Umum

Cara dan Adab Menuntut Ilmu Agama Islam

Cara dan Adab Menuntut Ilmu Agama Islam

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan cara dan adab menuntut ilmu agama Islam. Selamat membaca.


Pertanyaan:

Assalamu’alaikum warohmatullah wabarokatuh. ‘Afwan, izin bertanya. Jika kita sudah memiliki buku panduan materi yang akan dibahas, apakah kita tetap dianjurkan untuk menulis di buku tulis tersendiri? Atau bisa hanya menulis di bagian pinggir-pinggir buku?

Ketika ana menulis di buku tulis ana merasa hal-hal yang ana tulis sudah ada di buku panduan, jadi ana berpikirnya kenapa harus ditulis lagi, bukankah bisa di stabilo saja, terlebih menulis kembali dari awal membutuhkan waktu yang cukup lama (mohon koreksinya jika pemikiran ana salah).

Tetapi jika faedah-faedah tambahannya hanya ana sempilkan kesannya juga kurang rapi.

Dalam hal ini ana bingung dan kesulitan untuk mengukur kemampuan ana dalam belajar, apakah sebaiknya ana murojaah melalui catatan saja atau buku panduan+catatan atau harus membuat ringkasan dari buku panduan+catatan.

Baca Juga:  Hukum Musik dan Nyanyian, Apakah Mutlak Haram?

Mohon solusi, nasihat, dan pencerahannya Ustadz, agar ilmu yang ana pelajari bisa lebih ana pahami dan berkah. Jazaakumullah khoiron wa barakallahufiikum.

(Ditanyakan oleh Santri Kuliah Islam Online Mahad BIAS)


Jawaban:

Semoga Allah berikan kemudahan dengan niat Anda untuk terus konsisten dan antusias di dalam mengoptialkan mencari ilmu.

Sistem belajar, apa yang terbaik bagi seseorang maka menyesuaikan dengan keadaan, kemampuan dan target yang dibidiknya.

Bila target yang diinginkannya untuk jangka panjang, mau dihafalkan, atau disusun di dalam buku khusus supaya bisa diulang secara kontinyu, ditambah banyaknya buku yang harus dibaca dengan berbagai kesibukan yang dimiliki, maka menyalinnya di sebuah buku catatan supaya mudah dihafal, diulang, tidak mudah hilang catatan khusus/pentingnya.

Disamping menulis kembali, akan banyak membantu ingatan dengan apa yang ditulisnya. Dan ini model yang dilakukan oleh banyak para ulama salaf untuk menyalin ulang catatan penting yang didapatkan.

Baca Juga:  Kisah Mariyah dan Hafshoh, Istri Rasulullah ﷺ?

Tiada akan merugi dengan apa yang dilakukan, walaupun kadang berpikir dengan apa yang Anda rasakan, bila sudah ada di buku maka buat apa menyalin kembali.

Bila target seseorang tidak banyak, untuk menekuni ilmu dari kitab-kitab yang sangat banyak. Karena keterbatasan kemampuan dan waktunya, sehingga ia diperkirakan hanya membaca buku-buku tertentu dengan jumlah yang tidak banyak.

Dan bila ia membutuhkan buku tersebut mudah ia ambil maka tentunya cukup baginya untuk meng optimalkan tulisan yang ada di buku saja dengan memberikan tanda khusus, atau menambahkan sedikit catatan di buku tersebut.

Maka lihat kembali target dan kondisi Anda, bila ada kesempatan, dan waktu luang, sebaiknya Anda mencatatkan point-point penting di buku khusus, untuk lebih menguatkan ingatan dan mudah di ulang kembali.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam,

قَيِّدُوا الْعِلْمَ بِالْكِتَابِ

“Ikatlah ilmu dengan dengan menulisnya” (Silsilah Ash-Shahiihah no. 2026)

Baca Juga:  Hitam di Dahi, Ciri Sujud yang Salah dan Riya?

Imam Asy Syafi’i rahimahullah berkata,

الْعِلْمُ صَيْدٌ وَالْكِتَابَةُ قَيْدُهُ قَيِّدْ صُيُوْدَكَ بِالْحِبَالِ الْوَاثِقَهْ

فَمِنَ الْحَمَاقَةِ أَنْ تَصِيْدَ غَزَالَةً وَتَتْرُكَهَا بَيْنَ الْخَلاَئِقِ طَالِقَهْ

Ilmu adalah buruan dan tulisan adalah ikatannya

Ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat

Termasuk kebodohan kalau engkau memburu kijang

Setelah itu kamu tinggalkan terlepas begitu saja. ( Diwan Syafi’I hal. 103)

Imam Asy-Sya’bi rahimahullah berkata,

إِذَا سَمِعْتَ شَيْئًا فَاكْتُبْهُ وَلَوْ فِي الْحَائِطِ

“Apabila engkau mendengar sesuatu ilmu, maka tulislah meskipun pada dinding” (Al-‘Ilmu no. 146 oleh Abu Khaitsamah)

Wallahu a`lam

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Mu’tashim, Lc. MA. حفظه الله
Kamis, 10 Dzulqo’dah 1443 H/9 Juni 2022 M


Ustadz Mu’tashim Lc., M.A.
Dewan konsultasi BimbinganIslam (BIAS), alumus Universitas Islam Madinah kuliah Syariah dan MEDIU
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Mu’tashim Lc., M.A. حفظه الله klik di sini

Ustadz Mu’tasim, Lc. MA.

Beliau adalah Alumni S1 Universitas Islam Madinah Syariah 2000 – 2005, S2 MEDIU Syariah 2010 – 2012 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Syu’bah Takmili (LIPIA), Syu’bah Lughoh (Universitas Islam Madinah) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Taklim di beberapa Lembaga dan Masjid
Back to top button