Cara Menghilangkan Was-was Ketika Shalat Atau Wudhu

Cara Menghilangkan Was-was Ketika Shalat Atau Wudhu

Cara Menghilangkan Was-was Ketika Shalat Atau Wudhu

Pertanyaan:

بسم الله الرحمن الر حيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Afwan Ustadz ….
Kalau di setiap shalat fardhu selalu ada rasa mau buang angin apakah ini was-was syaithan? Haruskah setiap ada rasa mau buang angin kita turuti lalu berwudhu lagi sementara waktu shalat terbatas (shalat di rumah bagi wanita). Hal ini terjadi sudah cukup lama Ustadz, kadang saya berusaha agar angin keluar dulu sampai shalatnya tidak di awal waktu tapi tetap saja begitu shalat entah di rakaat 1, 2 dan seterusnya selalu ada rasa mau buang angin.
Bagaimana seharusnya ustadz?

جَزَاكَ الله خَيْرًا

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ditanyakan oleh Sahabat BiAS

Jawaban:

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ الله وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ الله

Alhamdulillāhi rabbil ālamīn

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi waman tabi’ahum bi ihsānin Ilā yaumil Qiyāmah. Amma ba’du

Afwan Wajazākallāh  khairan katsiran atas pertanyaan dan do’a yang antum sampaikan, semoga kita dimudahkan untuk mengikuti kebenaran dan meyakininya, serta dijauhkan dari kebathilan dan keragu-raguan.

Ya, sejatinya itu adalah salah satu bentuk dari tipu daya syaithan, karena tidaklah sebuah keragu-raguan itu muncul kecuali disebabkan kejahilan atau syaithan. Lalu apa solusinya? Ilmu dan keyakinan.

Ketika seseorang berwudhu lalu dia ragu apakah wudhunya batal, maka dia tidak perlu pedulikan keraguan itu sampai benar-benar terbukti wudhunya batal. Karena keyakinan tidak akan bisa dikalahkan dengan keraguan.

Disebutkan dalam hadits dari Said bin Musayyab dan Ubbad bin Tamim dari Pamannya, tentang seseorang yang merasakan sesuatu (di perutnya) dalam shalat, lalu mengadu kepada Rasūlullāh shallallāhu ‘alaihi wa sallam, Beliau pun bersabda :

لَا يَنْصَرِفْ حَتَّى يَسْمَعَ صَوْتًا أَوْ يَجِدَ رِيحًا

“Janganlah keluar (yakni membatalkan shalat) sampai dia mendengarkan suara atau mencium angin (bau)” [HR Bukhari 137 dan Muslim 361]

Dalam riwayat yang lain, dari sahabat Abu Hurairah radhiallāhu ‘anhuma bahwa Rasūlullāh shallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِذَا وَجَدَ أَحَدُكُمْ فِي بَطْنِهِ شَيْئًا فَأَشْكَلَ عَلَيْهِ أَخَرَجَ مِنْهُ شَيْءٌ أَمْ لاَ فَلاَ يَخْرُجَنَّ مِنْ الْمَسْجِدِ حَتَّى يَسْمَعَ صَوْتًا أَوْ يَجِدَ رِيحًا

“Jika seseorang di antara kalian merasakan ada sesuatu di perutnya yang membuatnya ragu, apakah ada sesuatu yang keluar darinya ataukah tidak. Maka, dia jangan keluar dari masjid (membatalkan shalat) sebelum mendengar suara atau mencium (bau) angin”  [HR Muslim 362]

Maka keinginan untuk berwudhu lagi karna was-was tidak perlu diperturutkan. Sebab jika itu diperturutkan justru akan menambah keraguan dan menghilangkan keyakinan, dan itu salah.

Sungguh, sikap cuek dalam hal ini (dari rasa khawatir telah batal wudhu atau shalatnya) adalah salah satu metode terbaik untuk mengobati was-was, sekaligus melatih keyakinan bahwa memang tidak ada yang batal.
Justru jika anda melakukan hal itu (melanjutkan was-was dan memperturutkan untuk wudhu atau membatalkan shalat) berarti anda sedang meremehkan ibadah wudhu atau shalat itu sendiri, yakni membatalkan sesuatu yang sah.

Para ‘Ulama Lajnah Ad-Daimah, pernah ditanya :

الإنسان في معدته تنفس كثير ربما غازات ولكن وضوءه لم يتممه إلا بمشقة ، مثلاً يصل إلى الوجه فيحس حساً رقيقة ويخاف في نقص الوضوء ثم يبدأ الوضوء من جديد وكذلك في الصلاة عندما يصلي فيحس كذا بدون أن يشم رائحة ما الحل لهذا ؟

“Seseorang yang lambungnya sering menghembuskan semacam gas yang banyak, sehingga untuk menyempurnakan wudhu harus dilakukan dengan susah payah. Misalnya, ketika berwudhu sampai wajah, dia merasakan sesuatu yang keluar sangat halus, karena khawatir wudhunya batal maka dia memulai wudhu lagi. Begitu juga dalam shalat, ketika menunaikan shalat dia merasakan seperti itu juga tanpa mencium bau (angin).

Bagaimana solusinya?

هذه الوسوسة من الشيطان ليفسد بها على المسلم عبادته ، والواجب تركها وألا يخرج المسلم من صلاته أو يعيد وضوءه إلا إذا سمع صوتاً أو وجد ريحاً ؛ لما روى الإمام مسلم عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ( إذا وجد أحدكم في بطنه شيئاً فأشكل عليه أخرج منه شيء أم لا فلا يخرجن من المسجد حتى يسمع صوتاً أو يجد ريحاً )، والمقصود أن يتحقق خروج الحدث ومتى بقي معه أدنى شك فطهارته صحيحة” انتهى .
الشيخ عبد العزيز بن عبد الله بن باز، الشيخ عبد الرزاق عفيفي، الشيخ عبد الله بن غديان، الشيخ عبد الله بن قعود
فتاوى اللجنة الدائمة (5/226)

“Ini adalah perasaan was-was dari setan untuk merusak ibadah seorang muslim. Seharusnya diabaikan saja dan jangan keluar dari masjid atau mengulangi wudhu kecuali jika dia telah mendengar suara atau mendapatkan angin.
Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah radhiallāhu ‘anhu, dia berkata, Rasūlullāh shallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Jika salah seorang di antara kalian merasakan sesuatu di perutnya, sehingga membuatnya ragu atau was-was, apakah ada sesuatu yang keluar darinya atau tidak, maka jangan keluar dari masjid sebelum dia mendengarkan suara atau mendapatkan (bau) angin. 
Maksudnya adalah (perlu) memastikan keluarnya hadats, sehingga kapan saja selama masih ada keraguan, (akan) tetap sah bersucinya”
Syeikh Abdul Aziz Ibn Baz, Syekh Abdurrazzaq Afifi, Syekh Abdullah Bin Gudayan, Syekh Abdullah Qu’ud. Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah, 5/226.

Dikesempatan yang lain Syeikh Ibn Baz rahīmahullāhu juga ditanya hal serupa, bahkan dengan sebab suatu penyakit :

“أشكو من مرض مزمن في القولون , ويتسبب عن ذلك خروج روائح , وخاصة أثناء الصلاة , ولكثرة حدوث ذلك أصبحت أشك في صلاتي حتى ولو شممت رائحة من أي مصدر آخر توهمت أنها مني , فماذا أفعل أثناء الصلاة؟ وهل يجب علي أن أتوضأ حين حدوث الشك ؟ وهل يجوز أن أكون إماما في حالة أن المأمومين لا يجيدون القراءة؟”

“Saya punya keluhan penyakit kronis di usus besar yang menyebabkan keluarnya bau terutama disela-sela shalat. Karena hal itu sering terjadi, saya menjadi ragu dalam shalat, bahkan jika tercium bau dari tempat lain, saya mengira hal itu berasal dari saya. Apa yang harus saya lakukan di sela-sela shalat? Apakah saya harus berwudhu ketika terjadi keraguan? Dan apakah saya dibolehkan menjadi imam, jika para makmun tidak ada yang bagus bacaan (Al-Qur’an)nya?

Beliau menjawab :

“الأصل : بقاء الطهارة , والواجب عليك إكمال الصلاة , وعدم الالتفات إلى الوسوسة , حتى تعلم يقينا أنه خرج منك شيء بسماع الصوت أو وجود الريح التي تتحقق أنها منك ; لقول النبي صلى الله عليه وسلم لما سئل عن الرجل يجد الشيء في الصلاة , قال : لا ينصرف حتى يسمع صوتا أو يجد ريحا متفق على صحته ” انتهى من فتاوى الشيخ ابن باز (10/121)

“Asalnya adalah tetap suci. Seharusnya anda menyempurnakan shalat tanpa mempedulikan perasaan was-was, sampai anda benar-benar yakin telah keluar sesuatu, baik dengan mendengar suara atau mendapatkan (bau) angin. Berdasarkan sabda Nabi shallallāhu ‘alaihi wa sallam ketika ditanya tentang seseorang yang merasakan sesuatu dalam shalat. Beliau menjawab : “Jangan keluar (yakni membatalkan shalat) sampai mendengar suara atau mencium angin (bau)” (Muttafaq alaih)
Fatawa Syeikh Ibn Baz, 10/121.

Sungguh, apa yang terjadi pada sebagian orang yang merasa keluar angin di sela-sela wudhu atau shalat mayoritasnya hanya persangkaan saja dan tidak ada kenyataannya.

Walāhu a’lam, Wabillāhit taufiq

Dijawab dengan ringkas oleh:
👤 Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله
📆 Kamis, 19 Rabi’ul Akhir 1440 H / 27 Desember 2018 M

CATEGORIES
Share This

COMMENTS