Bolehkah Kitab Barzanji Diamalkan?

Bolehkah Kitab Barzanji Diamalkan?

Bolehkah Kitab Barzanji Diamalkan?

Pertanyaan:

بسم الله الرحمن الر حيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz afwan mau bertanya,
Apakah benar kitab barzanji itu banyak mengandung tawassul yang dilarang di dalamnya…? Mohon penjelasannya Ustadz

جَزَاكَ الله خَيْرًا

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ditanyakan oleh Sahabat BiAS T08 G-62

Jawaban:

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ الله وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ الله

Alhamdulillāhi rabbil ālamīn

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi waman tabi’ahum bi ihsānin Ilā yaumil Qiyāmah. Amma ba’du

Semoga Allāh tabāraka wa ta’āla mudahkan kita untuk bertawassul dengan sesuatu yang disyari’atkan, dan dijauhkan dari tawassul yang menyimpang dari syari’at.

Kesalahan utama dalam kitab Barzanji adalah pengkultusan yang kelewat batas, baik terhadap kitab Barzanji itu sendiri. Yang dianggap lebih mulia dari Al-Quran, lebih sering dibaca dibanding Al-Quran, lebih dihafal dibanding Al-Quran, dan lain lain. Ataupun pengkultusan terhadap Rasūlullāh shallallāhu ‘alaihi wa sallam yang terlampau berlebihan.

Memang di sana ada shalawat-shalawat kepada Rasūlullāh shallallāhu ‘alaihi wa sallam yang diyakini bisa dijadikan bahan tawassul, namun shalawatnya adalah shalawat yang menyelisihi sunnah, tidak berlandaskan nash yang shahih.

Karenanya, pengingkaran utama kita sebagai ahlus sunnah wa jama’ah terhadap kitab Barzanji ada pada Ghuluw atau Pengkultusan yang berlebihan kepada Rasūlullāh shallallāhu ‘alaihi wa sallam, seperti yang didapati ada lafal

فِيْكَ قَدْ أَحْسَنْتُ ظَنِّيْ ياَ بَشِيْرُ ياَ نَذِيـْـُر

“Padamu sungguh aku telah berbaik sangka, wahai pemberi kabar gembira wahai pemberi peringatan”

فَأَغِثْنِيْ وَأَجِـــن ياَ مُجِيْرُ مِنَ السَّعِيْرِ

“Maka tolonglah aku dan selamatkanlah aku, wahai pelindung dari neraka Sa’ir”

يَاغَيَاثِيْ يَا مِــلاَذِيْ فِيْ مُهِمَّاتِ اْلأُمُــوْرِ

Wahai penolongku dan pelindungku, dalam perkara-perkara yang penting”

Padahal kita tau lafal-lafal seperti itu sama seperti mengangkat Rasūlullāh shallallāhu ‘alaihi wa sallam melebihi derajat kenabian dan menjadikannya sekutu bagi Allāh dalam perkara ghaib. Bahwa yang bisa melindungi kita dari api neraka, adalah Allāh tabāraka wa ta’āla Dan yang senantiasa memberi kita pertolongan dalam kehidupan sehari-hari adalah Allāh tabāraka wa ta’āla.

Belum lagi keyakinan seperti hadirnya Rasūlullāh shallallāhu ‘alaihi wa sallam dalam Mahallul Qiyam (saat semua peserta Barzanji berdiri), ini pemahaman bathil. Termasuk juga tentang letak orang tua dari Rasūlullāh shallallāhu ‘alaihi wa sallam  yang diklaim tidak sesuai sebagaimana yang kita yakini berdasarkan hadits shahih.

Demikian, semoga kita semua beserta keluarga bisa menjaga diri untuk tetap di jalan yang haq, mengetahuinya dan mengikutinya. Juga dijauhkan dari perkara yang bathil berupa mengamalkan shalawat dalam kitab Barzanji yang padanya ghuluw atau pengkultusan yang berlebihan kepada Rasūlullāh shallallāhu ‘alaihi wa sallam, dan tidak terperosok di dalamnya.

Walāhu a’lam, Wabillāhit taufiq

Dijawab dengan ringkas oleh:
👤 Ustadz Rosyid Abu Rosyidah, حفظه الله
📆 Kamis, 19 Rabi’ul Akhir 1440 H / 27 Desember 2018 M

CATEGORIES
Share This

COMMENTS