Adab & AkhlakKonsultasi

Bagi yang Suka Umbar Janji Melamar Wanita

Bagi yang Suka Umbar Janji Melamar Wanita

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan Bagi yang Suka Umbar Janji Melamar Wanita, selamat membaca.

Pertanyaan:

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bismillah, Assalamualaikum ustadz, mohon maaf sebelumnya apabila pertanyaannya out of topic, saya ingin bertanya, bolehkah mem-booking akhwat? Seperti berkata “Tunggu saya, 2 tahun lagi saya datang ke orang tua kamu, selama itu jangan menerima lelaki siapa pun!”.

Yang kedua apabila lebih halus, seperti “Beberapa tahun lagi saya akan datangi orang tua kamu, tunggu ya..” Dengan harapan si akhwat hanya menunggu saya, mohon nasihatnya Ustadz. Jazakallohu khoiron katsiiron

جزاك الله خيرا

(Disampaikan oleh anggota grup sahabat BiAS)

Jawaban:

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Janji Untuk Melamar Wanita, PHP!!?

Perintah seorang lelaki asing kepada seorang wanita untuk menunggu datang lamarannya beberapa tahun lagi adalah tidak disyariatkan dan tidak perlu dipatuhi oleh sang wanita, karena lelaki itu bukan siapa-siapanya, dan tidak ada kewajiban untuk menaati perintah tersebut.

Ketika ada seorang lelaki telah meminang wanita atau mengajukan lamaran ke wali wanita, para ulama menjelaskan, lamaran boleh dibatalkan, dengan pertimbangan dan alasan apa pun. Padahal lamaran ini lebih kuat dari pada sebatas janji untuk melamar atau “booking”.

Seorang muslim semestinya tidak membuat susah saudaranya atau pun orang lain. Selama rentang waktu perjanjian, banyak sekali perkara dan masalah silih berganti menyapa setiap insan. Maka dalam persoalan ‘janji lamaran’ ini ada masalah rasa dan perasaan wanita yang seharusnya diperhatikan. Jangan sampai ada kata PHP (pemberi harapan palsu) yang terjadi kemudian, ini tidak kita inginkan dan perlu dihindari.

Lihatlah ungkapan yang indah dalam sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam,

اِرْفَقْ بِالْقَوارِيْرِ

“Lembutlah kepada gelas-gelas kaca (maksudnya para wanita).” (HR. Bukhari, no. 5856; Muslim, no. 2323).

Pernah ditanyakan kepada seorang ahli fatwa,

Ada seorang pemuda yang berjanji akan menikahi seorang wanita. Mereka saling mencintai. Setelah pemuda ini belajar agama, dia mempertimbangkan, nampaknya wanita ini bukan termasuk kriteria pilihannya, bolehkah dia batalkan janjinya?

Jawaban dalam fatwa islam:

ولا يلزمه الزواج بهذه الفتاة ولو كان قد وعدها بذلك ؛ فإن الإنسان يباح له أن يفسخ الخطبة إذا وجد المبرر لذلك ، كما لو تبين له أن الفتاة لا تناسبه ، فكيف إذا لم تكن الخطبة قد تمت .

Tidak ada kewajiban baginya untuk menikahi wanita itu, meskipun dia pernah berjanji untuk menikahinya. Karena seseorang dibolehkan untuk membatalkan lamaran, jika ada alasan yang mendukung keputusannya. Misalnya dia mempertimbangkan, ternyata wanita ini tidak cocok untuknya. Maka bagaimana lagi dengan hanya sebatas janji, yang lamaran saja belum. (Fatwa Islam, no. 121704)

Semoga tidak ada lagi yang bermudah-mudahan dalam soal janji seorang lelaki yang akan melamar wanita dalam waktu tertentu. Dikatakan “Kalau kamu berani, langsung datang saja menemui walinya untuk melamar!”
Wallahu Ta’ala A’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Jumat, 2 Shafar 1443 H/ 10 September 2021 M


Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam

Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Fadly Gugul حفظه الله تعالى klik disini

Baca Juga :  Syubhat Tentang Bolehnya Melawan Pemimpin Dzolim

USTADZ FADLY GUGUL, S.Ag

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2012 – 2016 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Takhosus Ilmi di PP Al-Furqon Gresik Jawa Timur | Beliau juga pernah mengikuti Pengabdian santri selama satu tahun di kantor utama ICBB Yogyakarta (sebagai guru praktek tingkat SMP & SMA) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Dakwah masyarakat (kajian kitab), Kajian tematik offline & Khotib Jum’at

Related Articles

Back to top button