Adakah Hikmah Membaca Ayat Kursi dan Dua Ayat Terakhir Surat At-Taubah Dalam Sholat?

Adakah Hikmah Membaca Ayat Kursi dan Dua Ayat Terakhir Surat At-Taubah Dalam Sholat?

Adakah Hikmah Membaca Ayat Kursi & Dua Ayat Terakhir Surat At-Taubah Dalam Sholat?

Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُه

Ustadz saya mau tanya. Apakah ada hikmahnya membaca ayat kursi dan ayat ke 2 sampai akhir dari akhir surah At Taubah dalam sholat?

(Disampaikan oleh Fulanah, Sahabat BiAS T08 G-57)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Tidak ada hikmah tertentu dalam membaca ayat atau surat tersebut, sebab tidak ada dalil yang melatar belakanginya.

Tapi jika ayat kursi tersebut dibacanya setelah sholat fardhu ada faedah besar di sana, sebagaimana disampaikan oleh Rosululloh sholallahu ‘alaihi wasallam :

مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِي دُبُرَ كُلِّ صَلاَةٍ مَكْتُوْبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُوْلِ الْجَنَّةِ إِلاَّ أَنْ يَمُوْتَ

“Barang siapa yang membaca Ayat Kursi setiap selesai menunaikan sholat fardhu, maka tidak ada yang menghalanginya masuk surga selain kematian”
(HR Ath-Thobroni dalam Al-Mu’jamul Kabir no: 7532)

Maknanya, seseorang yang melazimkan membaca Ayat Kursi pada setiap selesai sholat fardhu, jika meninggal ia berhak masuk surga.

Dan hendaknya berhati-hati dalam berkeyakinan tentang hikmah atau faedah ketika membaca suatu surat, misalnya ia meyakini bahwa surat atau ayat tertentu memiliki keutamaan khusus dalam agama, atau bagi siapa saja yang membaca surat tertentu maka akan mendapatkan ganjaran tertentu, tanpa dalil yang jelas.

Syeikh Bakr Abu Zaid rohimahulloh mengatakan ;

ومن البدع التخصيص بلا دليل ، بقراءة آية ، أو سورة في زمان أو مكان أو لحاجة من الحاجات ، وهكذا قصد التخصيص بلا دليل – “بدع القراءة” ص/14

“Termasuk perkara bid’ah jika seseorang mengkhususkan ayat atau surat tertentu tanpa dalil, (yakni) dengan (meyakini bahwa) membacanya pada waktu atau tempat tertentu atau kebutuhan tertentu (akan mendapat ganjaran tertentu)”
(Bida’ul Qira’ah : 14)

Lain cerita jika membaca surat atau ayat tertentu tadi karena alasan suka, nyaman, atau mudah menghayatinya, maka yang seperti ini dibolehkan menurut syari’at. Syeikh Utsaimin rohimahulloh pernah ditanya :

ما حكم تفضيل سورة على أخرى وخاصة أنني أحب أن أقرأ سورة مريم مثلاً أحياناً ؛ لأنني أحس براحة واستمتاع عند قراءتها ؟

Apa hukumnya lebih mengutamakan surat tertentu, (karena) saya lebih menyukai surat Maryam dan sering membacanya; sebab saya merasakan nyaman dan nikmat saat membacanya?

Beliau menjawab :

 لا حرج أن يفضل الإنسان سورة من القرآن على سورة أخرى لأي سبب من الأسباب ؛ وإلا فالكل كلام الله عز وجل ، فالقرآن من حيث المتكلم به وهو الله سبحانه وتعالى لا يتفاضل ، أما من حيث ما يشتمل عليه من المعاني الجليلة العظيمة فإنه يتفاضل

ولهذا ثبت عن النبي صلى الله عليه وسلم إن أعظم سورة في كتاب الله سورة الفاتحة وإن أعظم آية في كتاب الله آية الكرسي

وكان أحد الصحابة قد بعثه النبي صلى الله عليه وسلم في سرية ، فكان يقرأ القرآن لأصحابه ، ويختتم بسورة الإخلاص ، فقال  لنبي صلى الله عليه وسلم : ( سلوه لأي شيء كان يصنع ذلك ) فقال : لأنها صفة الرحمن وأنا أحب أن أقرأها ، فقال النبي صلى الله عليه وسلم أخبروه أن الله يحبه

فإذا كان هذا السائل يحب قراءة سورة مريم لما فيها من القصص العظيمة النافعة ، ولما فيها من ذكر الجزاء في اليوم الآخر ، والإنكار على من كذب بآيات الله وكفر بها ، وأعجب بما أعطاه الله من المال ، وما إلى ذلك من المعاني ، فإن هذا لا بأس به ، ولا حرج عليه

فتاوى إسلامية 4 / 50

“Tidak masalah jika seseorang lebih mengutamakan surat tertentu dalam Al-Qur’an atas dasar sebab tertentu, meskipun semuanya adalah kalamulloh. Al-Qur’an dilihat dari sisi sumbernya adalah kalamulloh yang semua surat-suratnya mulia dan tidak ada bedanya, adapun dari segi makna, maka satu surat atau ayat yang lain berbeda

Telah diriwayatkan dari Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam;

( إن أعظم سورة في كتاب الله سورة الفاتحة وإن أعظم آية في كتاب الله آية الكرسي )

“Sejatinya surat yang paling agung dalam Al-Qur’an adalah surat Al-Fatihah, dan sesungguhnya ayat yang paling agung adalah ayat kursi”

Rasululloh sholallohu ‘alaihi wasallam pernah mengutus salah seorang sahabatnya dalam peperangan, dan membacakan Al-Qur’an untuk sahabat-sahabatnya dengan diakhiri surat Al-Ikhlas, lalu beliau bersabda:

سلوه لأي شيء كان يصنع ذلك فقال : لأنها صفة الرحمن وأنا أحب أن أقرأها ، فقال النبي صلى الله عليه وسلم أخبروه أن الله يحبه

“Tanyakan kepadanya, kenapa ia melakukan itu? Maka (sahabat tadi) menjawab: “Karena (surat Al-Ikhlas) adalah sifat Ar-Rahman, dan saya cinta untuk membacanya. Maka Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda: “Beritahukan kepadanya bahwa Alloh juga mencintainya”

Jadi, jika penanya di atas menyukai untuk membaca surat Maryam karena terdapat kisah agung yang bermanfaat, menyebutkan balasan di hari akhir, mengingkari orang yang mendustakan dan kufur dengan ayat-ayat Alloh, bangga dengan harta yang Alloh berikan kepadanya, dan lain sebagainya. Maka ini tidak apa-apa dan ia tidak berdosa”.
(Fatawa Islamiyah: 4/50)

Demikian, semoga bisa dipahami. Semoga Alloh melapangkan dada kita untuk mencukupkan diri dengan sunnah, dan istiqomah mengamalkannya.

 

Wallahu A’lam,
Wabillahittaufiq.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله
Rabu , 1 Jumadil Akhir 1440 H / 6 Februari 2019 M



Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI IMAM SYAFI’I Kulliyyatul Hadits, dan Dewan konsultasi Bimbingan Islam,
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله
klik disini

CATEGORIES
Share This

COMMENTS