https://socialbarandgrill-il.com/ situs togel dentoto https://dentoto.cc/ https://dentoto.vip/ https://dentoto.live/ https://dentoto.link/ situs toto toto 4d dentoto https://vlfpr.org/ http://jeniferseo.my.id/ https://seomex.org/ omtogel https://omtogel.site/ personal-statements.biz https://www.simt.com.mk/ https://www.aparanza.it/ https://vivigrumes.it/ https://interpolymech.com/ https://frusabor.com/ https://www.aparanza.it/ https://www.ibcmlbd.com/ https://uhra.com.ua/ https://www.newdayauctions.com/ https://chai-sacco.co.ke/
Sikap Kita Terhadap Kerabat Yang Sering Minta Uang | Bimbingan Islam
KeluargaKonsultasi

Sikap Kita Terhadap Kerabat Yang Sering Minta Uang

Sikap Kita Terhadap Kerabat Yang Sering Minta Uang

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang Sikap Kita Terhadap Kerabat Yang Sering Minta Uang, selamat membaca.


Pertanyaan:

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga Allah selalu memberikan rahmat untuk para asatidzah dan seluruh tim Mahad Bimbingan Islam.

Saya punya saudara jauh yang suka/sering meminta uang kepada saya ustadz. Beliau tidak pernah silaturahmi, dan kalau minta bantuan pun hanya kirim pesan WA asal tembak (tidak mau kirim kabar berita).

Contoh: saya minta uang sebanyak Rp xx. Saya tidak keberatan dengan orang meminta bantuan, dan sedekah terhadap kerabat adalah lebih utama daripada sedekah terhadap orang lain.

Tetapi saya kurang sreg karena beliau tidak pernah ada kabar kecuali untuk minta uang. Dan pernah beliau minta uang berjumlah besar katanya buat modal usaha, tetapi malah tidak dipakai buat usaha.

Makanya sampai sekarang tetap minta uang karena tidak ada penghasilan. Bagaimana saya harus menyikapinya ustadz?

Saya mau memberi pengertian bahwa orang yang sering meminta minta ketika fisik masih mampu untuk berusaha itu tidak di sarankan dalam islam.
جزاك اللهُ خيراً

(Ditanyakan Oleh Santri Mahad Bimbingan Islam)

 

Random Ad Display

Jawaban:

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

Jika seperti itu lebih baik jangan diberi bantuan dulu karena cara memintanya kurang baik.

Dan kabarkan terkait ancaman orang yang suka minta-minta tanpa sebab, dan dari ‘Abdullah bin ‘Umar, ia berkata bahwa Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَسْأَلُ النَّاسَ حَتَّى يَأْتِىَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَيْسَ فِى وَجْهِهِ مُزْعَةُ لَحْمٍ

“Jika seseorang meminta-minta (mengemis) pada manusia, ia akan datang pada hari kiamat tanpa memiliki sekerat daging di wajahnya.” (HR. Bukhari no. 1474 dan Muslim no. 1040.)

Dari Hubsyi bin Junadah, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ سَأَلَ مِنْ غَيْرِ فَقْرٍ فَكَأَنَّمَا يَأْكُلُ الْجَمْرَ

“Barangsiapa meminta-minta padahal dirinya tidaklah fakir, maka ia seakan-akan memakan bara api.” (HR. Ahmad 4/165. Syaikh Syu’aib Al Arnauth berkata bahwa hadits ini shahih dilihat dari jalur lain.)

Dari Samuroh bin Jundub, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْمَسْأَلَةُ كَدٌّ يَكُدُّ بِهَا الرَّجُلُ وَجْهَهُ إِلَّا أَنْ يَسْأَلَ الرَّجُلُ سُلْطَانًا أَوْ فِي أَمْرٍ لَا بُدَّ مِنْهُ

“Meminta-minta adalah seperti seseorang mencakar wajahnya sendiri kecuali jika ia meminta-minta pada penguasa atau pada perkara yang benar-benar ia butuh.” (HR. An Nasai no. 2600, At Tirmidzi no. 681, dan Ahmad 5/19. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.)

Dan kabarkan juga tentang berusaha untuk mencari nafkah sendiri itu lebih baik. Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لأَنْ يَحْتَطِبَ أَحَدُكُمْ حُزْمَةً عَلَى ظَهْرِهِ خَيْرٌ مِنْ أَنْ يَسْأَلَ أَحَدًا ، فَيُعْطِيَهُ أَوْ يَمْنَعَهُ

“Lebih baik seseorang bekerja dengan mengumpulkan seikat kayu bakar di punggungnya dibanding dengan seseorang yang meminta-minta (mengemis) lantas ada yang memberi atau enggan memberi sesuatu padanya.” (HR. Bukhari no. 2074.)

Bekerja keras dengan menggunakan tangan, itu adalah salah satu pekerjaan terbaik bahkan inilah cara kerja para Nabi ‘Alaihimush sholaatu wa salaam. Dari Al Miqdam, dari Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا قَطُّ خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ ، وَإِنَّ نَبِىَّ اللَّهِ دَاوُدَ – عَلَيْهِ السَّلاَمُ – كَانَ يَأْكُلُ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ

“Tidak ada seseorang memakan suatu makanan yang lebih baik dari makanan hasil kerja keras tangannya sendiri. Dan Nabi Daud ‘alaihis salam makan dari hasil kerja keras tangannya.” (HR. Bukhari no. 2072.)

بارك الله فيك وهداك الله لطاعته


Wallahu Ta’ala A’lam.

 

Dijawab dengan ringkas oleh: 
Ustadz Fikri Hilabi, S.Ag. حافظه الله

Artikel Terkait

Back to top button