Bagaimana Bila Suami Marah Dan Mengatakan Jangan “Sampai Aku Tidak Meridhoi Kamu”?

Bagaimana Bila Suami Marah Dan Mengatakan Jangan “Sampai Aku Tidak Meridhoi Kamu”?

Pertanyaan

بسم اللّه الرحمن الر حيم

السلام عليكم ورحمةالله وبركاته

Afwan, Ustadz. Ana ingin bertanya. Apakah berdosa jika seorang istri yang diperintah suaminya untuk mengurusi sesuatu tidak bisa, Ustadz?

Misalnya (mengurus surat tanah) tapi si istri berbuat kesalahan yang sebenarnya bukan kesalahannya melainkan kesalahan dari pihak ketiga namun si istri karena kelemahannya (tidak pandai bicara menjelaskan kepada pejabat pertanahan setempat sehingga ada kekeliruan dalam akta tanah tsb) tidak bisa berbuat apa-apa dan si suami marah dan berkata “jangan sampai aku tidak meridhoi kamu”.

Padahal itu perkara kecil, dan sebaiknya sikap istri bagaimana?
Apakah kata-kata suami tersebut diijabah Allah, Ustadz?

Mohon penjelasannya, Ustadz. Syukron wa jazaakallahu khayran.

 

Jawaban

Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh

Kami tidak memungkiri akan keberadaan suami-suami gemblung yang tidak tahu diri di dunia ini. Mereka ini ada dan exist hingga hari ini. Orang yang tidak mampu, atau tidak mau melakukan sesuatu dan menyuruh istrinya keluar mengurus sesuatu, dan ketika terjadi kesalahan tehnis yang itu normal terjadi, ia lantas mengacungkan senjata tidak ridha.

Itu adalah ucapan yang bukan pada tempatnya. Allah ta’ala berfirman :

لاَ يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلاَّ وُسْعَهَا

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al-Baqarah : 286).

Namun meski demikian kami berharap agar para istri tetap berhias dengan kesabaran yang indah (Sobrun Jamil) ketika menghadapi bayi-bayi tua/bocah tua nakal ini. Ikhlaskan hal tersebut karena mengharap pahala dan syurga Allah ta’ala.

Jelaskan kepada suami bahwa kesalahan tersebut diluar kesengajaan dan hanya sebatas itulah kemampuan yang kita miliki dalam menjelaskan dan menguraikan suatu kasus. Bacakan ayat Allah ta’ala yang tadi kita nukil, dan berikan solusi atas kesalahan tersebut.

Semoga Allah ta’ala senantiasa menjaga rumah-rumah kaum muslimin dari berbagai macam keburukan.

Wallahu a’lam

Dijawab dengan ringkas oleh :

Ustadz Abul Aswad Al-Bayati حفظه الله

Rabu, 08 Rabi’ul Awwal 1438 H / 07 Desember 2016 M

CATEGORIES
Share This

COMMENTS