Opening WAG BIAS
KonsultasiNikah

Orang Tua Melarang Anak Menikah Dengan Alasan yang Tidak Syar’i, Bagaimana Sikap Kita?

Orang Tua Melarang Anak Menikah Dengan Alasan yang Tidak Syar’i, Bagaimana Sikap Kita?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang mencintai Allah ta’ala berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang orang tua melarang anak menikah dengan alasan yang tidak syar’i, bagaimana sikap kita?
selamat membaca.

Pertanyaan :

بسم اللّه الرحمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Semoga Allah senantiasa memberikan nikmat dan rahmat-Nya kepada Ustadz dan keluarga. Aamiin
‘Afwan Ustadz izin bertanya.

Bagaimana hukumnya kita sebagai anak, disaat kita sudah ingin dan sudah siap untuk menikah bahkan sudah mencapai ba’ah, tapi orangtua melarang karena menyuruh bekerja terlebih dahulu, dan dilarang melangkahi kakaknya ?
Beliau berusia 18 tahun, ba’ah itu seperti keinginan cenderung untuk bersama lawan jenis.

Baca Juga:  Hukum Tidak Menerima Tamu Karena Ada Urusan Pribadi? Apa Boleh?

Jazaakallahu khairan wa barakallahu fiik.

(Disampaikan fulanah, Sahabat BiAS T09 G-07)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Semoga Allah memudahkan urusan penanya dan urusan seluruh kaum muslimin.

Pertama, kami ingin meluruskan makna lafazh ba’ah (الباءة), para ulama menjelaskan makna ba’ah adalah kesanggupan untuk mencari biaya pernikahan dan kehidupan berumah tangga, sebagian mereka mengatakan maknanya adalah sanggup untuk berjima’.
Maka makna sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam :

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنْ اسْتَطَاعَ منكُم الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ

Adalah : wahai para pemuda, siapa diantara kalian yang sudah memiliki ba’ah -sanggup berjima’ dan memikul biaya rumah tangga- , hendaklah dia menikah
(HR. Bukhari : 5066).

Baca Juga:  Bagaimana Bila Nama Anak Diambil Dari Bahasa Asing?

Kedua, memang yang menjadi dilema seorang anak -terlebih perempuan- adalah ketika orang tua melarang anaknya untuk segera menikah, dengan alasan yang sangat tidak syar’i, seperti karir, belajar dan lainnya, padahal si anak telah sangat ingin menikah.

Maka, kami katakan tidak boleh orang tua melarang seorang anak untuk menikah. Bahkan orang tua hendaknya mencarikan pasangan untuknya, karena itu akan membuat harga diri anak terjaga. Dan lebih menyelamatkan agamanya apabila suaminya adalah seorang yang sholih.

Maka, saya nasihatkan kepada penanya untuk bersabar dan selalu mengangkat tangan berdoa kepada Allah terutama di waktu mustajab, agar Allah melembutkan hati orang tua. Dan ajaklah orang tua untuk mengikuti kajian – kajian Islami yang sesuai sunnah, sehingga orang tua bisa memahami agama yang sebenarnya.

Baca Juga:  Sholat Subuh Kesiangan

Wallahu a’lam
Wabillahittaufiq

 

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله
Sabtu, 20 Shafar 1441 H/ 19 Oktober 2019 M



Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى 
klik disini

Ustadz Muhammad Ihsan, S.Ag., M.HI.

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2011 – 2015, S2 Universitas Muhammadiyah Surakarta Hukum Islam 2016 – 2021 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Dauroh Syaikh Sulaiman & Syaikh Sholih As-Sindy di Malang 2018, Beberapa dars pada dauroh Syaikh Sholih Al-’Ushoimy di Masjid Nabawi, Dauroh Masyayikh Yaman tahun 2019, Belajar dengan Syaikh Labib tahun 2019 – sekarang | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Kegiatan bimbingan islam
Back to top button