Menimbang Antara Manfaat dan Mafsadat dalam Mengingkari Kemungkaran

Menimbang Antara Manfaat dan Mafsadat dalam Mengingkari Kemungkaran

Menimbang Antara Manfaat dan Mafsadat dalam Mengingkari Kemungkaran

Pertanyaan :

بسم اللّه الرحمن الر حيم

السلام عليكم ورحمةالله وبركاته

Ustadz, Bagaimana hukumnya Wistle Blower, Justice Collaborator dalam Islam, sementara kita sendiri bukan orang bersih. Apakah ini bisadi katagorikan berkhianat, ghibah, munafik. Benarkah  dalil ini ”Teruslah saling memberi nasihat meski kita banyak kekurangan

جزاكم الله خيرا وبارك الله فيكم.

(Disampaikan oleh Fulanah, Sahabat BiAS)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in.

Saya kurang begitu memahami istilah yang ditanyakan, tentang maksud dan aturan mainnya seperti apa. Akan tetapi secara umum aktifitas inkarul munkar (mengingkari kemungkaran) harus di bangun di atas kaidah yang menimbang antara manfaat dan mafsadat yang ditimbulkan. Kebaikan dan kerusakannya harus dipertimbangkan. Tatkala inkarul munkar justru menimbulkan kerusakan yang lebih besar maka tidak boleh dilakukan.

Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah menyatakan :

وَسَمِعْت شَيْخَ الْإِسْلَامِ بن تَيْمِيَّةَ قَدَّسَ اللَّهُ رُوحَهُ وَنَوَّرَ ضَرِيحَهُ يقول مَرَرْت أنا وَبَعْضُ أَصْحَابِي في زَمَنِ التَّتَارِ بِقَوْمٍ منهم يَشْرَبُونَ الْخَمْرَ فَأَنْكَرَ عليهم من كان مَعِي فَأَنْكَرْت عليه وَقُلْت له إنَّمَا حَرَّمَ اللَّهُ الْخَمْرَ لِأَنَّهَا تَصُدُّ عن ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنْ الصَّلَاةِ وَهَؤُلَاءِ يَصُدُّهُمْ الْخَمْرُ عن قَتْلِ النُّفُوسِ وَسَبْيِ الذُّرِّيَّةِ وَأَخْذِ الْأَمْوَالِ فَدَعْهُمْ)[59] وهذا من عظيم فقهه، فقد نظر فوجد أن المصلحة المجتباة من منعهم تتعارض بمفسدة قتل المسلمين وسلبهم، فقدم درء المفسدة على جلب المصلحة

”Aku mendengar Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah – semoga Allah mensucikan ruh beliau dan menerangi kuburnya- , beliau berkata : Aku dan sebagian sahabatku di zaman Tar Tar melewati sebagian tentara Tar Tar sedang minum Khomr.

Orang yang bersama aku mengingkari mereka, maka akupun mengingkari perbuatan sahabatku ini, aku katakan kepada mereka
“Bahwa Allah mengharamkan Khomr karena ia menghalangi manusia dari dzikir dan shalat. Sedangkan para tentara Tar Tar ini, mereka dihalangi oleh Khomr dari membunuh manusia dan memperbudak wanita serta merampas harta, jadi biarkan saja mereka”.

Ini menunjukkan betapa besarnya pemahaman beliau (Syaikhul Islam), beliau melihat dan mendapatkan bahwa manfaat terbesar yang didapatkan dengan cara menghalangi tentara Tar Tar minum Khamr, berbenturan dengan musibah akan terbunuhnya kaum muslimin. Sehingga beliau mendahulukan untuk menolak kerusakan dari pada mengambil manfaat.”
(I’maul Muwaqi’in : 3/12-13).

 

Wallahu a’lam
Wabillahit taufiq

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Abul Aswad Al Bayati, حفظه الله تعالى
Senin , 27 Syawwal 1440 H/ 01 Juli 2019



Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, BA.
Dewan konsultasi Bimbingan Islam (BIAS), alumni MEDIU, dai asal klaten
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Abul Aswad Al-Bayati حفظه الله 
klik disini

CATEGORIES
Share This

COMMENTS