Bolehkan Berqurban Untuk Donasi di Daerah yang Sedang terkena Bencana?

Bolehkan Berqurban Untuk Donasi di Daerah yang Sedang terkena Bencana?

Bolehkan Berqurban Untuk Donasi di Daerah yang Sedang terkena Bencana?

Pertanyaan :

بسم اللّه الرحمن الر حيم

السلام عليكم ورحمةالله وبركاته

Izin bertanya ustadz, tentang berqurban untuk donasi seperti ke wilayah bencana,  daerah miskin.

جزاكم الله خيرا وبارك الله فيكم.

(Disampaikan oleh Fulan dari  Group BiAS N07-G17)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in.

Boleh jika memang kita memandang berkurban di daerah lain lebih memberikan manfaat bagi kaum muslimin yang sangat membutuhkan.

Tetapi berkurban di daerah sendiri secara asal lebih utama karena dengan begitu kita bisa melaksanakan sunnah – sunnah berkurban secara maksimal seperti menyembelih sendiri, memakan daging tersebut dan sunnah lainnya.

Syaikh Abdullah Jibrin rahimahullah menyatakan akan kebolehan berkurban di daerah lain dalam fatwa beliau sebagai berikut :

يفضل ذبحها في البلد الذي أنت فيه ، لتحضر الذبح وتسمي عليها وتأكل وتهدي وتتصدق أثلاثًا، لكن إن كان البلد غنيًا ولا يوجد فيه فقراء ، وإذا أعطيت بعضهم خزنه أيامًا ولديهم اللحوم متوفرة طوال السنة ، جاز إرسالها لمن يحتاجها من البلاد الفقيرة الذين يعوزهم اللحم ، ولا يوجد عندهم إلا نادرًا، ولابد من تحقق ذبحه في أيام الذبح، وتحقق ذبح السن المجزئة السالمة من العيوب ، وتحقق أمانة من يتولى ذلك ، والله أعلم

“Yang lebih utama, berqurban di daerah engkau tinggal. Agar engkau dapat menghadiri proses penyembelihan, menyebut nama Allah saat menyembelih, kemudian memakan sepertiganya, menghadiahkan sepertiga dan menyedekahkan sepertiganya.

Tapi, jika daerah tersebut penduduknya berkecukupan, tidak ada kaum fakir miskin, sehingga apabila engkau berqurban disitu justru masyarakat setempat akan menyimpannya beberapa hari kedepan, karena mereka memiliki simpanan daging yang cukup sepanjang tahun, maka boleh mengirimkan qurban ke daerah miskin yang kurang suplai daging, atau ada persediaan daging namun sedikit.

Akan tetapi hendaknya dipastikan, penyembelihan dilakukan di hari raya atau tiga hari tasyrik.

Kemudian hewan qurbannya juga dipastikan yang sah untuk berqurban ; bebas dari cacat, serta orang wakil penyembelihan haruslah orang yang amanah.”

(Sumber : http://cms.ibn-jebreen.com/fatwa/home/section/1261).

Wallahu a’lam
Wabillahit taufiq

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Abul Aswad Al Bayati, حفظه الله تعالى
Senin , 27 Syawwal 1440 H/ 01 Juli 2019



Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, BA.
Dewan konsultasi Bimbingan Islam (BIAS), alumni MEDIU, dai asal klaten
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Abul Aswad Al-Bayati حفظه الله 
klik disini

CATEGORIES
Share This

COMMENTS