Keluarga

Hukum Mengadopsi Anak dalam Islam

Hukum Mengadopsi Anak dalam Islam

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan pembahasan tentang hukum mengadopsi anak dalam Islam. Selamat membaca.


Pertanyaan:

Saya sudah 7 thn berumah tangga namun belum dikaruniai keturunan, mohon doanya semoga kami. Segera dipantaskan untuk menjadi orang tua.

Yang saya tanyakan, gimana hukumnya dalam Islam kalau kita mengasuh anak atau adopsi, banyak yang bilang untuk pancingan agar cepat dikaruniai keturunan. Cuma saya pikir adopsi anak tanggung jawabnya besar dan juga butuh hati yang tulus ikhlas merawat anak tersebut seperti anak sendiri.

Mohon pencerahannya Ustadz. Jazakallah khair.

(Ditanyakan oleh Sahabat BIAS via Instagram Bimbingan Islam)


Jawaban:

Semoga Allah memberikan rezeki kepada penanya berupa anak yang shalih atau shalihah.

Baca Juga :  Hukum Memalsukan Ijazah Karena Terdesak

Di antara sebab yang bisa mendatangkan rezeki berupa harta dan anak adalah beristighfar dan memohon ampun kepada Allah sebagaimana yang disebutkan oleh Hasan Al-Bashri, beliau berdalil dengan firman Allah :

﴿فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (١٠) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا (١١) وَيُمْدِدْكُم بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَارًا (١٢)

“Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh: 10-12)

Mengangkat anak atau adopsi tidak mengubah status si anak menjadi anak kandung, wanita yang mengangkatnya menjadi anak bukanlah ibunya dalam sisi syariat, dan bapaknya juga bukan ayah dari sisi syariat.

Baca Juga :  Mertua Laki-Laki yang Berniat Berbuat Jahat

Kalau anak tersebut adalah orang asing dan bukan mahram si ibu jika laki-laki atau si ayah jika perempuan, maka statusnya tidak akan berubah. Ketika anak tersebut dewasa, hukumnya seperti laki-laki asing yang bukan mahram bagi ibu dan anak perempuan si ibu dan wanita asing bagi ayahnya dan anak laki-laki si ayah.

Konsekuensinya boleh untuk dinikahi, haram bersentuhan dan haram menyandarkan dirinya kepada ayah angkatnya. Rasulullah bersabda:

لَيْسَ مِن رَجُلٍ ادَّعى لِغَيْرِ أبِيهِ وهُوَ يَعْلَمُهُ إلّا كَفَرَ

Seorang yang menyandarkan diri kepada selain bapaknya dan dia mengetahuinya, maka dia telah melakukan perbuatan kufur.” (HR. Muslim no. 112)

Sehingga, tidak ada namanya anak angkat di dalam Islam dan hukumnya haram.

Wallahu a’lam

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله
Kamis, 3 Jumadil Akhir 1443 H/ 6 Januari 2022 M


Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى klik disini

Baca Juga :  Hukum Menerima Uang Haram dari Suami/Ayah

Ustadz Muhammad Ihsan, S.Ag., M.HI.

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2011 – 2015, S2 Universitas Muhammadiyah Surakarta Hukum Islam 2016 – 2021 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Dauroh Syaikh Sulaiman & Syaikh Sholih As-Sindy di Malang 2018, Beberapa dars pada dauroh Syaikh Sholih Al-’Ushoimy di Masjid Nabawi, Dauroh Masyayikh Yaman tahun 2019, Belajar dengan Syaikh Labib tahun 2019 – sekarang | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Kegiatan bimbingan islam

Related Articles

Back to top button