Bersikap Baik Terhadap Teman Yang Buruk

Bersikap Baik Terhadap Teman Yang Buruk

Bersikap Baik Terhadap Teman Yang Buruk

Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُه

Ustadz saya ingin bertanya. Saya mempunyai teman, tapi teman itu datang saat perlunya saja. Kalau kita susah dia pergi, boleh tidak kalau saya membalasnya untuk tidak membantunya jika dia sedang dalam kesulitan. Bagaimana sikap saya seharusnya ustadz?
Syukron ustadz

(Ditanyakan oleh Rizka Azrylia Ramadhani, Sahabat BIAS T09-G16)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah wash-shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah wa ‘ala aalihi wa ash-haabihi waman tabi’ahum bi ihsaanin ilaa yaumiddiin, Amma ba’du.

Laahaula wa laa quwwata illaa billaah.

Sikap yang seharusnya adalah tetap berlaku baik kepadanya.

Tentu kita ingat kisah Misythah dan Abu Bakar. Misythah adalah keponakan Abu Bakar yang dibiayai hidupnya oleh pamannya ini.

Ketika terjadi fitnah kepada ibunda Aisyah bahwa beliau berzina dengan Sufwan bin Mu’ath-thal, Misythah adalah termasuk dari tiga orang muslim yang menyebarkan berita tersebut.

Setelah turun ayat An-Nur bahwa berita tersebut bohong, tidak benar, dan ibunda Aisyah radhiyallahu ‘anha masih suci.

Abu Bakar bersumpah untuk tidak lagi memberikan pembiayaan bagi Misythah, akan tetapi Allah menegur hal tersebut dan menganjurkan Abu Bakar untuk tetap memberikan pembiayaan kepada Misyathah dan baginya ada ampunan Allah.

Kita dengar firman Allāh Subhānahu wa Ta’āla :

وَلَا يَأْتَلِ أُولُو الْفَضْلِ مِنْكُمْ وَالسَّعَةِ أَنْ يُؤْتُوا أُولِي الْقُرْبَى وَالْمَسَاكِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,

Semoga kita selalu dimudahkan oleh Allah untuk berbuat baik.

Wallohu A’lam
Wabillahittaufiq.

Dijawab dengan ringkas oleh:
👤 Ustadz Ratno Abu Muhammad Lc, حفظه الله
📆 Selasa, 05 Rajab 1440H / 12 Maret 2019M

CATEGORIES
Share This

COMMENTS