Perlukah Mengulang Sholat Qoshor Maghrib yang Salah?

Perlukah Mengulang Sholat Qoshor Maghrib yang Salah?

Perlukah Mengulang Sholat Qoshor Maghrib yang Salah?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang mencintai Allah ta’ala berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang perlukan mengulang sholat qoshor maghrib yang salah?
selamat membaca.

Pertanyaan :

بسم اللّه الرحمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Semoga Allah senantiasa memberikan nikmat dan rahmat-Nya kepada Ustadz dan keluarga. Aamiin
‘Afwan Ustadz izin bertanya.

Beberapa hari lalu saya melakukan kesalahan dalam menqoshor sholat. Yaitu maghrib 2 rokaat, isya 2 rokaat.
Bagaimana cara mengulang sholat qoshor maghrib yang salah ?
Karena setahu saya sholat maghrib tidak bisa diqoshor.

جزاكم الله خيرا وبارك عليكم

(Disampaikan oleh Fulanah, Sahabat BiAS T08)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.
Ayyatuhal Akhwat baarakallah fiikunna.

Betul, sholat maghrib tidak bisa di qoshor dari 3 rakaat menjadi 2 rakaat. Kalau sudah lewat beberapa hari maka tidak perlu mengulang shalat qoshor maghrib (menurut pendapat yang paling kuat, Wallahu Ta’ala A’lam).
Tetapi yang hendaknya dilakukan adalah banyak istighfar dan bertaubat kepada Allah Ta’ala atas segala kekurangan yang ada dalam menjalankan kewajiban sebagai seorang hamba.
Allah Ta’ala berfirman :

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

“… Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.
(Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami.
Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.
(QS. Al Baqarah: 286).

Wallahu a’lam
Wabillahittaufiq

 

Disusun oleh:
Ustadz Fadly Gugul حفظه الله
Selasa, 23 Shafar 1441 H/ 22 Oktober 2019 M



Ustadz Fadly Gugul حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam

Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Fadly Gugul حفظه الله تعالى klik disini

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )