Perbedaan Hukum Islam Dan Syariat Islam

Perbedaan Hukum Islam Dan Syariat Islam

Perbedaan Hukum Islam Dan Syariat Islam

Pertanyaan :

بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمةالله وبركاته

Ustad mohon pencerahanya, apa arti Islam berdasarkan kalamullah dan apa perbedaan hukum Islam dan syariat Islam?

جَزَاك الله خَيْرًا

(Sahabat BiAS T09-G16)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله و على آله و صحبه أجمعين

Imam Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz menjelaskan makna Islam dengan menukil ayat dari kitab suci Al-Qur’an, beliau berkata:

الإسلام: هو الاستسلام لله والخضوع له بفعل أوامره وترك نواهيه، هذا هو الإسلام إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الإِسْلامُ[آل عمران:19] *الإسلام يعني: الانقياد والذل لله بتوحيده والإخلاص له، وطاعة أوامره وترك نواهيه، هذا هو الإسلام*

Islam adalah pasrah kepada Allah, tunduk kepada-Nya dengan cara melaksanakan perintah dan meninggalkan larangan. Ini adalah Islam (Sesungguhnya agama di sisi Allah adalah Islam) [Ali Imran : 19]

Islam artinya mentaati, menghinakan diri di hadapan Allah dengan mentauhidkannya serta mengikhlaskan diri hanya kepada Allah melaksanakan perintah serta menjauhi larangan inilah makna Islam.”
(Fatawa Syaikh Bin Baz no. 14565).

Adapun makna syariat adalah;

الشريعة هي الدين كله ، الذي اصطفاه الله لعباده ليخرجهم به من الظلمات إلى النور ، وهو ما شرعه لهم وبينه لهم من الأوامر والنواهي والحلال والحرام ، فمن اتبع شريعة الله فأحل حلاله وحرم حرامه فقد فاز ، ومن خالف شريعة الله فقد تعرض لمقته وغضبه وعقابه .
قال الله تعالى : ( ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَى شَرِيعَةٍ مِنَ الْأَمْرِ فَاتَّبِعْهَا وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَ الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ) الجاثية/ 18.

Syariat adalah agama seluruhnya, yang telah Allah pilihkan bagi hamba-Nya untuk mengentaskan mereka dari kegelapan menuju cahaya. Yaitu apa yang telah Allah syariatkan bagi mereka, Allah jelaskan bagi mereka, berupa perintah dan laranga, halal dan haram.

Barangsiapa mengikuti syariat Allah, menghalalkan apa yang Dia halalkan, mengharamkan apa yang Dia haramkan, maka ia telah beruntung. Barangsiapa menyelisihi syariat Allah maka ia akan mendapatkan siksa, kemurkaan serta azab dari Allah. Allah ta’ala berfirman :

ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَىٰ شَرِيعَةٍ مِنَ الْأَمْرِ فَاتَّبِعْهَا وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَ الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ

Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan)dari urusan (agama itu), maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui.” (QS Al-Jatsiyah : 18).
(Fatawa islamqa no. 210742).

Untuk memahami perbedaan antara syariat dengan Islam barangkali kita bisa membaca dan merenungi istilah “Syariat Islam”.

Syariat yang Islam, berarti di sana ada syariat yang bukan Islam, secara bahasa. Allah ta’ala berfirman :

أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ شَرَعُوا لَهُم مِّنَ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَن بِهِ اللَّهُ ۚ وَلَوْلَا كَلِمَةُ الْفَصْلِ لَقُضِيَ بَيْنَهُمْ ۗ وَإِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Apakah mereka mempunyai sesembahan selain Allah yang menetapkan syariat untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah? Sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan.Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu akan memperoleh azab yang amat pedih.”
(QS Asy-Syura: 21)

Dalam ayat ini Allah mengisyaratkan keberadaan syariat yang tidak diizinkan oleh Allah dan itu bukan syariat Islam.

Wallahu a’lam, wabillahittaufiq.

Dijawab dengan ringkas oleh:
👤 Ustadz Abul Aswad Al Bayati حفظه الله
📆 Senin, 20 Jumādā AtsTsānī 1440 H / 25 Februari 2019 M

CATEGORIES
Share This

COMMENTS