Fiqih

Anak Berlarian Melewati Depan Orang Shalat

Anak Berlarian Melewati Depan Orang Shalat

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan pembahasan mengenai anak yang berlarian melewati depan orang shalat. Selamat membaca.


Pertanyaan:

Bismillah. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Ustadz. Ketika melakukan shalat berjamaah di rumah karena ada udzur, anak saya yang berumur 2 tahun suka mondar-mandir, lari-lari di depan saya (imam) dan juga suka mengelilingi saya. Padahal sudah saya coba tahan, tetapi anak selalu berhasil mengelak dan berlari kembali. Apakah anak boleh dibiarkan saja melewati imam, atau tetap ditahan semampunya? Jazakallahu khairan. Barakallahu fiikum.

(Ditanyakan oleh Santri Kuliah Islam Online Mahad BIAS)


Jawaban:

Waalaikumsalam warahmatullah wabarokatuh

Tidak mengapa membiarkan anak yang belum baligh dan belum mengenal baik buruk di depan  orang yang sedang shalat, dan tidak sampai membatalkan shalatnya.

Baca Juga :  Sikap Kepada Ibu Susuan

Sebagaimana yang telah terjadi pada diri Rasulullah shallahu alaihi wasallam ketika mereka asyik bermain di sekitar Rasulullah bahkan di punggung Rasulullah dan beliau mendiamkannya.

Wahai Rasulullah, saat salat engkau memperlama sujud, hingga kami mengira bahwa ada sesuatu yang telah terjadi atau ada wahyu yang diturunkan kepadamu? Rasulullah () menjawab: “Bukan karena semua itu, tetapi cucuku (Hasan atau Husain) menjadikanku sebagai kendaraan, maka aku tidak mau membuatnya terburu-buru, (aku biarkan) hingga ia selesai dari bermainnya” (HR. An-Nasa’i)

Hanya saja bila memungkinkan untuk mengatur mereka sehingga tidak berlarian dan mengganggu kekhusyuan shalat maka ini lebih baik dan bisa lebih memunculkan kekhusyuan. Bila tidak dimungkinkan untuk mengaturnya, maka diperbolehkan untuk membiarkannya.

Jika ada anggota keluarga lain yang bisa menahan perbuatan mereka ketika ada orang yang sedang shalat dan mengajak anak tersebut bermain di tempat lain sampai orang yang shalat selesai maka ini yang lebih baik.

Baca Juga :  5 Masalah Seputar Sujud Sahwi

Sebagaimana yang juga dilakukan oleh ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,

أَقْبَلْتُ رَاكِبًا عَلَى حِمَارٍ أَتَانٍ ، وَأَنَا يَوْمَئِذٍ قَدْ نَاهَزْتُ الاِحْتِلاَمَ ، وَرَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يُصَلِّى بِمِنًى إِلَى غَيْرِ جِدَارٍ ، فَمَرَرْتُ بَيْنَ يَدَىْ بَعْضِ الصَّفِّ وَأَرْسَلْتُ الأَتَانَ تَرْتَعُ ، فَدَخَلْتُ فِى الصَّفِّ ، فَلَمْ يُنْكَرْ ذَلِكَ عَلَىَّ

“Aku pernah datang dengan menunggang keledai betina, yang saat itu aku hampir menginjak masa baligh, dan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam sedang shalat di Mina tanpa menghadap tembok. Maka aku lewat di depan sebagian shaf kemudian aku melepas keledai betina itu supaya mencari makan sesukanya. Lalu aku masuk kembali di tengah shaf dan tidak ada seorang pun yang menyalahkanku.” (HR. Bukhari, no. 76, 493 dan 861). Wallahu a`lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Mu’tashim, Lc. MA. حفظه الله
Kamis, 3 Jumadil Akhir 1443 H/ 6 Januari 2022 M


Ustadz Mu’tashim Lc., M.A.
Dewan konsultasi BimbinganIslam (BIAS), alumus Universitas Islam Madinah kuliah Syariah dan MEDIU
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Mu’tashim Lc., M.A. حفظه الله klik disini

Baca Juga :  Hukum Shalat Jenazah di Waktu Terlarang Sholat, Seperti Setelah Waktu Ashar

Ustadz Mu’tasim, Lc. MA.

Beliau adalah Alumni S1 Universitas Islam Madinah Syariah 2000 – 2005, S2 MEDIU Syariah 2010 – 2012 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Syu’bah Takmili (LIPIA), Syu’bah Lughoh (Universitas Islam Madinah) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Taklim di beberapa Lembaga dan Masjid

Related Articles

Back to top button