Muamalah

Dosakah Istri Menolak Suami Kredit Renovasi Rumah?

Dosakah Istri Menolak Suami Kredit Renovasi Rumah?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab: Dosakah Istri Menolak Suami Ajukan Kredit Renovasi Rumah? Selamat membaca.


Pertanyaan:

Assalamualaikum ustadz, mohon pencerahan. Saya mau renovasi rumah, lalu suami maunya berhutang dengan bank tetapi saya tidak setuju karena saya tidak mau dipusingkan dengan cicilan & saya juga takut karena berhutang ke bank itu termasuk riba.

Karena saya tidak mau berhutang bank, suami saya marah. Apakah saya berdosa dan termasuk istri yang tidak taat kepada suami?

(Ditanyakan oleh Sahabat BIAS via Facebook Bimbingan Islam)


Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullah.

1. Agama adalah Nasihat

Sikap seorang istri ketika melihat suaminya terjatuh ke dalam kemungkaran adalah memberikan nasihat kepadanya, karena agama kita dibangun di atas asas nasihat. Rasulullah bersabda:

الدين النصيحة

Agama ini adalah nasihat.” (HR. Muslim no. 95).

Begitu pula, ketika seorang muslim maupun muslimah melihat adanya kemungkaran yang dilakukan oleh saudaranya, dia berkewajiban untuk mencegah kemungkaran tersebut. Rasulullah bersabda:

Baca Juga :  Hukum Beli Barang Lelang Pegadaian, Boleh atau Tidak?

من رَأى مِنكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسانِهِ، فَإنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ، وذَلِكَ أضْعَفُ الإيمانِ

Siapa di antara kalian melihat kemungkaran hendaklah dia mencegah dengan tangannya, jika ia tak mampu cegahlah dengan lisannya, jika tidak mampu cegahlah dengan hatinya, dan itu selemah-lemah keimanan.” (HR. Muslim no.78)

2. Jadikan Alasan Utama Tidak Berhutang Riba Karena Takut Allah

Kemudian, yang harus menjadi alasan utama tidak berhutang kepada bank dengan sistem pinjaman riba adalah rasa takut kepada Allah, bukan masalah pusing bayar cicilannya, tetapi karena Allah mengharamkan hal tersebut, dan ancaman untuk pelakunya sangat keras, Allah berfirman:

﴿يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ. فَإِن لَّمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِّنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِۖ …..

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman.

Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu…..” (Al-Baqarah:278)

Saking tegasnya larangan riba, dia terdaftar sebagai salah satu dosa besar, Rasulullah bersabda:

اجْتَنِبُوا السَّبْعَ المُوبِقاتِ

Jauhilah tujuh dosa yang membinasakan”

Para sahabat bertanya: apa tujuh dosa tersebut? Rasulullah menjawab:

الشِّرْكُ بِاللَّهِ، والسِّحْرُ، وقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إلّا بِالحَقِّ، وأكْلُ الرِّبا، وأكْلُ مالِ اليَتِيمِ، والتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ، وقَذْفُ المُحْصَناتِ المُؤْمِناتِ الغافِلاَتِ

Syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa yang Allah haramkan tanpa alasan syari, makan harta riba, makan harta anak yatim, lari dari peperangan, dan menuduh wanita yang menjaga kehormatannya berzina.” (HR. Bukhari no. 6857).

3. Dosakah Istri Menasihati Suaminya?

Apakah berdosa seorang istri, ketika memberikan nasihat kepada suaminya? Tentu tidak, malahan istri akan ikut berdosa kalau setuju dan manut dengan kemungkaran suami, padahal Rasulullah bersabda:

لاَ طاعَةَ فِي مَعْصِيَةٍ، إنَّما الطّاعَةُ فِي المَعْرُوفِ

Tidak ada ketaatan dalam maksiat, ketaatan hanya dalam hal yang baik.” (HR. Bukhari no. 7257).

Namun, tentu nasihat istri kepada suami harus dengan cara yang baik, karena sifat seorang suami sebagai pemimpin, biasanya agak susah menerima nasihat dari seorang istri. Tetap nasihati tetapi dengan cara yang baik, dan iringi dengan do’a kepada Allah, agar Allah memberikan hidayah kepada suami.

Semoga Allah memudahkan urusan kita semua.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله
Jumat, 27 Rabiul Akhir 1443 H/ 3 Desember 2021 M


Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى klik disini

Baca Juga :  Pandangan Islam Tentang Multimedia Broadcasting

Ustadz Muhammad Ihsan, S.Ag., M.HI.

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2011 – 2015, S2 Universitas Muhammadiyah Surakarta Hukum Islam 2016 – 2021 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Dauroh Syaikh Sulaiman & Syaikh Sholih As-Sindy di Malang 2018, Beberapa dars pada dauroh Syaikh Sholih Al-’Ushoimy di Masjid Nabawi, Dauroh Masyayikh Yaman tahun 2019, Belajar dengan Syaikh Labib tahun 2019 – sekarang | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Kegiatan bimbingan islam

Related Articles

Back to top button