Batasan Sholat Dhuha

Batasan Sholat Dhuha

Pertanyaan:

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Mulai jam berapa dan sampainjam berapa waktunya shalat dhuha?

جَزَاك اللهُ خَيْرًا

Ditanyakan oleh Sahabat BiAS TO5 – G22

JAWAB:

Sholat dhuha bisa dimulai setelah matahari terbit setinggi tombak, atau sekitar 15 menit setelah terbit (syuruq). Dan berarkhir beberapa menit sebelum masuk waktu dhuhur. Karena waktu dhuhur dimulai setelah matahari mulai condong ke barat, dan kita dilarang untuk shalat ketika matahari pas di tengah-tengah kita. Kesimpulannya, waktu dhuha berakhir sebelum matahari pas di tengah-tengah kita. ٍSebagian ulama menyebutkan bahwa waktu dhuha berakhir 10 menit menjelang dhuhur.

Dalil tentang awal dan akhir waktu dhuha ialah hadits berikut:

عن عقبة بن عامر رضي الله عنه قال: “ثلاث ساعات كان رسول الله صلى الله عليه وسلم ينهانا أن نصلي فيهنَّ أو أن نقبر فيهن موتانا: حين تطلع الشمس بازغة حتى ترتفع، وحين يقوم قائم الظهيرة حتى تميل الشمس، وحين تضيف الشمس للغروب حتى تغرب”.

Dari ‘Uqbah bin Amir ra, katanya: Ada tiga saat yang kami dilarang Rasulullah untuk shalat atau menguburkan jenazah padanya, yaitu: Ketika matahari terbit dengan terang benderang hingga meninggi; kemudian ketika bayangan benda dalam keadaan tegak sampai agak miring ke timur; dan ketika matahari menjelang tenggelam sampai benar-benar tenggelam. HR. Muslim.

Adapun yang paling afdhal untuk shalat dhuha ialah ketika matahari mulai panas, yakni jam 10-an. Dalilnya ialah:

ع
َنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ قَالَ خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى أَهْلِ قُبَاءَ وَهُمْ يُصَلُّونَ فَقَالَ : ” صَلاةُ الأَوَّابِينَ إِذَا رَمِضَتْ الْفِصَالُ . ” رواه مسلم 1238

وفي رواية للإمام أحمد عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَى عَلَى مَسْجِدِ قُبَاءَ أَوْ دَخَلَ مَسْجِدَ قُبَاءَ بَعْدَمَا أَشْرَقَتْ الشَّمْسُ فَإِذَا هُمْ يُصَلُّونَ فَقَالَ إِنَّ صَلاةَ الأَوَّابِينَ كَانُوا يُصَلُّونَهَا إِذَا رَمِضَتْ الْفِصَالُ . “

وفي رواية لمسلم عَنْ الْقَاسِمِ الشَّيْبَانِيِّ أَنَّ زَيْدَ بْنَ أَرْقَمَ رَأَى قَوْمًا يُصَلُّونَ مِنْ الضُّحَى فَقَالَ أَمَا لَقَدْ عَلِمُوا أَنَّ الصَّلاةَ فِي غَيْرِ هَذِهِ السَّاعَةِ أَفْضَلُ ، إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ صَلاةُ الأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ . ” صحيح مسلم 1237

 

Zaid bin Arqam ra mengatakan: nabi pernah keluar menemui warga Quba ketika mereka sedang shalat. Lalu kata beliau: Shalatnya orang-orang yang taat ialah ketika anak-anak unta mulai kepanasan. HR. Muslim no. 1238.

Dalam riwayat Imam Ahmad dari Zaid bin Arqam, disebutkan bahwa Nabi mendatangi masjid Quba setelah matahari terbit, dan ternyata melihat warganya lagi shalat. Lalu Nabi mengatakan … (seperti lafazh di atas).

Dalam riwayat Imam Muslim dari jalur Al Qasim Asy Syaibani disebutkan, bahwa Zaid bin Arqam melihat sekumpulan orang yang shalat dhuha, lalu komentar Zaid: “Sebenarnya mereka sdh tahu bahwa shalat di selain saat ini adalah lebih afdhal. Rasulullah pernah bersabda bahwa shalatnya dan seterusnya (seperti lafazh di atas). HR. Muslim no 1237.

Maksud anak-anak unta mulai kepanasan ialah ketika kaki mereka mulai panas akibat terpaan sinar matahari yg mengenai tanah, dan ini baru terjadi sekitar jam 10 ke atas.

Wallaahu a’lam.

Refefrensi:

https://islamqa.info/ar/2626

http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=28916

Konsultasi Bimbingan Islam

Dijawab oleh Ustadz Dr. Sufyan Baswedan Lc MA

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )