya dengan baik dan benar.
5-Agungnya masalah yang dibahas oleh ilmu tersebut.

Nah, bila suatu ilmu memiliki keutamaan dari semua faktor diatas, maka itulah yang paling utama. Oleh karenanya, jawaban saya tidak bersifat baku, namun relatif… Menurut saya pribadi, belajar Al Qur’an tidak sama dengan mencari sanad dan menguasai ilmu qiraat yang cukup rumit. Belajar Al Qur’an diawali dengan belajar membacanya dengan baik dan benar sesuai dasar-dasar ilmu tajwid, kemudian lebih difokuskan kepada mentadabburi ayat-ayatnya (tafsir), mempelajari hukum-hukum yang dikandungnya, serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Tentunya akan lebih baik lagi jika dibarengi dengan menghafal dan menguasai ilmu qiraat, karena itu membantu kita dalam belajar tafsir.
Urgensi dari mendapatkan sanad Al Qur’an itu sendiri tidak seberapa dibanding memahami isinya. Apalagi dilihat dari segi pengamalan, maka orang yang mendapatkan sanad Al Qur’an dlm beberapa qiraat tidak akan bisa mengamalkan isi Al Qur’an tanpa belajar tafsir dan ilmu-ilmu lainnya… sebaliknya, orang yang tidak punya sanad (seperti kebanyakan kaum muslimin bahkan para ustadz kita), tetap bisa mengamalkan dan memahami isi Al Qur’an asalkan mau belajar dan menghadiri majelis ilmu, baik yang membahas ttg akidah, ibadah, maupun mu’amalah; karena itu semua merupakan kandungan Al Qur’an.
Yang paling baik ialah mengambil dasar-dasar dari setiap ilmu, baik ilmu tajwid, qira’at, tafsir, hadits, fikih, usul fikih, bahasa Arab, dsb; lalu setelah itu baru mendalami ilmu tertentu secara spesifik, yang dibarengi dengan amal shalih tentunya.
Wallaahu a’lam.

Konsultasi Bimbingan Islam
Ustadz Dr. Sufyan bin Fuad Baswedan, MA

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS