Islam Hancur Karena Penyimpangan Orang Alim, Apa Benar?

Islam Hancur Karena Penyimpangan Orang Alim, Apa Benar?

Islam Hancur Karena Penyimpangan Orang Alim, Apa Benar?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki tuturkata mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang islam hancur karena penyimpangan orang alim, apa benar?
selamat membaca.

Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga ustadz dan keluarga senantiasa dikaruniai kesehatan dan keberkahan ilmu.

Saya ingin bertanya mengenai perkataan Umar bin Khatthab radhiyallahu ‘anhu berikut :
Diriwayatkan dari Ziyad bin Hudair, ia berkata: Umar bin al-Khathab pernah berkata kepadaku :

هَلْ تَعْرِفُ مَا يَهْدِمُ الإِسْلاَمَ؟ قَالَ قُلْتُ : لاَ. قَالَ : يَهْدِمُهُ زَلَّةُ الْعَالِمِ وَجِدَالُ الْمُنَافِقِ بِالْكِتَابِ وَحُكْمُ الأَئِمَّةِ الْمُضِلِّينَ

“Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?”
Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.”
Umar berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan/tergelincirnya orang alim, bantahan orang munafik dengan Al-Qur’an, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”
(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih).

Seseorang menyangkal perkataan tersebut dan berkata bahwa Islam itu akan diangkat, tidak bisa di hancurkan. Jadi kata dihancurkan tidaklah benar. Bagaimana menanggapi hal ini?

(Disampaikan oleh Fulanah, Sahabat BiAS T09 G-49)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du
Ayyatuhal Akhwat baarakallah fiikunna.

Diriwayatkan dari Ziyad bin Hudair, ia berkata: Umar bin al-Khathab pernah berkata kepadaku :

هَلْ تَعْرِفُ مَا يَهْدِمُ الإِسْلاَمَ؟ قَالَ قُلْتُ : لاَ. قَالَ : يَهْدِمُهُ زَلَّةُ الْعَالِمِ وَجِدَالُ الْمُنَافِقِ بِالْكِتَابِ وَحُكْمُ الأَئِمَّةِ الْمُضِلِّينَ

“Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?”
Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.”
Umar berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan/tergelincirnya orang alim, bantahan orang munafik dengan Al-Qur’an, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”
(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih.

Atsar ini perlu ditinjau dari beberapa sisi:

1. Imam Malik rahimahullah pernah berkata:

كل أحدٍ يؤخذ من قوله ويُترَك، إلا صاحب هذا القبر صلى الله عليه وسلم؛ – سير أعلام النبلاء للذهبي جـ 8|93

“Setiap perkataan bisa diambil dan ditolak kecuali penghuni kubur ini (maksudnya Rasulullah Shallallah ‘alahi wasallam)”
(lihat Siyar: 8/93).

Ini adalah perkataan Umar radhiallahu ‘anhu dan bukan kata Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam yang mana perkataan beliau memiliki jawami’ul kalim (kata yang singkat, padat mengandung makna yang luas dan ini salah satu bentuk mukjizat Nabi), berbeda dengan sahabat.

2. Maksud kata (يهدم) dalam atsar Umar ini adalah ‘hilang kemuliaannya (Islam)’ sebagaiman penjelasan ahli ilmu (lihat Mirqotil mafatih syarhil Misykatil Mashobih, Kitabul ‘Ilmi Hal. 477) dan bukan arti secara asalnya ‘menghancurkan bangunan.’

3. Dalam memahami teks bahasa Arab ada beberapa poin yang harus dilihat, di antaranya : memahami ‘Sabaq’ (konteks sebelum pembicaraan/latar belakang lafazh itu terucap), ‘Siyaq’ (konteks point pembicaraan sekarang/dihadapan kasus), dan ‘Lihaq’ (konteks setelah pembicaraan), sehingga setiap kalimat yang dipahami bersifat holistik/menyeluruh dan tidak mudah jatuh dalam keambiguan/ketidakjelasan atau bahkan gagal paham.

Maka diperlukan penjelasan ahli atau pakar di bidangnya (ulama ahli bahasa), dan tidak serampangan / asal-asalan memahami arti perkata dari sebuah teks kalimat/ paragraf (apatah lagi kalau bukan bahasa Ibu kita), dan untuk lebih berhati-hati dalam masalah seperti ini. semoga bisa dimaklumi dan semoga Allah Ta’ala memberikan Taufiq kepada semuanya.

Wallahu Ta’ala A’lam.

 

Disusun oleh:
Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Selasa, 01 Rabbi’ul Awwal 1441 H/ 29 Oktober 2019 M



Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam

Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Fadly Gugul حفظه الله تعالى klik disini

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS