KonsultasiNikah

Apakah Tidak Menikah, Maka Otomatis Bukan Umat Rasulullah?

Apakah Tidak Menikah, Maka Otomatis Bukan Umat Rasulullah?

Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga Allah senantiasa memberikan nikmat dan rahmat-Nya kepada Ustadz dan keluarga. Aamiin
Ustadz, apakah jika wanita umur 40 tahun dan tidak menikah, bukan termasuk umat Rasulullah?

Jazaakallahu khairan wa barakallahu fiik.

(Disampaikan oleh Fulanah, Sahabat BiAS T07 G-100)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Semua jin dan manusia yang hidup setelah nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasalllam adalah umat beliau. Inilah yang dinamakan umat da’wah, yang nabi diutus untuk mendakwahi mereka.

Baca Juga :  Islam Moderat, Apa Itu? Bagaimana Menyikapinya?

Sedangkan yang mengikuti beliau dan menerima agama yang beliau sampaikan, dinamakan umat ijabah.

Kemungkinan penanya kurang memahami hadits rasulullah shalllalllahu ‘alaihi wasallam ketika mendengar salah seorang sahabat tidak menikah, beliau berkata :

وَأُفْطِرُ وَأَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي

“……..dan aku juga menikahi wanita. Maka siapa yang saja yang membenci sunnahku, berarti bukan dari golonganku.”
(Muslim : 2487)

Hadits di atas tidak bermakna orang yang tidak menikah keluar dari islam, dan tidak lagi menjadi umat nabi Muhammad, akan tetapi maknanya adalah anjuran yang sangat untuk menikah, dan mejelaskan syariat Islam tidak mengenal dengan istilah membujang.

Seseorang yang tidak menikah karena ada udzur syar’i, tidak masuk dalam hadits di atas. Yang diancam oleh rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang merasa hidup membujang lebih Allah cintai dan lebih bisa mendekatkan diri kepada Allah, orang seperti inilah yang Nabi katakan bukan golonganku karena dia menyelisihi jalan Rasulullah.

Oleh karena itu, kami menasihatkan kepada penanya untuk segera menikah jika telah ada calon suami sholih yang siap mendampinginya dan tidak menunda-nundanya.

 

Wallahu a’lam,
Wabillahit taufiq.

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله
Senin, 4 Dzulhijjah 1440 H / 5 Agustus 2019 M



Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى 
klik disini

Baca Juga :  Jamak Shalat Maghrib, Dengan Imam Sholat Isya Qoshor, Apa Boleh?

Ustadz Muhammad Ihsan, S.Ag., M.HI.

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2011 – 2015, S2 Universitas Muhammadiyah Surakarta Hukum Islam 2016 – 2021 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Dauroh Syaikh Sulaiman & Syaikh Sholih As-Sindy di Malang 2018, Beberapa dars pada dauroh Syaikh Sholih Al-’Ushoimy di Masjid Nabawi, Dauroh Masyayikh Yaman tahun 2019, Belajar dengan Syaikh Labib tahun 2019 – sekarang | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Kegiatan bimbingan islam

Related Articles

Back to top button