Nikah

Berapa Kali Nazhor/ Melihat Calon Istri Yang Dibolehkan?

Berapa Kali Nazhor/Melihat Calon Istri Yang Dibolehkan?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan Berapa Kali Nazhor/ Melihat Calon Istri Yang Dibolehkan?, selamat membaca.


Pertanyaan:

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Maaf ustadz saya ingin bertanya, kalo nadzhor melihat calon pasangan itu bolehnya berapa kali ya stadz, bolehkah sampai setahun? Terima kasih.

جزاك الله خيرا

(Dari Fulan Anggota Grup Whatsapp Sahabat BiAS)


Jawaban:

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Dalam ajaran Islam yang mulia, seorang lelaki yang hendak menikah disyariatkan untuk melihat calon pasangannya (nazhor), dan hal ini dianjurkan, agar tidak menyesal di kemudian hari, juga pada asalnya seseorang yang akan menikah berhak untuk mengetahui lebih dalam tentang calon yang akan dinikahinya. Hal ini akan menimbulkan rasa cinta yang lebih untuk memulai rumah tangga.

Baca Juga :  Bolehkah Menolak Perjodohan Dikarenakan Calon Pasangan Merupakan Pelaku Maksiat?

Sahabat mulia Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu pernah menceritakan, bahwa ada seseorang yang menyampaikan kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa dirinya hendak menikah dengan wanita anshar. Rasul pun bertanya,

أَنَظَرْتَ إِلَيْهَا

“Apakah kamu telah melihatnya?”

Jawab orang ini, “Belum.”

Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menyarankan,

فَاذْهَبْ فَانْظُرْ إِلَيْهَا فَإِنَّ فِى أَعْيُنِ الأَنْصَارِ شَيْئًا

Lihatlah calon istrimu, karena di bagian mata orang anshar ada sesuatu … (HR. Muslim, no. 3550)

Dua Macam Nazhor Dan Rambu-Rambunya

Pertama, Nazhor resmi

Nadzar yang pertemuannya disepakati kedua belah pihak. Sehingga keduanya persiapan. Misalnya nazhar di rumah orang tua si wanita.

Kedua, Nazhor tidak resmi

Nadzor yang dilakukan secara diam-diam oleh pihak lelaki, sementara pihak wanita tidak tahu, juga tidak ada janjian sebelumnya.

Dua macam nazhor ini harus melalui rambu-rambu yang tepat agar tidak kebablasan dan melampaui batas. Di antara adab-adab yang harus diperhatikan;

  1. Pihak lelaki berniat serius untuk menikah.
  2. Ketika nazhor tidak berkhalwat berdua-duaan saja dengan seorang wanita/calon pasangan.
  3. Ada peluang lamaran lelaki diterima, baik oleh si calon istri ataupun walinya.
  4. Memandang dan melihat calon pasangan tanpa syahwat / tanpa menikmati apa yang dilihat.
  5. Melihat apa yang boleh dilihat dari wajah dan kedua tangan.

Adapun nazhor secara tidak resmi, maka boleh melihat apa yang terbiasa dilihat anggota keluarganya, seperti kaki, rambut, leher, dengan syarat lelaki ini memang serius mau menikahinya. Dan ini adalah salah pendapat terkuat.

Sahabat Jabir radhiallahu ‘anhu menceritakan,

فخطبت جارية فكنت أتخبأ لها ، حتى رأيت منها ما دعاني إلى نكاحها وتزوجتها

Ketika aku melamar seorang gadis, aku sembunyi-sembunyi untuk menadzornya. Hingga aku bisa melihatnya, yang membuatku tertarik untuk menikahinya. Lalu aku menikahinya. (HR. Abu Daud, no. 2084 dan dihasankan oleh ahli hadits al-Albani)

Berapa Kali Nazhor, Bolehkah Sampai Setahun?

Nazhor boleh dilakukan berulang-ulang, jika rambu-rambu melihat calon pasangan yang telah disebutkan di atas telah dipenuhi, agar lebih selamat dari fitnah dan tuduhan yang tidak berdasar.

Dalam Ensiklopedi Fiqh Islam dikatakan,

يجوز تكرار النظر إن احتاج إليه ليتبين هيئتها، فلا يندم بعد النكاح، إذ لا يحصل الغرض غالبا بأول نظرة

Boleh mengulang-ulang melihat wanita yang dilamar, jika dibutuhkan, sehingga semakin jelas semua kondisinya. Agar tidak menyesal setelah nikah. Karena tujuan itu umumnya tidak terwujud di awal nadzar. (lihat al-Mausu’ah al-Fiqhiyah, 22/17)

Adapun nazhor sampai setahun, maka hal ini kemungkinan besar telah melampaui batas dan menunjukkan ketidakseriusan dari calon pelamar lelaki.

Wallahu Ta’ala A’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Senin, 23 Rabiul Akhir 1443 H/29 November 2021 M


Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam

Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Fadly Gugul حفظه الله تعالى klik disini

Ustadz Fadly Gugul, S.Ag

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2012 – 2016 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Takhosus Ilmi di PP Al-Furqon Gresik Jawa Timur | Beliau juga pernah mengikuti Pengabdian santri selama satu tahun di kantor utama ICBB Yogyakarta (sebagai guru praktek tingkat SMP & SMA) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Dakwah masyarakat (kajian kitab), Kajian tematik offline & Khotib Jum’at

Related Articles

Back to top button