Keluarga

Batin Terluka Karena Orang Tua, Begini Seharusnya Seorang Anak…!

Batin Terluka Karena Orang Tua, Begini Seharusnya Seorang Anak…!

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang Batin Terluka Karena Orang Tua, Begini Seharusnya Seorang Anak…! selamat membaca.

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum Ustad saya mau minta nasehat. Saya lg ngerasain luka batin seorang anak krn didikan orangtua yg kalo dibilang kasar dr cara bicara nya.

Saya sudah doa, denger nasehat suami, denger ceramah. Tapi ketika orgtua sifat jelek nya keluar, luka batin ini suka kebuka lg. Saya ga mau jd anak durhaka dan selalu usaha berdamai dengan luka hati saya .

Tapi ketika orangtua sifat jeleknya keluar, saya jd suka benci. Tolong beri saya nasehat ustad. Terimakasih

Ditanyakan Sahabat BIAS melalui Grup WhatsApp


Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakaatuh

Anak merupakan amanah yang Allah berikan kepada kedua orang tua, sehingga menjadi kewajiban orang tua untuk menjaga dan mendidik seorang anak dengan baik sampai dirinya dewasa dan siap menghadapi kehidupan. Amanah ini akan Allah minta pertanggungjawabannya pada hari kiamat.

Allah ﷻ berfirman:

۞إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا …

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya….” (QS. An-Nisa’: 58).

Rasulullah ﷺ bersabda:

كُلُّكُمْ راعٍ وكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، والأمِيرُ راعٍ، والرَّجُلُ راعٍ عَلى أهْلِ بَيْتِهِ، والمَرْأةُ راعِيَةٌ عَلى بَيْتِ زَوْجِها ووَلَدِهِ، فَكُلُّكُمْ راعٍ وكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

“Setiap kalian adalah pemimpin dan akan bertanggung jawab atas orang yang dia pimpin, seorang penguasa adalah pemimpin, seorang laki-laki adalah pemimpin bagi keluarganya, dan seorang wanita adalah pemimpin dalam menjaga rumah dan anak-anak suaminya. Setiap kalian adalah pemimpin dan akan ditanyai tentang orang yang dia pimpin.” (HR. Bukhari no. 5200).

Oleh karenanya, orang tua harus memberikan kemashlahatan untuk seorang anak, dan haram baginya untuk menzhalimi. Rasulullah ﷺ bersabda:

الظُّلْمُ ظُلُماتٌ يَوْمَ القِيامَةِ

“Kezhaliman akan menjadi kegelapan pada hari kiamat.” (HR. Bukhari no. 2447).

Ini dari sisi kewajiban orang tua.

Adapun seorang anak, dia dituntut untuk selalu berbakti kepada orang tuanya, bagaimanapun keadaan orang tua. Bahkan, jika orang tua melakukan kezhaliman terbesar dimuka bumi sekalipun yaitu perbuatan syirik, seorang anak tetap diperintahkan untuk berbakti kepada kedua orang tuanya.

Allah berfirman:

﴿وَإِن جَاهَدَاكَ عَلَىٰ أَن تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَاۖ وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًاۖ ….

“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik….”. (QS. Lukman : 15).

Padahal dalam ayat lainnya, Allah ﷻ berfirman:

… إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

“…..sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (QS. Lukman : 13).

Terasa sakit saat dibentak dan dikasari bahkan oleh orang tua sendiri termasuk hal yang lumrah, oleh karenanya Allah ﷻ melarang rasulullah ﷺ untuk bersikap keras kepada para sahabat, Allah ﷻ berfirman:

﴿فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللَّهِ لِنتَ لَهُمْۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ ﴾

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu…..” (QS. Ali-‘Imran: 159).

Namun, tetap berusahalah untuk memaafkan dan berdamai dengan hati, ingat mereka adalah sebab kita bisa merasakan kenikmatan menjadi hamba Allah, menikmati berbagai indahnya kehidupan. Ingat, semuanya adalah ujian dari Allah, dan sekarang anda sedang diuji dengan sikap orang tua, bersabar dan harapkanlah pahala.

Ketika, orang tua bersikap kasar, ingatlah banyaknya kebaikan mereka semenjak anda masih kecil, semoga dengan mengingat hal tersebut bisa mengobati lukanya hati. Sembari memperbanyak do’a semoga Allah mengubah sikap tersebut.

Wallahu A’lam

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله
Kamis, 27 Syawwal 1444 H/ 18 Mei 2023 M


Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى klik disini

Ustadz Muhammad Ihsan, S.Ag., M.HI.

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2011 – 2015, S2 Universitas Muhammadiyah Surakarta Hukum Islam 2016 – 2021 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Dauroh Syaikh Sulaiman & Syaikh Sholih As-Sindy di Malang 2018, Beberapa dars pada dauroh Syaikh Sholih Al-’Ushoimy di Masjid Nabawi, Dauroh Masyayikh Yaman tahun 2019, Belajar dengan Syaikh Labib tahun 2019 – sekarang | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Kegiatan bimbingan islam
Back to top button