Fiqih

Membersihkan Kemaluan Dengan Air Saja Atau Perlu Sabun?

Pendaftaran AISHAH Online Angkatan 2

Membersihkan Kemaluan Dengan Air Saja Atau Perlu Sabun?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan membersihkan kemaluan dengan air saja atau perlu sabun? Selamat membaca.


Pertanyaan:

Assalamu’alaikum warohmatullah wabarokatuh. Izin bertanya Ustadz, ketika kita selesai membersihkan kemaluan dengan air apakah harus juga dengan sabun? Atau cukup dengan air saja? Kemudian setelah itu kita hendak wudhu.

Terima Kasih Utsadz, jazaakallahu khairan.

(Ditanyakan oleh Santri Kuliah Islam Online Mahad BIAS)


Jawaban:

Waalaikumsalam warahmatullah wabarokatuh

Asal dari bersuci dan menyucikan tempat dari najis adalah dengan menggunakan air. Selama bisa menghilangkannya maka cukup dengan menggunakan air saja.

Namun bila ada media lain yang suci, yang bisa menghilangkan najis maka di perbolehkan menggunakannya atau dianjurkan bila lebih menghilangkan najis tersebut.

Sebagaimana yang disebutkan oleh para ulama (Dr. Abdullah bi Muhammad at-Thayyar, Dr. Abdullah bin Muhammad al-Muthlaq dan Dr. Muhammad bin Ibrahim al-Musa) dalam Al Fiqh Al Muyassar:

من أراد أن يغتسل غسلا واجبا أومستحبا فيجوز له أن يستخدم الصابون والشامبو ونحوذلك من المنظفات ولا حرج عليه في ذلك

“Siapa yang akan melakukan mandi wajib ataupun mandi sunnah, maka dibolehkan baginya menggunakan sabun dan sampo dan yang serupa dengan keduanya dari benda-benda yang dapat membersihkan, dan tidak ada masalah baginya dalam hal tersebut.” (Al-Fiqh Al-Muyassar: 1/126).

Sebagaimana Rasulullah sallahu alaihi wasallam juga menggunakan media tanah ketika mandi dengan membersihkan kedua tangannya setelah menyentuh kemaluan.

Yang dipahami darinya untuk lebih membersihkan tangannya dari najis yang masih menempel.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَتْ مَيْمُونَةُ وَضَعْتُ لِرَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – مَاءً يَغْتَسِلُ بِهِ ، فَأَفْرَغَ عَلَى يَدَيْهِ ، فَغَسَلَهُمَا مَرَّتَيْنِ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلاَثًا ، ثُمَّ أَفْرَغَ بِيَمِينِهِ عَلَى شِمَالِهِ ، فَغَسَلَ مَذَاكِيرَهُ ، ثُمَّ دَلَكَ يَدَهُ بِالأَرْضِ ، ثُمَّ مَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ ، ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ وَيَدَيْهِ ثُمَّ غَسَلَ رَأْسَهُ ثَلاَثًا ، ثُمَّ أَفْرَغَ عَلَى جَسَدِهِ ، ثُمَّ تَنَحَّى مِنْ مَقَامِهِ فَغَسَلَ قَدَمَيْهِ

Baca Juga:  Berkurban Atau Aqiqah Dahulu? Berikut Penjelasannya!

Dari Ibnu ‘Abbas berkata bahwa Maimunah mengatakan, “Aku pernah menyediakan air mandi untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu beliau menuangkan air pada kedua tangannya dan mencuci keduanya dua kali-dua kali atau tiga kali. Lalu dengan tangan kanannya beliau menuangkan air pada telapak tangan kirinya, kemudian beliau mencuci kemaluannya. Setelah itu beliau menggosokkan tangannya ke tanah. Kemudian beliau berkumur-kumur dan memasukkan air ke dalam hidung. Lalu beliau membasuh muka dan kedua tangannya. Kemudian beliau membasuh kepalanya tiga kali dan mengguyur seluruh badannya. Setelah itu beliau bergeser dari posisi semula lalu mencuci kedua telapak kakinya (di tempat yang berbeda).” (HR. Bukhari no. 265 dan Muslim no. 317)

Maksud dari “Kemudian mencuci kemaluannya, lalu beliau menggosokkan tangannya ke lantai, mengusapkannya dengan tanah lalu mencucinya.” Dalam hadits Mainunah di atas adalah untuk membersihkan kotoran yang melekat pada kedua tangan beliau.” (Ibnu Hajar, Fathul Baari : I/429).

[TS_Poll id="2"]

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Mu’tashim, Lc. MA. حفظه الله
Jumat, 26 Syawal 1443 H/ 27 Mei 2022 M


Ustadz Mu’tashim Lc., M.A.
Dewan konsultasi BimbinganIslam (BIAS), alumus Universitas Islam Madinah kuliah Syariah dan MEDIU
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Mu’tashim Lc., M.A. حفظه الله klik di sini

Akademi Shalihah Menjadi Sebaik-baik Perhiasan Dunia Ads

Ustadz Mu’tasim, Lc. MA.

Beliau adalah Alumni S1 Universitas Islam Madinah Syariah 2000 – 2005, S2 MEDIU Syariah 2010 – 2012 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Syu’bah Takmili (LIPIA), Syu’bah Lughoh (Universitas Islam Madinah) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Taklim di beberapa Lembaga dan Masjid

Related Articles

Back to top button