Bagaimana Menghadapi Pemikiran Orang yang Memusuhi Dakwah Salaf?

Bagaimana Menghadapi Pemikiran Orang yang Memusuhi Dakwah Salaf?

Bagaimana Menghadapi Pemikiran Orang yang Memusuhi Dakwah Salaf?

Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُه

Semoga Ustadz dan keluarga selalu dalam lindungan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Ustadz mohon pencerahannya bagaimana cara menghadapi pemikiran orang – orang yang menentang dan memusuhi dakwah salaf ini?

Bagaimana sikap kita sebaiknya ?

Jazaakallah khayran

(Disampaikan oleh Fulanah, Sahabat BiAS T09 G-30)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Aamiin, semoga penanya juga senantiasa mendapatkan perlindungan dari Allah ta’ala. Cara paling realistis untuk menghadapi mereka adalah dengan menempa diri dengan ilmu syar’i. Karena ilmu yang akan mengarahkan kita bagaimana kita harus bersikap. Ilmu pula yang selama ini merubah cara berfikir musuh-musuh dakwah salafiyyah menjadi penolong dakwah yang terdepan.

Fokuslah menunutut ilmu, menebarkan ilmu dan mendakwahkanya. Imam Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz menyatakan tatkala menjelaskan sikap kita di dalam menghadpi musuh-musuh dakwah :

فأهم عامل للوقوف أمام هذا التيار هو تهيئة جيل عارف بحقيقة الإسلام، ويتم هذا بالتوجيه والرعاية في البيت والأسرة والمناهج التعليمية ووسائل الإعلام وتنمية المجتمع

“Point terpenting yang bisa kita lakukan untuk menghadapi arus gelombang ini adalah dengan menyiapkan generasi yang memahami hakikat agama Islam. Dan hal ini bisa dilakukan dengan mengarahkan, membina rumah tangga, keluarga, memperbaiki kurikulum pendidikan dan sarana informasi serta mengembangkan masyarakat.”
(Majmu’ Fatawa Syaikh Bin Baz : 4/134).

Pada intinya adalah kita terus menyuarakan dakwah ini dengan ilmu, dengan bashirah, dengan dalil dan mengajarkan ilmu ini kepada seluruh lapisan masyarakat dari yang terkecil hingga yang terbesar. Semua sesuai dengan kadar kemampuan masing-masing.

Dan bagi kita yang awam ini, sikap paling bijaksana di dalam mengambil peran ini adalah dengan menempa diri dengan ilmu syar’i, fokus mempelajari hakikat Islam dengan sabar, istiqamah dan dalam jangka waktu yang lama.

Terakhir kita harus meluangkan waktu khusus untuk mendoakan orang-orang yang saat ini memusuhi dakwah agar Allah ta’ala menganugrahkan hidayah kepada kita dan mereka. Agar kita dan mereka menjadi penolong-penolong dakwah yang menyeru kaum muslimin untuk kembali kepada A-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman salafus shalih.

 

Wallahu a’lam
Wabillahit taufiq

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Abul Aswad Al Bayati, حفظه الله تعالى
Senin, 19 Dzulqodah 1440 H / 22 Juli 2019 M



Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, BA.
Dewan konsultasi Bimbingan Islam (BIAS), alumni MEDIU, dai asal klaten
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Abul Aswad Al-Bayati حفظه الله 
klik disini

CATEGORIES
Share This

COMMENTS