Nikah

Menyerahkan Urusan Keuangan Kepada Istri?

Menyerahkan Urusan Keuangan Kepada Istri?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan pembahasan tentang menyerahkan urusan keuangan kepada istri. Selamat membaca.


Pertanyaan:

Saya mau bertanya, apabila keuangan keluarga dipegang sepenuhnya semua sama istri apakah kewajiban suami gugur? Dalam hal memenuhi kebutuhan sehari-hari, sandang, pangan, papan. Karena yang dicontohkan Nabi shalallahu alaihi wassalam suami yang mencukupi kebutuhan keluarga. Atau ada saran ya ustadz buat ana? Mohon pencerahannya.

Jazakallah khair.

(Ditanyakan oleh Sahabat BIAS via Instagram Bimbingan Islam)


Jawaban:
Seorang suami merupakan nakhoda dalam bahtera rumah tangga, yang memiliki tanggung jawab keselamatan anggota keluarganya di dunia dan akhirat.

Untuk kehidupan akhirat, seorang suami dituntut untuk berusaha menghindarkan keluarganya dari api neraka. Allah berfirman:

Baca Juga :  Syarat Rujuk dan Nikah Ulang Setelah Talak Tiga

﴿يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ (٦)

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”. (QS. At-Tahrim : 6).

Sedangkan untuk kehidupan dunia, suami bertanggung jawab memberikan nafkah untuk memenuhi kebutuhan pokok istri dan anak-anaknya, seperti: makanan, pakaian dan tempat tinggal.

Allah berfirman:

﴿…. وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِۚ …..

“….. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf…..” (QS. Albaqarah: 233).

Sedangkan besarannya, sesuai dengan kemampuan suami saat lapang maupun sempit.

Allah berfirman:

﴿لِيُنفِقْ ذُو سَعَةٍ مِّن سَعَتِهِۖ وَمَن قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ فَلْيُنفِقْ مِمَّا آتَاهُ اللَّهُۚ لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا مَا آتَاهَاۚ سَيَجْعَلُ اللَّهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْرًا ﴾

Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekadar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.” (QS. At-Thalaq: 7).

Maka, yang menjadi patokan adalah sudahkah suami memberikan nafkah yang layak sesuai dengan kemampuannya kepada istri dan anaknya, baik dia menyerahkan keuangan keluarga kepada istri atau tidak.

Namun perlu diingat, walaupun istri diminta untuk mengatur keuangan, bukan berarti suami lepas tangan dari tanggung jawabnya sebagai pemimpin keluarga.

Wallahu a’lam

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله
Selasa, 1 Jumadil Akhir 1443 H/ 4 Januari 2022 M


Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى klik disini

Baca Juga :  Kamu yang Ingin Nikah Harus Tahu, Inilah Waktu Berdoa Dengan Memegang Ubun-Ubun Istri

Ustadz Muhammad Ihsan, S.Ag., M.HI.

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2011 – 2015, S2 Universitas Muhammadiyah Surakarta Hukum Islam 2016 – 2021 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Dauroh Syaikh Sulaiman & Syaikh Sholih As-Sindy di Malang 2018, Beberapa dars pada dauroh Syaikh Sholih Al-’Ushoimy di Masjid Nabawi, Dauroh Masyayikh Yaman tahun 2019, Belajar dengan Syaikh Labib tahun 2019 – sekarang | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Kegiatan bimbingan islam

Related Articles

Back to top button