Macam-Macam Syukur bimbingan islam 2
Macam-Macam Syukur bimbingan islam 2

Macam-Macam Syukur

Telah diketahui syukur memiliki lima pilar utama yang harus dipenuhi bila ingin bersyukur dengan baik dan benar. Dari pilar tersebut dapat disimpulkan macam-macam syukur ada tiga :

1. Bersyukur dengan lisan

Orang yang bersyukur senantiasa akan memuji Tuhannya, mengucapkan hamdalah jika mendapat nikmat, beristighfar jika melakukan kesalahan, mengucapkan subhanallah jika melihat ciptaan-Nya, menasehati saudaranya yang salah. Sehingga bentuk syukur dengan lisan adalah dengan memuji sang pemberi Nikmat yaitu Allah .

2. Bersyukur dengan hati

Maksudnya adalah mengingat dan menggambarkan kenikmatan itu semata karena anugerah Allah yang maha Kuasa. Ditambah dengan menampakkan kecintaan dan pengagungan kepada Allah yang maha pemberi nikmat dengan tanpa menyandarkan kenikmatan tersebut kepada kekuatan diri sendiri.

3. Bersyukur dengan amal perbuatan

Maksudnya membalas kenikmatan sesuai dengan haknya. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan perbuatan ketaatan dan menggunakan kenikmatan tersebut untuk taat kepada Allah dan tidak untuk memaksiati Allah. Diantara bentuknya adalah memberikan banyak kebaikan kepada orang lain. Bersyukur sangat dituntut dilakukan dalam keseharian. perilaku yang baik, santun, jujur, ramah tamah adalah bagian dari rasa syukur itu sendiri.

Hal ketiga inilah yang paling penting dalam kehidupan kita sekarang ini. Sehingga Allah memerintahkan keluarga nabi Dawud untuk beramal sebagai wujud syukurnya dalam firman Allah :

يَعْمَلُوْنَ لَهٗ مَا يَشَاۤءُ مِنْ مَّحَارِيْبَ وَتَمَاثِيْلَ وَجِفَانٍ كَالْجَوَابِ وَقُدُوْرٍ رّٰسِيٰتٍۗ اِعْمَلُوْٓا اٰلَ دَاوٗدَ شُكْرًا ۗوَقَلِيْلٌ مِّنْ عِبَادِيَ الشَّكُوْرُ

“Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakiNya dari gedung-gedung yang Tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah Hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang bersyukur.”
(QS Saba’ : 13).

Para ulama tafsir menafsirkan firman Allah (Bekerjalah Hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah)) dengan pengertian kerjakanlah pekerjaan kalian sebagai wujud syukur kepada Allah. Dalam ayat ini Allah menjelaskan dengan kata bekerjalah (اعملوا) dan tidak menyatakan: (Syukurlah) untuk menjelaskan hubungan erat antara tiga macam syukur yaitu syukur dengan hati, syukur dengan lisan dan syukur dengan seluruh anggota tubuh.

Syukur kepada Allah dengan sempurna adalah perkara sulit, oleh karena itu Allah tidak memuji hamba-hambaNya dengan syukur dalam al-Qur’an kecuali dua orang saja yaitu Nabi Ibrohim –alaihissalam– dalam firman Allah:

شَاكِرًا لِّأَنْعُمِهِ ۚ ٱجْتَبَىٰهُ وَهَدَىٰهُ إِلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ

“(lagi) yang mensyukuri nikmat-nikmat Allah. Allah telah memilihnya dan menunjukinya kepada jalan yang lurus.”
(QS An-nahl : 121)

Sedangkan orang kedua adalah nabi Nuh –alaihissalam- dalam firman Allah:

ذُرِّيَّةَ مَنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوحٍ ۚ إِنَّهُ كَانَ عَبْدًا شَكُورًا

“(yaitu) anak cucu dari orang-orang yang Kami bawa bersama-sama Nuh. Sesungguhnya Dia adalah hamba (Allah) yang banyak bersyukur.”
(QS Al-Isra’ : 3)

Walaupun syukur itu sukar dilakukan secara sempurna namun kita harus berusaha menyempurnakan rasa syukur kita kepada Allah .

Semoga bermanfaat.
Wabillahi taufiq.

 

Disusun oleh:
Ustadz Kholid Syamhudi حفظه الله
Selasa, 09 Dzul’qadah 1441 H/ 30 Juni 2020 M



Ustadz Kholid Syamhudi, Lc. حفظه الله
Beliau adalah Mudir Pondok Pesantren Ibnu Abbas As Salafi, Sragen
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Kholid Syamhudi حفظه الله 
klik disini