Hikmah yang Bisa Diambil dari Musibah

Hikmah yang Bisa Diambil dari Musibah

Hikmah yang Bisa Diambil dari Musibah

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang hikmah yang bisa diambil dari musibah.
selamat membaca.


Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga ustadz selalu dalam lindungan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Ada keluarga yang dua tahun terakhir ini diuji Alloh dengan musibah kecelakaan. Tahun kemarin bapaknya kecelakaan. Anak-anaknya juga mengalami kecelakaan. Tahun ini bapaknya mengalami kecelakaan lagi. Menantunya juga kecelakaan. Alhamdulillah semua selamat dari kecelakaan tersebut.

Bagaimana keluarga tersebut menyikapi kejadian kecelakaan yang bisa dibilang sering menimpa keluarga tersebut. Atau hikmah apa yang bisa diambil dari kejadian tersebut?

Tanya Jawab AISHAH – akademi shalihah
(Disampaikan Oleh Fulanah – SahabatAISHAH)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Alhamdulillāh wa shalātu wa salāmu ‘alā rasūlillāh.

Semoga Allah memberikan pahala kepada keluarga tersebut yang mengalami musibah berturut – turut.

Musibah dalam bentuk apapun merupakan ujian dari Allah. Bisa bermakna teguran akan dosa – dosa kita agar kita selalu kembali kepada Allah sebagaiman firman Allah:

وَمَآ أَصَٰبَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُوا۟ عَن كَثِيرٍ

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).”
(QS. Asy Syuraa: 30)

Namun, bisa juga untuk mengangkat derajat seseorang jika ia adalah orang yang bertakwa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلاَ وَصَبٍ وَلاَ هَمٍّ وَلاَ حُزْنٍ وَلاَ أَذًى وَلاَ غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلاَّ كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

”Tidaklah sesuatu menimpa seorang muslim berupa kesusahan, rasa sakit, kegelisahan, rasa sedih, adanya gangguan, dan rasa gundah, hingga duri yang mengenai dirinya kecuali Allah menjadikannya sebagai pelebur atas kesalahan-kesalahannya”
(HR. Bukhari).

Dan jangan sampai pula diartikan yang aneh – aneh, menganggap kesialan dan perasaan – perasaan lainnya tanpa dalil. Semuanya datang dari Allah, dan kepada Allahlah kita berlindung dari segala musibah.

Wallahu a’lam.

 

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله
Kamis,  04 Dzulqa’dah 1441 H / 25 Juni 2020 M



Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى 
klik disini

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS