KonsultasiMuamalah

Cara Menghadapi Teman yang Suka Menghina/Mencela

Cara Menghadapi Teman yang Suka Menghina/Mencela

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan Cara Menghadapi Teman yang Suka Menghina dan Mencela, selamat membaca.

Ditanyakan oleh Sahabat Mahad BIAS


Pertanyaan:

Assalamu’alaikum Ustadz. Saya ingin bertanya, saya punya teman sekamar yang pernah menjauhi saya, dia suka menghina, contoh menghina, ia pernah bilang saya itu X Y Z pokoknya merendahkan yang jelek-jelek. Di depan muka saya yang sangat merendahkan saya sekali, dengan nada tingginya, sekarang sudah baikan tapi masih sering menyindir. Saya sering sekali sakit hati, dan kepikiran sindiran dia, saya baikin dianya menyindir terus kekurangan-kekurangan saya, akhirnya saya jauhi dia.

Saya agak ketus tapi tidak merendahkan, cuma ingin agar tak banyak interaksi yang bikin sakit hati, karena ini sudah berjalan sangat lama dan saya sangat lelah terus-terusan disindir dan direndahkan.

Apakah tidak mengapa meskipun dia jadi terlihat sakit hati dengan perlakuan saya yang agak ketus itu? Karena saya sangat lelah dengan dia dan sakit hati karena dia juga sudah mengganggu saya menjalani berbagai aktivitas dan aspek-aspek kehidupan saya.

Jazaakumullahu khair, Ustadz.

(Ditanyakan oleh Sahabat Mahad BIAS)


Jawaban:

Cara Menghadapi Orang yang Menghina Kita Menurut Islam

Waalaikumsalam warahmatullah wabarokatuh

Semoga Allah memberikan kepada kita semua kekuatan dan taufiqNya untuk terus menjalankan segala perintahNya.

Tidak mudah menghadapi seseorang yang mempunyai watak perusak dan suka menyakiti saudaranya.
Bila memang benar-benar tidak kuasa mendekati dan bersabar untuk mendampinginya sehingga ia bisa berubah atau mengurangi sifatnya yang buruk, maka diperbolehkan bagi kita untuk menjauhinya sementara. Namun tetap menemaninya dalam kondisi tertentu sekedar mengingatkan dia.

Menghindari amarah dan tetap berkata kata baik yang tidak menyakitkan siapa pun, itulah cara yang terbaik dan telah di perintahkan oleh Allah dan rasulNya, dan itulah bentuk nyata dari budi pekerti yang baik, sebagaimana hadits Rasulullah shallahu alaihi wasallam,”

حسن الخلق أن تحتمل ما يكون من الناس

Artinya: “Akhlak yang baik itu adalah engkau bersabar dan memaafkan apa yang orang lain lakukan atasmu”.(Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam Asy-Syu’ab)

Ayat untuk orang yang menghina kita, Allah ta’ala berfirman ;

ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ السَّيِّئَةَ ۚ نَحْنُ أَعْلَمُ بِمَا يَصِفُونَ

Artinya:” Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan (QS Al-Mukminun:96).

وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang “.(QS An-Nur ; 22)

Itulah akhlak yang telah di ajarkan, akhlak mulia tanpa membalas luka dengan sikap sama yang akan melukai hati saudara kita. Lakukan yang terbaik untuk membalasnya, namun bila tidak kuasa membalas dengan sikap baik, maka di perbolehkan untuk berpaling dari nya dalam rangka menghindari perbuatan yang tidak bisa kita kontrol dari ucapan, walaupun ia marah/tersinggung ketika kita berusaha menghindarinya atau diam tidak banyak kata kata yang terucap dalam rangka memberikan “pengingat” kepadanya, insyaallah itu jalan yang terbaik buat kita, sebagaimana firman Allah ta’ala,”

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَاَعْرِضْ عَنِ الْجٰهِلِيْنَ

“Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh.” (al-’Araf:199)

Dan juga apa yang telah di sabdakan Nabi shallahu alaihi wasallam:

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُت

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” (Muttafaq ‘alaih: Al-Bukhari, no. 6018; Muslim, no.47)

Dengan diam dan berpaling darinya untuk menahan amarah atau perbuatan yang menyakiti hati orang lain adalah salah satu sifat seorang muslim yang baik, sebagaimana sabda Rasulullah shallahu alaihi wasallam:

إِنَّ رَجُلاً سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيِّ الْمُسْلِمِيْنَ خَيْرً قَالَ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

“Ada seorang laki-laki yang bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Siapakah orang muslim yang paling baik?’ Beliau menjawab, ‘Seseorang yang orang-orang muslim yang lain selamat dari gangguan lisan dan tangannya.’”( HR. Muslim no 64)

Selalu mendoakannya dan mencari jalan untuk merubah sifat buruknya adalah salah satu dakwah yang juga diperintahkan untuk di lakukan.

Semoga Allah menjadikan kita semua dari bagian hamba yang memiliki akidah yang lurus, beribadah dengan baik dan benar dan mempunyai akhlak yang terpuji yang telah di ajarkan oleh Islam. Wallahu a’lam.

Baca juga: Teman Datang Saat Butuh Saja


Dijawab dengan ringkas oleh:
USTADZ MU’TASIM, Lc. MA. حفظه الله
Jumat, 2 Shafar 1443 H/ 10 September 2021 M


Ustadz Mu’tashim Lc., M.A.
Dewan konsultasi Bimbingan Islam (BIAS), alumus Universitas Islam Madinah kuliah Syariah dan MEDIU
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Mu’tashim Lc., M.A. حفظه الله 
klik disini

Baca Juga :  Hadits Tentang Membacakan Surat Yasin Kepada Orang Yang Sakaratul Maut

USTADZ MU’TASIM, Lc. MA.

Beliau adalah Alumni S1 Universitas Islam Madinah Syariah 2000 – 2005, S2 MEDIU Syariah 2010 – 2012 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Syu’bah Takmili (LIPIA), Syu’bah Lughoh (Universitas Islam Madinah) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Taklim di beberapa Lembaga dan Masjid

Related Articles

Back to top button