Sering Ikut Kajian Namun Masih Sering Main Game?

Sering Ikut Kajian Namun Masih Sering Main Game?

Sering Ikut Kajian Namun Masih Sering Main Game?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang sering ikut kajian namun masih sering main game?
selamat membaca.


Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga ustadz selalu dalam lindungan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Ustadz, ada ikhwan yang sudah sering ikut kajian dan ngaji salaf masih suka main game Playstation dan dia malas bekerja. Apakah dia berdosa?
Bisakah ikhwan tersebut diruqyah agar bisa menghilangkan kebiasaannya tersebut?

Tanya Jawab AISHAH – akademi shalihah
(Disampaikan Oleh Fulanah – SahabatAISHAH)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Alhamdulillāh wa shalātu wa salāmu ‘alā rasūlillāh.

Malas bukanlah sifat seorang mukmin, karena kita diciptakan oleh Allah di dunia ini untuk menjalankan hak Allah yaitu untuk diibadahi. Oleh karenanya rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berlindung dari sifat malas, beliau bersabda:

اللهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, *rasa malas*, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur serta bencana kehidupan dan kematian).”
(HR. Bukhari no. 6367 dan Muslim no. 2706)

Dan indikator kebaikan seorang muslim adalah tatkala dirinya meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيْهِ

“Di antara tanda kebaikan Islam seseorang adalah tatkal dia meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya”
(HR. Tirmidzy : 2318).

Adapun apa dosa yang ia dapatkan, itu tergantung kewajiban yang ia lalaikan dan keharaman yang ia lakukan. Sholatnya yang terlalaikan, hak orang tua, hak istri, hak anak. Keharaman seperti mendengarkan musik yang biasanya ada dalam game.

Cara menyadarkannya adalah memberikannya nasihat, memberikannya pemahaman tentang tujuan hidup di dunia, menakut-nakutinya dengan kematian yang bisa datang tiba-tiba mungkin saat dia bermain game.

Adapun sekedar membacakan alquran kepadanya, bisa jadi tidak berpengaruh, karena dia sendiripun tidak paham apa yang Allah katakan dalam alquran.

Jika dimaksudkan dengan ruqyah adalah menghilangkan godaan jin dalam tubuh, maka ketahuilah sekedar membacakan alquran tanpa ada keinginan untuk mengamalkan alquran tidak akan bisa menepis godaan jin, kecuali dia sakit disebabkan jin.
Jika bisa menghilangkan kemaksiatan dengan ruqyah, tentu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dahulu meruqyah semua penduduk kafir quraisy agar mereka masuk islam.

Wallahu a’lam.

 

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله
Kamis,  04 Dzulqa’dah 1441 H / 25 Juni 2020 M



Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى 
klik disini

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS