Adab & Akhlak

Metode Pendidikan Anak Dengan Hukuman, Diperbolehkan?

Pendaftaran Grup WA Madeenah

Metode Pendidikan Anak Dengan Hukuman, Diperbolehkan?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang Metode Pendidikan Anak Dengan Hukuman, Diperbolehkan? selamat membaca.

Pertanyaan:

Bismillah Saya mempunyai anak remaja laki2 usia 14 tahun, dan saya sering menyuruh dia untuk beribadah misalnya shalat berjamaah di masjid, membaca al quran dan murojaah hafalannya dan kadang pula sy memarahinya jika ia tidak mengerjakan hal tsb. Dimana jika ia tidak di suruh ia pun tidak mengerjakannya. Apakah metode sy menyuruh anak atau kadang saya memarahinya untuk beribadah ini diperbolehkan ustadz??

Ditanyakan oleh Santri Mahad Bimbingan Islam


Jawaban:

Bismillah, memang selayaknya sebagai orang tua untuk selalu memikirkan dan menjaga anggota keluarga kita dari seluruh hal yang dapat membahayakan kita dari ancaman api neraka, sebagaimana firman Allah ta`ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allâh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. (QS. at-Tahrîm/66:6)

Sehingga apapun akan orang tua lakukan untuk menjaga buah hatinya dari marabahaya yang akan menjeratnya. Dalam usaha penjagaan sebagaimana yang dimaksudkan di ayat, maka manusia akan menjalani proses pendidikan untuk membentuk sebuah karakter atau sifat yang penuh tanggung jawab dan mengarah kepada jalan yang benar.

Dalam metode pendidikan dan pembelajaran kita kenal dengan dengan apa yang namanya hukuman sebagai salah bentuk proses penanaman rasa tanggung jawab dengan segala apa yang dilakukannya, sehingga berharap proses hukuman ini bisa memberikan efek jera.

Proses inipun telah diajarkan dalam agama islam dengan banyaknya dalil di dalam alquran dan alhadist dengan apa yang telah banyak Allah tegaskan dengan berbagai ancaman dan hukuman dalam suatu kesalahan yang di lakukan oleh seorang hamba, baik ancaman hukum yang akan didapatkan seorang hamba tatkala berbuat salah dengan hukum ta`zir ataupun hukum had, pun begitupula dengan hukuman yang akan di terima di akhirat, baik di alamat kubur ataupun di neraka kelas.

Namun juga harus dicatat pula, bahwa ancaman/hukuman adalah salah satu cara untuk mengingatkan dan mengembalikan dari kesalahan yang pernah atau tengah dilakukannya, bukan sekedar pelampiasan emosi amarah belaka yang tidak terkendali sehingga bisa berakibat fatal semakin jauhnya dari kendali proses didik yang benar dan berfungsi sesuai keinginan.

Karenanya dalam proses memberikan hukuman ini juga harus diperhatikan bebeapa catatan, antara lain:

  • Porsi hukuman sesuai kebutuhan, jangan sampai berlebih atau dianggap remeh sehingga tidak mempunyai efek jera.
  • Hukuman dilakukan secara bertahap dan terarah, disesuaikan dengan kondisi orang yang akan diberikan sangsi/hukuman.
  • Diberikan pemahaman dengan kesalahan yang telah dilakukan, sehingga tidak menghukum dari perilaku yang tidak diakui oleh anak tersebut karena akan berakibat memunculkan benih pemberontakan sikap dan kebencian sepihak karena merasa diberlakukan tidak adil.
  • Hindari menghukum dalam kondisi marah dan emosi meledak ledak, karena akan memunculkan hukuman yang melebihi dari batasan semestinya.
  • Selalu mencoba memasukkan sisi iman/akidah dan akhlak islami dalam setiap hukuman atau pendidikan secara umum

Dengan selalu berhati hati, meminta dan berdoa kepada Allah terhadap keberhasilan pendidikan kita dan anak-anak kita, insyaallah akan diberikan hasil sesuai dengan keinginan. Diatas beberapa sikap yang hendaknya diperhatikan dalam proses pendidikan dan hukuman yang akan di jatuhkan kepada kita dan orang orang yang disekitar kita.

Terkait dengan anak kita dalam masalah shalat, disamping beberapa rambu diatas, kita juga memperhatikan arahan Rasulullah dalam masalah shalat ini, sebagaimana hadist yang di riwayatkan dari Amr bin Syu’aib, dari bapaknya dari kakeknya, dia berkata, “Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

مُرُوا أَوْلادَكُمْ بِالصَّلاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ ، وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ ، وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ (وصححه الألباني في “الإرواء”، رقم 247)

“Perintahkan anak-anak kalian untuk melakukan shalat saat usia mereka tujuh tahun, dan pukullah mereka saat usia sepuluh tahun. Dan pisahkan tempat tidur mereka.” (Abu Daud: 495 dan Ahmad : 6650).

Ibnu Qudamah rahimahullah berkata dalam kitab Al-Mughni (1/357) “Perintah dan pengajaran ini berlaku bagi anak-anak agar mereka terbiasa melakukan shalat dan tidak meninggalkannya ketika sudah baligh.”

Dari Abu Burdah Al-Anshar, dia mendenar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Seseorang tidak boleh dipukul lebih dari sepuluh kali kecuali dalam masalah hudud (hukuman tetap) dari Allah Ta’ala.” (HR. Bukhari, no. 6456, Muslim, no. 3222)

Syekh Ibn Baz rahimahullah berkata,

“Perhatikanlah keluarga dan jangan lalai dari mereka wahai hamba Allah. Hendaknya kalian bersungguh-sungguh untuk kebaikan mereka. Perintahkan putera puteri kalian untuk melakukan shalat saat berusia tujuh tahun, pukullah mereka saat berusia sepuluh tahun dengan pukulan yang ringan yang dapat mendorong mereka untuk taat kepada Allah dan membiasakan mereka menunaikan shalat pada waktunya agar mereka istiqomah di jalan Allah dan mengenal yang haq sebagaimana hal itu dijelaskan dari riwayat shahih dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam.”

(Majmu Fatawa Bin Baz, 6/46)

Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata,

“Nabi shallallahu alaihi wa sallam telah memerintahkan agar kita memerintahkan anak-anak kita melakukan shalat saat mereka berusia tujuh tahun, atau kita memukul mereka saat mereka berusia sepuluh tahun. Padahal ketika itu mereka belum berusia balig. Tujuannya adalah akar mereka terbiasa melakukan ketaatan dan akrab dengannya. Sehingga terasa mudah dilakukan apabila mereka telah besar dan mereka mencintainya. Begitupula dengan perkara-perkara yang tidak terpuji, tidak selayaknya mereka dibiasakan sejak kecil meskipun mereka belum balig, agar mereka tidak terbiasa dan akrab ketika sudah besar.” (Fatawa Nurun ala Darb, 11/386)

Dan juga pada hadist yang terkait dengan shalat berjamaah di masjid bagi laki laki:

Dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ صَلاَةٌ أَثْقَلَ عَلَى المُنَافِقِينَ مِنَ الفَجْرِ وَالعِشَاءِ، وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا، لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ المُؤَذِّنَ، فَيُقِيمَ، ثُمَّ آمُرَ رَجُلًا يَؤُمُّ النَّاسَ، ثُمَّ آخُذَ شُعَلًا مِنْ نَارٍ، فَأُحَرِّقَ عَلَى مَنْ لاَ يَخْرُجُ إِلَى الصَّلاَةِ بَعْدُ

“Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang-orang munafik kecuali shalat subuh dan isya’. Seandainya mereka mengetahui (kebaikan) yang ada pada keduanya, tentulah mereka akan mendatanginya walaupun harus dengan merangkak. Sungguh, aku berkeinginan untuk memerintahkan seorang muazin sehingga shalat ditegakkan dan aku perintahkan seseorang untuk memimpin orang-orang shalat, lalu aku menyalakan api dan membakar (rumah-rumah) orang yang tidak keluar untuk shalat berjamaah (tanpa alasan yang benar).” (HR. Bukhari no. 657 dan Muslim no. 651)

Dan juga dalam ayat berikut, sebagaimana firman Allah Ta’ala ,”

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُواْ إِلَى الصَّلاَةِ قَامُواْ كُسَالَى يُرَآؤُونَ النَّاسَ وَلاَ يَذْكُرُونَ اللّهَ إِلاَّ قَلِيلاً

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya’ (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (QS. An-Nisa’ [4]: 142)

Dari penjelasan hadist dan ayat diatas dapat dipahami bahwa pembiasan semenjak dini kepada anak dalam masalah shalat, sehingga akan mempermudah dalam mengarahkan dan membentuk sikap ketaatan ketika ia tumbuh dewasa. Begitu juga dalam hal perintah untuk melakukan kewajiban shalat berjamaah bagi laki-laki di masjid atau mengaji alquran atau memurahaah hafalan atau bacaannya.

Karena bila hal ini diabaikan/disepelekan, maka nantinya akan semakin sulit dalam mewujudkan perubahan /hasil yang sesuai harapan dan arahan.

Insyaallah yang anda lakukan telah benar, untuk memarahi atau memberikan sangsi bila sesuai porsi dan kebutuhannya, selama rambu rambu dengan apa yang disebutkan di atas di coba untuk dioptimalkan.dimana anak diberikan arahan dengan penuh kesabaran.

Setelah proses arahan telah dilakukan maka jika dibutuhkan perlu ada tindakan sangsi atau hukuman dengan apa yang ditinggalkannya, tetap dengan menggunakan cara dan metode yang baik dalam memberikan hukuman atau amarah, tidak sekedar pelampiasan emosi karena keinginan orang tua tidak dituruti.

Semoga Alah memberikan kepada kita kesabaran dan petunjuk untuk mendidik anak anak yang membutuhkan pendidikan dan kasih sayang, tidak hanya amarah dan pelampiasan emosi yan membabi buta.

Wallahu a`lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Mu’tashim, Lc. MA. حفظه الله
Senin, 3 Syawwal 1444H / 24 April 2023 M 


Ustadz Mu’tashim Lc., M.A.
Dewan konsultasi BimbinganIslam (BIAS), alumus Universitas Islam Madinah kuliah Syariah dan MEDIU
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Mu’tashim Lc., M.A. حفظه الله klik

Ustadz Mu’tasim, Lc. MA.

Beliau adalah Alumni S1 Universitas Islam Madinah Syariah 2000 – 2005, S2 MEDIU Syariah 2010 – 2012 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Syu’bah Takmili (LIPIA), Syu’bah Lughoh (Universitas Islam Madinah) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Taklim di beberapa Lembaga dan Masjid

Related Articles

Back to top button
situs togel situs togel https://getnick.org/ toto togel https://seomex.org/ situs togel dentoto dentoto dentoto dentoto dentoto dentoto dentoto situs togel situs toto situs togel bandar togel https://robo-c.ai/ http://satisfieddegree.com/ http://e-bphtb.pandeglangkab.go.id/products/