Inilah Cara Mendapatkan Lailatul Qadar Bagi Wanita

Inilah Cara Mendapatkan Lailatul Qadar Bagi Wanita

Inilah Cara Mendapatkan Lailatul Qadar Bagi Wanita

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang inilah cara mendapatkan lailatul qadar bagi wanita
selamat membaca.

Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga Allah senantiasa memberikan nikmat dan rahmatNya kepada Ustadz dan keluarga.

Ustadz  ana mau menanyakan untuk mendapatkan pahala di malam Lailatul Qadar bagi wanita/ibu2 :

1. Merujuk banyak dalil bahwa sebaik- baiknya untuk wanita tempat ibadahnya adalah di rumah , apakah harus itikaf di mesjid seperti kaum lelaki ?

2. Kalau seandainya tidak bisa itikaf apakah orang orang yang dirumah tidak akan mendapatkan kesempatan pahala di malam Lailatur Qadar ?

3. Apakah yang dimaksud menghidupkan malam di 10 hari terakhir ramadan ? haruskah tidak tidur / begadang sampai waktu sahur ?

4. Ibadah apa saja sebaiknya yang harus dilakukan di malam 10 terakhir ramadan ?

Demikian ustadz afwan pertanyaan nya banyak , semoga berkenan untuk menjawabnya dan semoga ustadz dan keluarga selalu dalam rahmat dan lindungan Nya Aamiin.

(Disampaikan oleh Fulanah Sahabat Grup WA BiAS)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Ibadah Wanita Adalah di Rumahnya

Jawaban untuk soal pertama :
Ya memang benar bahwa sebaik-baik ibadahnya wanita adalah dirumah, Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda

صَلاةُ الْمَرْأَةِ فِي بَيْتِهَا أَفْضَلُ مِنْ صَلاتِهَا فِي حُجْرَتِهَا وَصَلاتُهَا فِي مَخْدَعِهَا أَفْضَلُ مِنْ صَلاتِهَا فِي بَيْتِهَا

“Sholatnya wanita di kamarnya lebih afdhol daripada sholatnya di ruang tengah rumahnya. Dan sholatnya wanita di ruangan kecil dalam kamarnya lebih afdhol dari sholatnya di kamarnya”
[HR Abu Daud 570]

Namun sebagaimana kita ketahui bahwa tidak boleh bagi laki-laki (suami) menghalangi atau melarang wanita yang meminta izin ke masjid (untuk sholat).  Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda,

لا تَمْنَعُوا إِماءَ اللهِ مساجِدَ اللهِ

“Jangan kalian larang para wanita hamba Alloh untuk pergi ke masjid-masjid Alloh”
[HR Bukhori  900, Muslim 442].

Bahkan, dalam kondisi tertentu wanita bisa lebih afdhol sholat tarawih di masjid jika ada maslahat yang besar. Syeikh ‘Utsaimin rohimahulloh menjelaskan

وقال الشيخ ابن عثيمين :
صلاتها التراويح في البيت أفضل ، لكن إذا كانت صلاتها في المسجد أنشط لها وأخشع لها ، وتخشى إن صلت في البيت أن تضيع صلاتها ، فقد يكون المسجد هنا أفضل

“Sholat tarawih seorang wanita di rumahnya itu lebih utama. Namun jika sholatnya di masjid lebih semangat dan lebih khusyu’, serta khawatir jika sholatnya di rumah tidak khusyu’ maka sholat di masjid lebih utama baginya”
(https://islamqa.info/ar/answers/222751/كيف-تصلي-المراة-صلاة-التراويح-في-بيتها)

Sedangkan i’tikaf tidaklah boleh kecuali di masjid saja. Alloh berfirman,

وَأًنْتُمْ عَاكِفُوْنَ فِيْ الْمَسَاجِدِ

“Dan kamu beri’tikaf di dalam masjid”
(QS Al-Baqoroh 187)

Walaupun sebagian Hanafi membolehkan I’tikaf diselain masjid, namun Insya Alloh pendapat yang lebih kuat adalah yang mengatakan I’tikaf di masjid, dan inilah pendapat Jumhur.

Maka jika wanita (istri) ingin I’tikaf di masjid hendaklah memenuhi 2 syarat : Izin atau Ridho dari suami, serta Menghindarkan diri dari Fitnah.
Menghindarkan diri dari Fitnah bisa banyak penjelasannya; menutup aurot, tidak memakai wewangian, tidak tabarruj, tempat I’tikaf tertutup atau terhalang dari pandangan lawan jenis, dll.

Bagaimana Mendapat Lailatul Qadar Bagi Wanita?

Jawaban untuk soal kedua, ketiga, dan keempat:
Jika wanita tidak bisa I’tikaf maka tetap berpeluang mendapat keutamaan Lailatul Qodr. Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda dengan lafal yang umum, tidak hanya bagi yang I’tikaf atau Laki-laki saja

تحِرُوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِيْ الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

“Carilah lailatul qodr pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Romadhon”
[HR Bukhori  2017, Muslim 1169]

Yang Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam lakukan saat 10 hari terakhir adalah mendorong keluarga Beliau untuk menambah porsi ibadah

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ

“Jika masuk 10 hari terakhir, Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam mengencangkan kainnya (untuk istri-istrinya/lebih mengendalikan syahwat), menghidupkan malam, dan membangunkan istrinya (untuk sholat)”
[HR Bukhori 2024, Muslim 1174)

Dari hadits diatas kita juga bisa tau bahwa makna menghidupkan 10 hari terakhir adalah dengan memperbanyak sholat malam, bukan berarti tidak tidur sepanjang malam.

مَنْ قَامَ لَيْلَة الْقَدْرِ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غَفَرَ لَهُ مَا تَقَدَّمّ مِنْ ذَنْبِكَ

“Barangsiapa yang sholat malam pada malam lailatul qadr dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Alloh, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”
[HR Bukhori 2014, Muslim 760]

Juga diiringi dengan memperbanyak Dzikir, Istighfar, tilawah Qur’an, dan ibadah semisal yang bisa dilakukan di masjid maupun di rumah, Alloh berfirman :

ٱلصَّٰبِرِينَ وَٱلصَّٰدِقِينَ وَٱلۡقَٰنِتِينَ وَٱلۡمُنفِقِينَ وَٱلۡمُسۡتَغۡفِرِينَ بِٱلۡأَسۡحَارِ 

“(yaitu) Orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur”
(QS Ali Imron 17)

Juga dalam ayat lain :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡمُزَّمِّلُ قُمِ ٱلَّيۡلَ إِلَّا قَلِيلٗا نِّصۡفَهُۥٓ أَوِ ٱنقُصۡ مِنۡهُ قَلِيلًا أَوۡ زِدۡ عَلَيۡهِ وَرَتِّلِ ٱلۡقُرۡءَانَ تَرۡتِيلًا إِنَّا سَنُلۡقِي عَلَيۡكَ قَوۡلٗا ثَقِيلًا إِنَّ نَاشِئَةَ ٱلَّيۡلِ هِيَ أَشَدُّ وَطۡ‍ٔٗا وَأَقۡوَمُ قِيلًا

“Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk Sholat) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit. Atau lebih dari seperdua itu (sepertiga malam). Dan (kemudian) bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu perkataan yang berat. Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk Khusyu’) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan”
(QS Al-Muzammil 1-6)

Semoga kita semua, anda beserta keluarga, semuanya dimudahkan untuk medapat Lailatul Qodr..

Wallahu A’lam,
Wabillahittaufiq.

 

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله
Senin, 28 Rabiul Awwal 1441 H/ 25 November 2019 M



Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI IMAM SYAFI’I Kulliyyatul Hadits, dan Dewan konsultasi Bimbingan Islam,
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله
klik disini

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )