Semangat Belajar Islam Tapi Kurang Pengamalan Adab

Semangat Belajar Islam Tapi Kurang Pengamalan Adab

Semangat Belajar Islam Tapi Kurang Pengamalan Adab

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang semangat belajar islam tapi kurang pengamalan adab.
selamat membaca.


Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ahsanallah ilaikum ustadz. Semoga Allah ‘Azza wa Jalla selalu menjaga ustadz dan keluarga.

Ustadz, saya mau bertanya, bagaimana jika ada orang yang semangat menuntut ilmu sunnah dan belajar islam, tapi dia tidak memprakteknya di kehidupan sehari-hari, terlebih kepada keluarganya, contoh:

 1. Jika sedang berdzikir, anak mendekat dan orang itu malah marah-marah, karena dianggap mengganggu.
2. Tidak memperbolehkan pasangannya mendonorkan darah kepada sesama muslim yang membutuhkan karena  waktunya belajar akan tersita atau berkurang jika menemani pasangannya ke rumah sakit.
3. tidak mau bersilahturahmi jika bukan dengan sesama ikhwan sunnah.

 Jazākallāhu khayran.

(Disampaikan oleh Admin T10-G53)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Saudara-saudariku sekalian yang mencintai Sunnah dan dicintai Allah ‘Azza wa Jalla, harus diakui bahwa Akhlaq memang PR utama bagi sebagian orang ber-ilmu. Disaat seseorang memiliki ilmu tentang Tauhid dan Sunnah maka syeitan tidak akan memberi godaan besar untuk berbuat Syirik dan Bid’ah, syeitan akan lebih memprioritaskan untuk merusak Akhlaq orang tersebut, ia akan mengerahkan segala cara untuk menanamkan sifat kasar pada keluarga, acuh pada sesama, sombong pada tetangga, hasad pada orang lain dan berbagai macam akhlaq buruk lainnya.

Semua upaya jahat ini sejalan dengan ikrar setan sendiri tatkala Allah usir mereka dari surga, yakni akan selalu menghalangi kita dari jalan kebaikan

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ ثُمَّ لآتِيَنَّهُم مِّن بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَن شَمَآئِلِهِمْ وَلاَ تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

“Karena Engkau telah menghukumku tersesat, sungguh aku akan benar-benar menghalangi mereka (manusia) dari jalan-Mu yang lurus, kemudian aku akan datangi mereka dari depan dan dari belakang, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan dari mereka bersyukur”
(QS Al-A’rof 16-17)

Karena itulah syariat kita sangat menjunjung tinggi akhlaq, bahkan menjadikannya sesuatu dengan timbangan yang paling berat di hari kiamat

مَا شَيْءٌ أَثْقَلُ فِي مِيزَانِ الْمُؤْمِنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ خُلُقٍ حَسَنٍ

“Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan seorang mukmin kelak di hari kiamat selain akhlaq mulia
[HR Tirmizi 2002, Abu Daud 4799]

Rosululloh sholallahu ‘alaihi wasallam juga pernah ditanya tentang sesuatu yang paling banyak memasukkan manusia ke Surga, Beliau menjawab:

تَقْوَى اللَّهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ

Taqwa kepada Allah dan akhlaq yang mulia”
[HR Tirmizi 2004]

Atas dasar itu semua wahai saudara saudariku sekalian yang mencintai Sunnah dan dicintai Allah ‘Azza wa Jalla, sudah sepatutnya bagi kita untuk memberi porsi besar kepada diri sendiri dalam mempelajari adab dan memperbaiki akhlaq. Memang tidak mudah, karena hal itu butuh ‘mujahadah’ atau perjuangan yang kuat, bahkan para ulama pun membutuhkan waktu yang lama untuk mempelajarinya. Abdulloh bin Mubarok rohimahulloh mengatakan :

طلبت الأدب ثلاثين سنة وطلبت العلم عشرين سنة كانوا يطلبون الأدب ثم العلم

“Saya mempelajari adab selama 30 tahun dan saya mempelajari ilmu (agama) selama 20 tahun, mereka (para ulama salaf) biasa memulai pelajaran dengan mempelajari adab terlebih dahulu baru kemudian ilmu”
(Ghayatun-Nihayah fi Thobaqotil Qurro I/446)

Selain itu jangan lupa berdoa agar diberi akhlaq yang baik dan dijauhkan dari akhlaq yg buruk, Rosululloh sholallahu ‘alaihi wasallam pernah mencontohkan sebuah doa sebagaimana disebutkan dalam hadits Ali bin Abi Tholib rodhiallahu ‘anhu:

,أَللَّهُمَّ اهْدِنِيْ لِأَحْسَنِ الأَخْلَاقِ, فَإِنَّهُ لَا يَهْدِيْ لِأَحْسَنِهَا إِلَّاأَنْت، وَاصْرِفْ عَنِّيْ سَيِّئَهَا لَايَصْرِفُ عَنِّيْ سَيِّئَهَاإِلَّاأَنْتَ

“Ya Allah tunjukkanlah aku pada akhlaq yang paling baik, karena tidak ada yang bisa menunjukkannya selain Engkau. Ya Allah jauhkanlah aku dari akhlaq yang buruk, karena tidak ada yang mampu menjauhkannya dariku selain Engkau”
[HR Muslim 771, Tirmidzi 3419, Abu Dawud 760]

Semoga Allah memberikan pertolongan pada kita untuk mempelajari adab dan memperindah akhlaq.

Wallahu A’lam,
Wabillahittaufiq.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله
Jum’at, 05 Dzulqa’dah 1441 H/ 26 Juni 2020 M



Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI IMAM SYAFI’I Kulliyyatul Hadits, dan Dewan konsultasi Bimbingan Islam,
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله  
klik disini

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS