Kriteria Barang Temuan Dalam Islam

Kriteria Barang Temuan Dalam Islam bimbingan islam
Kriteria Barang Temuan Dalam Islam bimbingan islam

Kriteria Barang Temuan Dalam Islam

Para pembaca Bimbinganislam.com yang baik hati berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang bagaimana kriteria barang temuan dalam islam.
Silahkan membaca.

Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga Allah Azza wa Jalla selalu menjaga Ustadz & keluarga.

Saya mendapati kasus, ada dua orang yang minta izin menginap sementara di salah satu rumah keluarga, karena butuh pertolongan, bahkan tinggal di rumah  tersebut sampai 6 bulan.
Selama di rumah tersebut, selain diberi penginapan, juga makan dan sarana akomodasi lain.

Namun tidak disangka, mereka ternyata menipu keluarga tersebut. dengan tiba-tiba menghilang dengan mengambil sejumlah uang yang tidak sedikit.
Tapi 2 orang ini (pencuri) meninggalkan beberapa pakaian bekasnya, kemudian oleh sang pemilik rumah, pakaiannya ini diberikan kepada beberapa tetangganya.

Pertanyaannya :
Bolehkah seseorang memakai pakaian bekas/pernah dipakai oleh seorang pencuri, bagaimana hukumnya, dan termasuk gosob atau mengambil barang orang lain tanpa ijin kah?

(Disampaikan oleh Fulanah, Sahabat Bias  T10)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du
Ayyuhal  Ikhwan wal Akhwat baarakallah fiikum Ajma’in.

Pada dasarnya barang itu adalah milik orang yang memegang dan memilikinya, maka ini adalah hukum asal, tidak akan berpaling bahwa barang itu milik orang lain sampai ada bukti yang jelas, entah itu pinjam, hutang ataupun sekedar hak pakai dan bukan hak milik, dan semisalnya.

Maka pada kasus ini barang dari dua orang (yang disangka sebagai pencuri) tersebut yang ditinggalkannya adalah milik asli pencuri tersebut, sampai ada bukti kuat, bahwa itu adalah hasil curian juga. Jika dia meninggalkannya (pakaian bekas tersebut) maka berlaku baginya hukum barang temuan (luqothah),

Syeikh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah mengklasifikasi barang temuan ini (Luqothah) menjadi tiga bagian :

أحدها: ما تَقِلّ قيمته، كالسوط والرغيف ونحوهما، فيُمْلك بلا تعريف
والثاني: الضوالّ التي تمتنع من صغار السباع، كالإبل، فلا تملك بالالتقاط مطلقاً
والثالث: ما سوى ذلك، فيجوز التقاطه، ويملكه إذا عَرَّفه سنة كاملة

1. Barang yang kecil atau remeh nilainya seperti cambuk, sepotong roti dan lain-lain, maka yang menemukan memilikinya tanpa perlu di umumkan.
2. Binatang-binatang yang tersesat/hilang yang mampu melindungi dirinya dari binatang buas yang kecil, maka tidak boleh mengambilnya sama sekali.
3. Selain barang-barang tersebut, maka yang mengambilnya boleh memilikinya jika telah diumumkan selama setahun, artinya menunggu setahun, karena pemilik barang sudah tahu barangnya ditinggalkan di rumah tersebut.
(Manhajus Salikin, Poin 406)

Maka untuk pakaian ini dikembalikan kepada urf/adat/kebiasaan di daerah setempat, apakah termasuk pakaian mahal atau tidak?
Jika mahal harus menunggu selama setahun.
Jika termasuk pakaian murah/bekas juga, dan kemungkinan besar pemiliknya tidak akan mengambil atau memintanya maka boleh dibagikan dan dipakai (tidak termasuk ghasab), adapun persoalan dia mencuri itu ada hukum lain.

Wallahu Ta’ala A’lam.
mencintai nabi muhammad,

 

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Jum’at, 13 Jumadal Akhirah 1441 H/ 07 Februari 2019 M



Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam

Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Fadly Gugul حفظه الله تعالى klik disini