Apakah Sifat Pendonor Darah Akan Menurun ke Penerima bimbingan islam
Apakah Sifat Pendonor Darah Akan Menurun ke Penerima bimbingan islam

Apakah Sifat Pendonor Darah Akan Menurun ke Penerima?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki adab dan akhlak yang luhur berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang Apakah benar sifat pendonor darah akan menurun ke penerima darah?
Silahkan membaca.


Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga Allah Azza wa Jalla selalu menjaga Ustadz & keluarga.

Ustadz, Apakah benar sifat pendonor darah akan menurun ke penerima donor darahnya?

(Disampaikan oleh Fulan, Member grup WA BiAS)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du

Minimal ada 2 hal yang perlu dilihat dari pertanyaan yang anda maksudkan;

Baca:  Apa Hukum Doa Dengan Mengangkat Tangan Setelah Sholat?

1. Jika yang dimaksud adalah sifat karakter (akhlak), maka hal ini tidak benar.
Karena akhlak itu ada 2 macam, yaitu akhlak bawaan sejak lahir merupakan anugerah dan pemberian Allah Yang Maha Pemurah (ini adalah akhlak yang terbaik), bukan karena faktor gen dan darah.

Pernah Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Asyajj Abdul Qais,

إِنَّ فِيْكَ لَخُلُقَيْنِ يُحِبُّهُمَا اللهُ: اَلْحِلْمُ وَلْأَنَاةُ

“Sesungguhnya dalam dirimu terdapat dua perangai, yang keduanya dicintai oleh Allah, yaitu santun dan kalem (tenang dan sabar, tidak tergesa-gesa).”

Ia bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah kedua perangai ini karena usahaku dalam melakukannya ataukah Allah menganugerahkannya kepadaku?”

Beliau menjawab,

بَلْ جَبَلَكَ اللهُ عَلَيْهِمَا

“Bahkan Allah telah menganugerahkan keduanya kepadamu.”

Ia mengatakan, “Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku sesuatu yang Dia cintai.”
(HR. Abu Daud, no. 5225, dihukumi sebagai hadits shahih oleh ahli hadits Syaikh Syu’aib Al Arnaut).

Baca:  Batasan Sholat Dhuha

Dan macam yang kedua adalah akhlak muktasabah (yang diusahakan) dengan belajar, bimbingan, dan atau pengalaman panjang.

Rasulullah Shallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:

إِنَّمَا الْعِلْمُ بِالتَّعَلُّمِ، وَإِنَّمَا الْحِلْمُ بِالتَّحَلُّمِ، مَنْ يَتَحَرَّى الْخَيْرَ يُعْطَهُ، وَمَنْ يَتَّقِ الشَّرَّ يُوقَهُ

“sesungguhnya ilmu itu didapat dengan belajar dan santun didapat dengan latihan, barang siapa mencari kebaikan maka dia diberinya dan barang siapa menjauhi keburukan maka dia dilindungi darinya.”
(HR. Thabarani, Baihaqi, Baghdadi, Abu Khaitsamah, dinilai shahih oleh al-Albani dalam Silsilah Shahihah, no. 342)

2. Jika yang dimaksud sifat darah akan menular kepada darah penerima donor, seperti pengaruh gen darah, penyakit khusus bawaan orang tua, dan semisalnya, maka, Wallahu Ta’ala A’lam, silahkan tanya ke dokter ahli.

Baca:  Sikap Kepada Orang Tua Dan Berita Politik 

Wallahu Ta’ala A’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Senin, 10 Rabiul Awal 1442 H / 26 oktober 2020 M



Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam

Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Fadly Gugul حفظه الله تعالى klik disini