Keluarga

Apakah Istri Berdosa Jika Minta Pindah Rumah?

Apakah Istri Berdosa Jika Minta Pindah Rumah?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan Apakah Istri Berdosa Jika Minta Pindah Rumah, selamat membaca.


Pertanyaan:

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ustadz. Saya ingin bertanya. Apakah istri berdosa jika meminta pindah dari rumah mertua dengan alasan:

1. Mencari tempat tinggal yang lebih dekat dari kantor;
2. Kesehatan fisik yang tidak memungkinkan jika pulang kerja larut malam terus menerus;
3. Aman dari banjir (sebab lingkungan rumah mertua rawan banjir);
4. Lingkungan rumah yang kurang baik dan sehat;
5. Privasi istri terganggu
6. Ingin hidup mandiri tanpa bergantung kepada mertua.
Mohon solusinya ustadz. Jazakallahu khair.

جزاك الله خيرا

(Dari Fulanah Anggota Grup Whatsapp Sahabat BiAS)


Jawaban:

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Keputusan Pindah Rumah Ada di Tangan Suami

Pindah rumah adalah sesuatu yang mubah. Tentu hal ini juga harus melihat antara maslahat dan mudharat. Pihak yang memutuskan pindah rumah atau tidak adalah keputusan suami, tentunya dengan melihat, mengukur, menimbang secara matang pilihan-pilhan dan segala kemungkinan yang ada.

Baca Juga :  Bagaimana Menyikapi Mertua Ketika Meminta Keturunan?

Anda bisa pindah rumah sebagai suami dengan orang tua Anda, atau orang tua tinggal tidak jauh dari pantauan anak-anaknya. Persoalan istri minta pindah rumah adalah boleh dan sah-sah saja, setelah melihat berbagai maslahat dan mudharat.

Jangan Menjadi Anak yang Tidak Berbakti kepada Orang Tua

Tidak mungkin orang tua Anda tinggal di tempat yang susah seperti sering banjir, kurang nyaman dan tidak tenang, sedangkan anak-anaknya tinggal di tempat yang nyaman. Ini sangat jauh dari pikiran anak-anak yang berbakti.

Orang tua memiliki kedudukan yang istimewa dalam kehidupan kita, dan manusia yang paling berhak kita pergauli dengan baik.

Allah Ta’ala berfirman:

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًاۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.

Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”. (QS. Al-Isra’: 23-24).

Dalam sebuah hadits, seseorang datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, dan bertanya:

يا رسول الله من أحق الناس بحسن صحابتي ؟ قال : أمك ، قال ثم من ؟ قال : أمك ، قال : ثم من ؟ قال : أمك ، قال : ثم من ؟ قال : ثم أبوك

“Duhai Rasulullah, siapakah manusia yang paling berhak mendapatkan perlakuan baikku?” Rasulullah menjawab: ibumu. Dia bertanya lagi: siapa lagi? Beliau menjawab: ibumu. Dia bertanya lagi: terus siapa lagi? Beliau menjawab: ibumu. Kemudian dia bertanya lagi: siapa lagi?. Beliau menjawab: ayahmu.” (HR. Bukhari, no. 5626).

Dalam hadits lain, pernah seorang pemuda mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, meminta izin bisa pergi berjihad, beliau pun bertanya:

Apakah orang tuamu masih hidup? Dia menjawab: masih. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda:

ففيهما فجاهد

“Berjihadlah dalam kebaktian kepada keduanya.” (HR. Bukhari, no. 3004).

Oleh karena itu, ketika Anda sebagai suami (anak), dan istri harus pindah karena pertimbangan mendesak, ajaklah orang tua Anda, dan tinggallah di dekat mereka, karena hal ini adalah kebaktian dan pintu surga di bumi bagi seorang anak, sebelum pintu ini ditutup dan tidak ada lagi pintu yang lain.

Semoga Allah Ta’ala Memberikan Taufiq Kepada Semua-Nya.

Wallahu Ta’ala A’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Selasa, 24 Rabiul Akhir 1443 H/30 November 2021 M


Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam

Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Fadly Gugul حفظه الله تعالى klik disini

Ustadz Fadly Gugul, S.Ag

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2012 – 2016 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Takhosus Ilmi di PP Al-Furqon Gresik Jawa Timur | Beliau juga pernah mengikuti Pengabdian santri selama satu tahun di kantor utama ICBB Yogyakarta (sebagai guru praktek tingkat SMP & SMA) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Dakwah masyarakat (kajian kitab), Kajian tematik offline & Khotib Jum’at

Related Articles

Back to top button