Apakah Boleh Mempelajari Ilmu Kalam?

Apakah Boleh Mempelajari Ilmu Kalam?

Apakah Boleh Mempelajari Ilmu Kalam?

Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُه

Ustadz dan keluarga yg semoga selalu dirahmati Allah ta’ala.

Apa yang dimaksud dengan ilmu kalam? Apakah seseorang boleh mempelajarinya?
Mohon penjelasan gamblangnya Ustadz,

جَزَاك الله خَيْرًا

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

(Disampaikan oleh Admin T07)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in.

Ilmu kalam adalah ilmu filsafat yang berasal dari kaum yunani kuno.

Ibnu Khaldun mendefinisikannya dengan :

هو علم يتضمن الحجاج عن العقائد الإيمانية بالأدلة العقلية

Ilmu kalam adalah ilmu yang membahas tentang argumentasi tentang aqidah dan perkara iman dengan berlandaskan kepada akal.”

(Muqaddimah Ibnu Khaldun : 1/321, lihat pula Haqiqatut Tauhid Baina Ahlissunnah Wal Mutakallimin : 45 oleh Syaikh Abdurrahim As-Sulami).

Imam Ibnu Utsaimin mengatakan :

علم الكلام هو: ما أحدثه المتكلّمون في أصول الدين من إثبات العقائد بالطرق التي ابتكروها، وأعرضوا بها عما جاء الكتاب والسنة

Ilmu Kalam adalah apa yang diada-adakan oleh kaum mutakallimin di dalam pasal agama berupa penetapan aqidah dengan cara baru yang mereka adakan serta berpaling dari Al-Kitab dan As-Sunnah.”

(Majmu’ Fatawa Syaikh Ibnu Utsaimin : 4/75).

Ilmu kalam bukan bagian dari Islam sama sekali, karena Islam menyandarkan aqidah serta keimanan dengan dalil-dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah. Jika seandainya ilmu kalam ini baik maka niscaya Nabi dan para sahabat akan mempelajarinya dan memerintahkan untuk mempelajarinya. Karena ia sudah lebih dulu ada sebelum kelahiran Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam, namun kenyataannya tidak demikian.

Celaan para ulama terhadap ilmu kalam ini teramat sangat banyak, diantaranya Imam Asy-Syafii menyatakan :

حُكْمِي فِي أَهْلِ الْكَلَامِ أَنْ يُضْرَبُوا بِالْجَرِيدِ وَيُحْمَلُوا عَلَى الْإِبِلِ وَيُطَافَ بِهِمْ فِي الْقَبَائِل وَالْعَشَائِر ، وَيُنَادَى عَلَيْهِمْ هَذَا جَزَاءُ مَنْ تَرَكَ الْكِتَابَ وَالسُّنَّة وَأَقْبَلَ عَلَى الْكَلَامِ

Hukumku pada ahlil kalam, mereka dipukul dengan pelepah kurma, dan dinaikkan ke unta, kemudian diarak berkeliling di kabilah-kabilah dan suku-suku, kemudian diserukan tentang mereka ‘Ini balasan orang yang meninggalkan Al-Qur’an dan As-Sunnah dan menghadap diri kepada Ilmu Kalam’.”

(Manaqib Asy-Syafii karya Al-Baihaqi : 1/462).

Iman An-Nawawi menyatakan :

وَقَدْ بَالَغَ إمَامُنَا الشَّافِعِيُّ رحمه الله تعالى:فِي تَحْرِيمِ الِاشْتِغَالِ بِعِلْمِ الْكَلَامِ أَشَدَّ مُبَالَغَةٍ، وَأَطْنَبَ فِي تَحْرِيمِهِ، وَتَغْلِيظِ الْعُقُوبَةِ لِمُتَعَاطِيهِ، وَتَقْبِيحِ فِعْلِهِ، وَتَعْظِيمِ الْإِثْمِ فِيهِ فَقَالَ: ” لَأَنْ يَلْقَى اللَّهُ الْعَبْدَ بِكُلِّ ذَنْبٍ مَا خَلَا الشِّرْكَ خَيْرٌ مِنْ أَنْ يَلْقَاهُ بِشَيْءٍ مِنْ الْكَلَامِ “، وَأَلْفَاظُهُ بِهَذَا الْمَعْنَى كَثِيرَةٌ مَشْهُورَةٌ

Imam kita Asy-Syafii telah sangat keras mengharamkan menyibukkan diri dengan ilmu kalam. Beliau sangat tegas dalam mengharamkannya, mengeraskan hukuman bagi orang yang simpati kepadanya, memperjelek perbuatannya, serta menyebutkan besar dosanya.
Makanya beliau berkata: ‘Kalau seandainya Allah menemui seorang hamba dengan membawa dosa selain kesyirikan, itu lebih baik daripada menemuinya dengan sesuatu dari ilmu kalam’. Dan ungkapan-ungkapan beliau yang semakna dengan ini sangat banyak dan masyhur.

(Al-Majmu Syarh Al-Muhadzdzab)

Maka lebih baik kita mempelajari aqidah yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah serta menjauhi ilmu kalam, atau filsafat yunani yang diwariskan oleh orang-orang kafir.

Wallohu A’lam
Wabillahittaufiq.

Dijawab dengan ringkas oleh:
👤 Ustadz Abul Aswad Al Bayati حفظه الله
📆 Kamis, 28 Rajab 1440H / 4 April 2019M

CATEGORIES
Share This

COMMENTS