Faedah Hadist

Fawaid Hadist #112 | Bersedekah Dengan Separuh Kurma

Fawaid Hadist #112 | Bersedekah Dengan Separuh Kurma

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan serial fawaid hadist, Fawaid Hadist #112 | Bersedekah Dengan Separuh Kurma. Selamat membaca.


[div class=fawaid-hadis]

عَنْ عَدِيِّ بْنِ حَاتِمٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: « اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةِ » مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

وَفِي رِوَايَةٍ لَهُمَا عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: « مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ سَيُكَلِّمُهُ رَبُّه لَيْسَ بَيْنَهُ وَبَينَهُ تَرْجُمَانٌ، فَيَنْظُرَ أَيْمَنَ مِنْهُ فَلَا يَرَى إِلاَّ مَا قَدَّمَ، وَيَنْظُرُ أَشْأَمَ مِنْهُ فَلَا يَرَى إلاَّ مَا قَدَّمَ، وَيَنْظُرُ بَيْنَ يَدَيْهِ فَلَا يَرى إلاَّ النَّارَ تِلْقَاءَ وَجْهِهِ، فَاتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرةٍ، فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَبِكَلِمَةٍ طيِّبَةٍ.

Dari Adi bin Hatim radhiyallahu anhu, dia berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Takutlah kalian terhadap api neraka, walaupun hanya dengan bersedekah separuh kurma.”
(HR. Al-Bukhari, no. 6023 & Muslim, no. 1016)

Dalam riwayat lainnya, “Tidak ada seorang pun daripada kamu semua, melainkan akan diajak berbicara oleh Rabbnya dan di antara dia dengan Rabbnya tidak ada perantara. Orang itu melihat ke sebelah kanannya, maka tidak ada yang dilihat olehnya kecuali amalan yang telah dilakukannya ketika hidupnya, dan dia melihat ke sebelah kirinya, maka tidak ada pula yang dilihat olehnya, kecuali amalan yang dilakukan ketika hidupnya. Kemudian dia melihat juga ke depan, maka tidak ada yang dilihatnya kecuali neraka yang ada di hadapannya. Maka takutlah kamu semua terhadap siksa neraka.
Berbuatlah kebaikan walaupun dengan bersedekah separuh kurma. Sekiranya tidak mempunyai sesuatu untuk disedekahkan, maka bersedekahlah dengan ucapan yang baik-baik saja.” (HR. Al-Bukhari, no. 7443, 7512).

[/div]

Faedah Hadist

Hadist ini memberikan faedah – faedah berharga, di antaranya;

1. Dalam syariat Islam yang mulia, kebaikan itu sangat banyak, Allah ‘Azza wa Jalla mensyariatkan bagi para hamba-Nya untuk berlomba-lomba menapakinya agar sampai pada tujuan penciptaan manusia, yaitu beribadah hanya kepada Allah Ta’ala dengan amalan kebaikan dan kebajikan, di antaranya adalah bersedekah.

2. Bersedekah walaupun nilainya kecil dapat menjadikan amalan itu sebagai tameng dari api neraka.

3. Keutamaan dan keagungan amalan sedekah karena Allah Ta’ala.

4. Faedah yang sangat berharga bahwa Allah Ta’ala kelak akan berbicara dengan suara yang terdengar, dapat difahami tidak memerlukan penerjemah, yang setiap objeknya memahaminya.

5. Perkataan yang baik itu artinya luas yang mencakup: membaca Al-Qur’an, bacaan Al-Qur’an adalah ucapan yang terbaik, tasbih (Subhanallah), takbir (Allahu akbar), tahmid (Alhamdulillah), tahlil (Laa Ilaha Illallah), menganjurkan manusia untuk berbuat baik, mencegah yang mungkar, mengajarkan ilmu syar’i, nasehat yang tulus dan setiap ucapan yang mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala.

6. Penetapan sifat kalam bagi Allah Ta’ala pada hari kiamat dengan para hamba-Nya tanpa penerjemah.

7. Jangan meremehkan amalan-amalan kebaikan yang kecil, karena dengan niat yang tulus dan cara yang benar, hal itu bisa mendatangkan balasan dan anugerah yang berlimpah dari Allah Yang Maha Pemurah.

8. Selama masih diberikan kesempatan hidup, maka bersungguh-sungguhlah dalam beramal kebaikan. Karena ini adalah sebab penyelamat di Akhirat, setelah rahmat Allah Yang Mahaluas.

Wallahu Ta’ala A’lam.

Referensi Utama: Syarah Riyadhus Shalihin karya Syaikh Shalih al Utsaimin, & Kitab Bahjatun Naazhiriin Syarh Riyaadhish Shaalihiin karya Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilaliy.


[div class=fawaid-hadis]

Yuk dukung operasional & pengembangan dakwah Bimbingan Islam, bagikan juga faedah hadist ini kepada kerabat dan teman-teman.

“Demi Allah, jika Allah memberi hidayah kepada satu orang dengan sebab perantara dirimu, hal itu lebih baik bagimu daripada unta-unta merah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

*unta merah adalah harta yang paling istimewa di kalangan orang Arab kala itu (di masa Nabiﷺ).

[/div]

Ustadz Fadly Gugul, S.Ag

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2012 – 2016 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Takhosus Ilmi di PP Al-Furqon Gresik Jawa Timur | Beliau juga pernah mengikuti Pengabdian santri selama satu tahun di kantor utama ICBB Yogyakarta (sebagai guru praktek tingkat SMP & SMA) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Dakwah masyarakat (kajian kitab), Kajian tematik offline & Khotib Jum’at
Back to top button