Larangan Mengupload Video Akhwat Ke Youtube Karena Wanita Adalah Aurat

Larangan Mengupload Video Akhwat Ke Youtube Karena Wanita Adalah Aurat

Larangan Mengupload Video Akhwat Ke Youtube Karena Wanita Adalah Aurat

Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُه

Ustadz, di tempat ana bekerja ada perempuan sedang hafalan Al-Qur’an nah terus divideoin, setelah itu videonya diupload ke youtube, bagaimana pandangan Islam tentang itu ya ustadz? Syukron, jazakallaahu khayran.

(Disampaikan oleh Admin BiAS T09 G-14)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in.

Tidak boleh yang demikian karena wanita adalah aurat yang tidak boleh dilihat oleh para lelaki asing. Allah Ta’ala berfirman tatkala memerintahkan para istri Nabi untuk tetap berada di rumahnya :

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu.” (QS. Al Ahzab : 33).

Berkata Al-Imam Ibnu Katsir rahimahulloh ketika menafsirkan ayat ini, “Dan ini adalah adab serta sopan santun yang diperintahkan oleh Allah kepada istri-istri Nabi, dan wanita muslimah dari kalangan umat inipun juga harus mengikutinya di dalam adab-adab ini.”

(Tafsir Al-Qur’anul ‘Adzim”, hal. 1496 oleh Imam Ibnu Katsir).

Jadi para wanita muslimah diperintahkan untuk menjaga dirinya dari pandangan para lelaki asing bukan malah dishare di media sosial agar dilihat oleh orang banyak.

Yang kedua justru hal ini akan merusak keikhlasan seseorang. Menyembunyikan amal shalih justru akan membantu seseorang untuk lebih mengikhlaskan niat. Disebutkan di dalam Kitab Siyar :

قال الفلاس : سمعت ابن أبي عدي يقول : صام داود بن أبي هند أربعين سنة لا يعلم به أهله . كان خزازا يحمل معه غداءه فيتصدق به في الطريق

“Al-Fallas berkata ; aku mendengar Ibnu Abi Adi berkata, Dawud bin Abi Hind berpuasa selama empat puluh tahun dan tidak diketahui oleh keluarganya. Ia adalah seorang pedagang kain yang selalu membawa bekal makananan yang ia sedekahkan di jalan.”

(Siyar A’lamin Nubala’ : 6/378).

Wallahu a’lam.
Wabillahittaufiq.

Tambahan faedah, klik:
https://bimbinganislam.com/hukum-foto-dan-video/

Dijawab dengan ringkas oleh:
👤 Ustadz Abul Aswad Al Bayaty حفظه الله تعالى

📆 Kamis , 28 Rajab 1440 H/ 04 April 2019

CATEGORIES
Share This

COMMENTS