Jawaban Syaikh Bin Baz Tentang Api Dan Ular Yang Keluar Setelah Mayit Dikubur

Jawaban Syaikh Bin Baz Tentang Api Dan Ular Yang Keluar Setelah Mayit Dikubur

Jawaban Syaikh Bin Baz Tentang Api Dan Ular Yang Keluar Setelah Mayit Dikubur

Telah berlalu penjelasan di (https://bimbinganislam.com/memastikan-azab-kubur-karena-maksiat-di-dunia/) bahwa kita tidak boleh memastikan seorang mayit terkena adzab kubur disebabkan kemaksiatan yang pernah ia lakukan didunia. Karena masalah adzab kubur merupakan suatu perkara yang ghaib, yang kita tidak bisa berbicara banyak tentangnya kecuali dengan ilmu, namun bukan berarti kita tidak mengambil ibrah dan pelajaran.

Syaikh Bin Baz rahimahullah pernah ditanya :

نسمع من بعض الناس أن هناك أموراً حصلت بعد دفن الموتى، مثل: خروج نار من القبر، أو ثعبان ونحو ذلك، فهل ما يقال سبق له ذكر وذُكر في بعض الكتب أو لا؟

“Kami mendengar dari beberapa orang, bahwa terdapat beberapa kejadian setelah prosesi penguburan mayat. Seperti keluarnya api dari kubur, ular atau yang semisalnya. Apakah pernah ada pembahasan tentang masalah ini sebelumnya, dan apakah tercantum dalam kitab-kitab atau tidak?”

Beliau menjawab :

ثبت عن النبي -صلى الله عليه وسلم- في الصحيحين أنه مر على قبرين فقال: )إنهما ليعذبان وما يعذبان في كبير، ثم قال بلى، أما أحدهما فكان لا يستتر من البول)، وفي لفظ آخر: (لا يستنزه من البول، وأما الآخر فكان يمشي بالنميمة(

“Telah datang hadits yang shahih dari Nabi shallallāhu ‘alaihi wa sallam, didalam shahih Al-Bukhari dan Muslim, bahwa beliau pernah berjalan melewati dua kuburan, beliaupun berkata :

Dua penghuni kubur ini sedang diadzab, dan tidaklah keduanya diadzab karena suatu hal yang besar, kemudian beliau berkata : “salah satunya diadzab karena tidak menjaga diri dari air kencing” dalam riwayat lain “tidak bersuci dari air kencing, sedangkan yang kedua, disebebabkan karena dia suka mengadu domba”

فعذاب القبر حق، الكافر يعذب في قبره وبعض العصاة يعذب في قبره إلا من عفا الله عنه ومن ذلك ما ذكره النبي -صلى الله عليه وسلم- لصاحبي القبرين وأنهما يعذبان أحدهما بعدم تنـزهه من البول وأنه لا يبالي بالنجاسة والثاني بمشيه بالنميمة نعوذ بالله

Maka adzab kubur itu merupakan hal yang benar adanya. Orang kafir, dia akan diadzab, begitu juga para ahli maksiat, mereka juga akan diadzab didalam kuburnya kecuali jika Allāh telah mengampuninya.

Dan contohnya adalah dua ahli kubur yang disebutkan oleh Nabi shallallāhu ‘alaihi wa sallam tadi, bahwa keduanya sedang diadzab.

Yang pertama dikarenakan tidak bersuci setelah buang air kecil, dan tidak perhatian dengan najis. Adapun yang kedua disebabkan karena selalu “mengadu domba”. Kita berlindung kepada Allāh (dari yang seperti itu)

وقد ذكر ابن رجب -رحمه الله- في كتابه أهوال القبور أشياء من هذا، أنواع التعذيب التي تقع لأهل القبور، بسبب معاصيهم، فإن بعض الناس قد تدعو الحاجة إلى نبشه، إما لكونه نسوا مسحاة عنده، أو إناء أو عتلة أو غير هذا مما تحفر به القبور، فقد ينبشونه ثم يجدونه يعذب، نسأل الله العافية، قد يجدونه يشتعل قبره ناراً، وبعضهم يجدونه في رقبته نار، وبعضهم يجدون نفس المسحاة قد جعلت في رقبته تشتعل ناراً، إلى غير هذا كما ذكر ابن رجب -رحمه الله-

Dan Ibnu Rajab rahimahullah dalam kitabnya yang berjudul “Ahwaal Qubur” (prahara kubur) telah menyebutkan beberapa (hal tentang adzab kubur). Beliau menyebutkan beberapa adzab yang disebabkan karena kemaksiatan.

(Dan hal tersebut bisa tampak dikarenakan), terkadang seorang butuh untuk menggali kubur karena sebab  tertinggalnya sekop, bejana, atau linggis, atau sebab lain yang membolehkan untuk menggali kubur.

Setelah kubur tersebut digali, terkadang didapati mayit diadzab -kita memohon kepada Allāh keselamatan-, terkadang ada yang mendapati api menyala-nyala dikubur, atau dileher mayit, terkadang skop tadi telah berada dileher mayit dalam keadaan menyala-nyala.

Dan berbagai kejadian lainnya sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Rajab rahimahullah.

المقصود أن الله قد يطلع بني آدم على بعض العذاب الذي يكون في القبور.

Dan yang bisa disimpulkan dari semua ini adalah terkadang manusia bisa mendapati atau menyaksikan adzab kubur.

 وقد أخبرني إنسان لا أذكره الآن من نحو ثلاثين سنة أو أربعين سنة أنه بلغه أن عمته تعذب في قبرها، وأنه أخبره ناس عندهم وقفوا على قبرها وسمعوا العذاب، قال لي: إني ذهبت إليها في يوم من الأيام لأعرف الحقيقة، فجئت إلى القبر فسمعت صياح المعذب، سمعت به صياحاً وما يدل على العذاب

Dan pernah ada yang mengabarkan (bercerita) kepada ku, sekarang aku tidak begitu ingat kapan itu, tapi sekitar 30 atau 40 tahun yang lalu, bahwa orang tadi, sampai kepadanya kabar tentang pamannya yang diadzab dikubur, dan orang-orang juga mengabarkan demikian, ketika mereka berdiri diatas kuburnya, mereka mendengar adzab,

Aku pun akhirnya berangkat kekuburan pamanku untuk memastikan kebenarannya, ketika aku telah sampai dikuburan, aku mendengar suara adzab, dan suara-suara yang menunjukan adzab

 وهذا ليس ببعيد فإن الله يطلع بعض عباده على ما يشاء للعظة والذكرى والترهيب. كما يطلعهم سبحانه على بعض النعيم لبعض أهل القبور، وقد يدفن الإنسان ثم ينفحُ من قبره ريح المسك كما ذكر ذلك بعض السلف،

Kejadian seperti ini, tidak begitu jauh dari benarnya, karena terkadang Allāh menunjukannya kepada sebagian hamba-Nya apa yang Ia kehendaki, sebagai bentuk nasihat dan peringatan dan penyemangat (untuk beramal shalih).

Sebagaimana Allāh, terkadang menampakan sebagian nikmat ahli kubur, semisal seorang setelah dikubur kebuar bau misik dari kuburnya sebagaimana dikabarkan oleh sebagian salaf

وأخبرني ثقة من إخواننا من نحو ثلاثين سنة أو حولها أنهم كانوا في بيداء من الأرض مسافرين فمات معهم شخص فنـزلوا ليدفنوه، فحفروا في أرض ليس فيها أثر -في أثناء سفرهم- فوجدوا قبراً فيه إنسان يفوح قبره مسكاً -طيباً عظيماً- ووجدوه على حاله لم يتغير في قبره، فدفنوه وسووا قبره عليه وحفروا لميتهم في مكان آخر ودفنوه، وهذه من آيات الله -سبحانه- التي يطلع فيها بعض عباده على نعيم قوم وعلى عذاب آخرين، للذكرى والعظة.

Dan pernah ada seorang yang terpecaya dari saudara-saudara kami, sekitar 30 tahun yang lalu, ia bercerita saat mereka sedang bersafar sampailah mereka dipadang sahara, salah satu dari rombonganpun meninggal, akhirnya merekapun singgah sebentar untuk menguburkan kawan mereka, digalilah tanah yang tidak ada tanda-tanda (bahwa itu adalah kuburan), dari galian tersebut didapatilah kuburan dengan seorang mayat, yang mana kuburannya mengeluarkan bau misik (parfum yang sangat wangi), jasadnya pun belum berubah. Akhirnya merekapun menutup kuburan ini, dan meratakan bagian atasnya.

Lalu mereka menggali kuburan ditempat lain untuk kawan mereka.

Dan ini semua merupakan tanda-tanda kebesaran Allah, yang terkadang Allāh menampakan kepada sebagian hamba-Nya nikmat kubur atau adzabnya sebagai nasihat dan peringatan.

Demikian jawaban Syaikh Bin Baz ketika diajukan pertanyaan tentang api dan ular yang keluar setelah mayit dikubur, semoga kita dapat mengambil ibrah dan pelajaran darinya.

Diterjemahkan dari https://binbaz.org.sa/old/29212  oleh:

Ustadz Ratno, Lc.
(Kontributor bimbinganislam.com)



Ustadz Ratno, Lc.
Kontributor Bimbingan Islam (BiAS), Alumni Universitas Islam Madinah Jurusan Hadits
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Ratno حفظه الله 
klik disini

CATEGORIES
Share This

COMMENTS