Fiqih

Terpaksa Sholat Di Kamar Mandi, Sah kah Sholatnya?

Pendaftaran Grup WA Madeenah

Terpaksa Sholat Di Kamar Mandi, Sah kah Sholatnya?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan apabila terpaksa sholat di kamar mandi, sah kah sholatnya? Selamat membaca.


Pertanyaan:

Bismillah. Assalamualaikum ustadz, ada seorang TKW beragama Islam yang bekerja di sebuah apartemen majikannya yang non islam, peraturan di apartemen itu ART-nya tidak diperbolehkan sholat, jika ia kedapatan sholat maka ia akan dimarahi, disiksa, dan dianiaya.

Dia tidak diberikan kamar tidur khusus, jadi untuk sholat dia mengerjakan di kamar mandi karena jika ia mengerjakan di ruang tamu ia pasti akan ketahuan majikannya. Bagaimana pendapat ustadz?

(Ditanyakan oleh Santri Kuliah Islam Online Mahad BIAS)


Jawaban:

Waalaikumsalam warahmatullah wabarokatuh

Selama masih ada ruangan yang lebih bersih/suci, maka tidak boleh/layak bagi seseorang untuk melakukan shalat di tempat yang tidak layak/najis.

Sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari Abi Said Al-Khudri radhiallahu anhu berkata, Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda:

الأَرْضُ كُلُّهَا مَسْجِدٌ إِلاًّ لْمَقْبَرَةَ وَالْحَمَّامَ

Tanah semuanya adalah masjid melainkan kuburan dan tempat kamar mandi (WC).” (HR. Abu Daud, no. 492. Tirmizi, no. 317, Ibnu Majah, no. 745)

Sebaiknya, mencari tempat yang lebih layak untuk melakukan shalat, misal di gudang, loteng atau yang lainnya.

Di sisi lain, bila seseorang dalam keadaan yang tidak bisa melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim, maka kewajiban dia untuk melakukan hijrah ke tempat yang lebih kondusif berusaha mencari cara untuk meninggalkan tempat tersebut walau harus berkorban dengan materi dunia yang dimiliki, insyaallah Allah akan gantikan dengan yang lebih baik.

Atau sebaiknya ia laporkan kepada pihak terkait (pihak sponsor dari PJTKI) atau Kedubes RI dengan perlakuan yang sangat tidak layak yang didapatkan dari majikannya. Misal dari kamar yang tidak diberikan, beribadah yang dilarang, dsb dari fasilitas dan hak yang tidak layak diterima.

Semoga Allah menolong dan memudahkan urusan kita semua, sambil terus mengevaluasi dari keadaan diri kita, bisa jadi kesulitan yang didapat dari pelanggaran agama yang pernah dilakukan. Sebagaimana firman Allah ta`ala,”

وَمَآ أَصَٰبَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُوا۟ عَن كَثِيرٍ

Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).“ (QS: Asy-Syura: 30)

Wallahu a`lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Mu’tashim, Lc. MA. حفظه الله
Jumat, 13 Safar 1444 H/ 9 September 2022 M


Ustadz Mu’tashim Lc., M.A.
Dewan konsultasi Bimbingan
Islam (BIAS), alumus Universitas Islam Madinah kuliah Syariah dan MEDIU
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Mu’tashim Lc., M.A. حفظه الله klik di sini

Ustadz Mu’tasim, Lc. MA.

Beliau adalah Alumni S1 Universitas Islam Madinah Syariah 2000 – 2005, S2 MEDIU Syariah 2010 – 2012 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Syu’bah Takmili (LIPIA), Syu’bah Lughoh (Universitas Islam Madinah) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Taklim di beberapa Lembaga dan Masjid

Related Articles

Back to top button