Penjelasan Ringkas Tentang Duduk Istirahat Dalam Sholat

Penjelasan Ringkas Tentang Duduk Istirahat Dalam Sholat

Penjelasan Ringkas Tentang Duduk Istirahat Dalam Sholat

Para pembaca Bimbinganislam.com yang mencintai Allah ta’ala berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang penjelasan ringkas duduk istirahat dalam sholat.
selamat membaca.

Pertanyaan :

بسم اللّه الرحمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ahsanallahu ilaikum Ustadz.
Ustadz mohon penjelasan tentang hadits di bawah ini apakah shahih?

Duduk Sejenak Sebelum bangkit dari sujud.
Dari Malik Bin Huwairits, beliau pernah melihat Nabi Shalallohu’alaihi wassalam melaksanakan shalat. Jika sampai pada rakaat yang ganjil, maka beliau tidak berdiri hingga duduk sejenak.
(HR. Bukhari no. 823)

Jazaakallahu khairan

(Disampaikan oleh Fulanah, Sahabat BiAS T08 G-30)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.
Ayyatuhal Akhwat baarakallah fiikunna.

Hadits yang disebutkan dalam gambar di atas adalah dari sahabat yang mulia Malik bin Al-Huwairits :

أنه رأى النبي صلى الله عليه و سلم يصلي فإذا كان في وتر من صلاته لم ينهض حتى يستوي قاعدا

“Bahwasanya beliau melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat, apabila beliau selesai dari rakaat ganjil (satu dan tiga) maka beliau tidak bangkit sampai duduk dengan tenang”
(Hadits Shahih. HR. Al-Bukhari, no. 823)

Berkata Asy-Syaukani :

الحديث فيه مشروعية جلسة الاستراحة وهي بعد الفراغ من السجدة الثانية وقبل النهوض إلى الركعة الثانية والرابعة

“Di dalam hadist ini ada dalil disyari’atkannya duduk istirahat, yaitu duduk setelah sujud ke dua sebelum bangkit ke rakaat ke dua dan ke empat”
(Nailul Authar 2/48, Dar Al-Kalim Ath-Thayyib)

Berdasarkan hadits ini, duduk sejenak sebelum bangkit dari sujud adalah sunnah dan tidak sampai wajib karena berasal dari perbuatan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan tidak ada perintah secara jelas untuk harus duduk sejenak dalam setiap raka’at ke-2 atau ke-4 sebagaimana dalam hadits-hadits yang lain.

Wallahu a’lam
Wabillahittaufiq

 

Disusun oleh:
Ustadz Fadly Gugul حفظه الله
Selasa, 23 Shafar 1441 H/ 22 Oktober 2019 M



Ustadz Fadly Gugul حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam

Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Fadly Gugul حفظه الله تعالى klik disini

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )