Aurat Wanita Muslimah Terhadap Wanita Kafir

Aurat Wanita Muslimah Terhadap Wanita Kafir

PERTANYAAN :

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Ustadz, saya punya pertanyaan mohon dibantu. Bagaimana batasan aurat muslimah dengan wanita non muslim? Misalkan kita ada pertemuan atau diklat bolehkah kita satu kamar dengan wanita non muslim? Jazakallahu khairan ustadz atas jawabannya
[Ditanyakan oleh Sahabat BiAS T06 G-08]


Jawaban :

وعليكم السلام ورحمة الله وبر كاته

Aurat Wanita muslimah di hadapan wanita kafir itu sama dengan aurat muslimah di hadapan muslimah, tidak ada bedanya. Seorang wanita tidak boleh menampakkan apa yang ada diantara pusar sampai lututnya di hadapan wanita muslimah ataupun wanita kafir.

Para ulama yang tergabung dalam Lajnah Daimah berfatwa :

فيه قولان لأهل العلم ، والأرجح : عدم الوجوب ؛ لأن ذلك لم يُنقل عن أزواج النبي صلى الله عليه وسلم ، ولا عن غيرهن من الصحابيات حين اجتماعهن بنساء اليهود في المدينة والنساء الوثنيات ، ولو كان واقعاً لنُقل كما نُقل ما هو أقل منه وقالوا : لا مانع من كشف المرأة وجهها عند المرأة ، مسلمة كانت أو كانت كافرة

“Ada dua pendapat di kalangan ahli ilmu, pendapat yang lebih benar wanita muslimah tidak wajib mengenakan hijab di hadapan wanita kafir. Karena hal tersebut tidak pernah dinukilkan dari para istri Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam tidak pula dari para sahabat yang wanita ketika mereka berkumpul dengan para wanita yahudi di madinah dan para wanita penyembah patung.
Seandainya berhijabnya mereka ini pernah terjadi niscaya pasti akan ada penukilan sebagaimana hal lain dinukilkan. Para ulama mengatakan : Tidak mengapa seorang wanita menyingkap hijabnya dihadapan wanita lain baik muslimah maupun kafir.” [Fatawa Lajnah Daimah :17/287]

Imam Abdul Aziz bin Baz berkata :

الصحيح أن المرأة تكشف المرأة سواءً كانت مسلمة أو كافرة هذا هو الصحيح ما فوق السرة وتحت الركبة. أما ما بين السرة والركبة فعورة للجميع لجميع النساء، لا تراه المرأة، سواءً كانت مسلمة أو غير مسلمة قريبة أو بعيدة

“Pendapat yang shahih/yang benar seorang wanita boleh menyingkap hijabnya di hadapan wanita lain baik ia muslimah maupun kafir. Inilah pendapat yang benar, apa yang ada di atas pusar dan di bawah lutut, adapun apa yang ada diantara pusar dan lutut maka ia adalah aurat untuk semua wanita, tidak boleh wanita lain melihatnya baik ia seorang muslimah atau wanita kafir, yang masih kerabat maupun yang bukan kerabat.” (Fatawa Syaikh Bin Baz No.11146).

Wallāhu a’lam
Wabillāhittaufiq

Dijawab dengan ringkas oleh :
👤 Ustadz Abul Aswad Al Bayati حفظه الله

CATEGORIES
Share This

COMMENTS