Menepuk Punggung Meminta Shalat Berjamaah

Menepuk Punggung Meminta Shalat Berjamaah

Pertanyaan :

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Saat melakukan sholat di mesjid, dari belakang ada orang menepuk punggung untuk (sepertinya) meminta sholat berjamaah. Bagaimana hukumnya dan adab yang baik yang terkait masalah ini?

جَزَاك اللهُ خَيْرًا

(Dari Agung di cikarang Anggota Grup WA Bimbingan Islam N06 G-25)

Jawaban :

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Apabila anda sedang shalat sunnah maupun wajib sendirian, kemudian ada orang lain yang menepuk pundak untuk menjadi makmum dan shalat berjamaah, maka sikap anda yang benar adalah melanjutkan shalat anda dengan merubah niat dari niat shalat munfarid (sendirian) menjadi imam untuk shalat berjamaah.

Anda mengerjakan shalat tersebut sesuai dengan niat pertama anda, baik shalat sunnah maupun shalat wajib, dan shalat siriyyah (tidak mengeraskan suara) maupun shalat jahriyyah (mengeraskan suara). Yang demikian itu berdasarkan hadits Ibnu Abbas:

بِتُّ عِنْدَ خَالَتِي مَيْمُونَةَ فَقَامَ النَّبِيُّ مُتَطَوِّعًا مِنَ اللَّيْل فَقَامَ إِلَى الْقِرْبَةِ فَتَوَضَّأَ فَقَامَ فَصَلَّى فَقُمْتُ لَمَّا رَأَيْتُهُ صَنَعَ ذَلِكَ فَتَوَضَّأْتُ مِنَ الْقِرْبَةِ ثُمَّ قُمْتُ إِلَى شِقِّهِ الأْيْسَرِ فَأَخَذَ بِيَدِي مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِهِ يَعْدِلُنِي كَذَلِكَ إِلَى الشِّقِّ الأْيْمَنِ

“Aku bermalam di rumah bibiku, Maimunah radhiyallahuanha. Nabi SAW shalat sunnah malam dan mengambil wudhu dari qirbah, berdiri dan mulai mengerjakan shalat.

Aku pun bangun ketika melihat beliau SAW melakukannya, aku pun ikut berwudhu dari qirbah dan berdiri pada sisi kiri beliau SAW. Beliau SAW menarik tanganku dari balik punggungnya dan menyeret aku agar pindah ke sisi kanan beliau. (HR. Bukhari).

Konsultasi Bimbingan Islam

Ustadz Muhammad Romelan, Lc.

CATEGORIES
Share This

COMMENTS