Ibadah

Lafadz Shalawat Mana Yang Benar?

Lafadz Shalawat Mana Yang Benar?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan pembahasan tentang banyaknya lafadz shalawat, yang mana yang benar. Selamat membaca.


Pertanyaan:

Mohon masukannya, begitu banyak shalawat, saya jadi bingung dan selalu berganti-ganti.

(Ditanyakan oleh Sahabat BIAS via Instagram Bimbingan Islam)


Jawaban:

Tidak usah bingung, pada asalnya semua lafazh yang berisikan shalawat kepada Rasulullah dan tidak ada lafazh yang menyelisihi syariat di dalamnya dibolehkan.

Ibnu Hajar Al-Asqalany berkata:

وذهب الجمهور إلى الاجتزاء بكل لفظ أدى المراد بالصلاة عليه ﷺ

Mayoritas ulama berpendapat sahnya setiap lafazh shalawat kepada nabi .” (Fathul Bari: 11/166).

Baca Juga :  Surat Al Fatihah Untuk Menundukkan Atasan

Jika kita membaca: Allahumma shalli ‘ala Muhammad atau Shallallahu ‘ala Muhammad, maka cukup untuk dikatakan shalawat. Lebih afdhal jika digabungkan dengan salam kepada beliau , seperti : Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa sallim atau Shallallahu ‘ala Muhammad wa sallam. Sebagaimana perintah Allah :

﴿إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا (٥٦)

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab: 56).

Jika ingin lebih sempurna lagi maka bacalah shalawat Ibrahimiyyah yang diajarkan langsung oleh rasulullah :

قُولُوا: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلى مُحَمَّدٍ، وعَلى آلِ مُحَمَّدٍ، كَما صَلَّيْتَ عَلى إبْراهِيمَ، وعَلى آلِ إبْراهِيمَ، إنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بارِكْ عَلى مُحَمَّدٍ، وعَلى آلِ مُحَمَّدٍ، كَما بارَكْتَ عَلى إبْراهِيمَ، وعَلى آلِ إبْراهِيمَ، إنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

“Katakanlah: Allahumma Shalli ‘ala Muhammad Wa ‘ala Aali Muhammad, Kamaa Shallaita ‘ala Ibrahim Innaka Hamiidum Majid. Allahumma Baarik ‘ala Muhammad Wa ‘ala Aali Muhammad, Kamaa Baarakta ‘ala Ibraahim, Innaka Hamiidum Majid” (HR. Bukhari no. 3190).

Wallahu a’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله
Rabu, 2 Jumadil Akhir 1443 H/ 5 Januari 2022 M


Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى klik disini

Baca Juga :  Qurban Untuk Orang Lain

Ustadz Muhammad Ihsan, S.Ag., M.HI.

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2011 – 2015, S2 Universitas Muhammadiyah Surakarta Hukum Islam 2016 – 2021 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Dauroh Syaikh Sulaiman & Syaikh Sholih As-Sindy di Malang 2018, Beberapa dars pada dauroh Syaikh Sholih Al-’Ushoimy di Masjid Nabawi, Dauroh Masyayikh Yaman tahun 2019, Belajar dengan Syaikh Labib tahun 2019 – sekarang | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Kegiatan bimbingan islam

Related Articles

Back to top button